Tiket Pesawat di Indonesia Lebih Murah dari Negara Lain, Wasekjen PAN: Hoax

Iwan Supriyatna, Muslimin Trisyuliono

Senin, 03 Juni 2019 | 14:25 WIB
Tiket Pesawat di Indonesia Lebih Murah dari Negara Lain, Wasekjen PAN: Hoax
Ilustrasi membeli tiket pesawat. (Shutterstock)

Suara.com - Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) PAN Faldo Maldini angkat bicara mengenai mahalnya harga tiket pesawat. Ia mengklaim data tarif pesawat yang diklaim lebih murah dibanding negara lain oleh Kementerian Perhubungan adalah kabar bohong.

Dikutip dari akun Twitter pribadinya @FaldoMaldini Minggu (02/6/2019), Faldo mempertanyakan kebenaran simulasi data infografis yang diberikan Kementerian Perhubungan mengenai tarif tiket pesawat di berbagai negara.

Seperti tarif di negara Jepang dari Tokyo - Hokaiddo dengan jarak 840 Km dibandrol dengan harga Rp 4,6 juta. Sedangkan penerbangan Indonesia dari Jakarta menuju Tanjung Pinang dengan jarak 842 Km dibandrol Rp 1,5 juta.

"Dibandingkan negara lain, tarif jarak di negara kita lebih murah, lho #KawulaModa," cuit @kemenhub151 yang di kutip Suara.com, Senin (3/5/2019).

Bahkan Faldo meminta kepada Divisi Humas Polri untuk mengecek kebenaran simulasi data infografis yang diberikan Kementerian Perhubungan terkait klaim tarif jarak pesawat tersebut.

"Segitunya nyari pembenaran harga tiket pesawat, ga ada sumber, ga ada tanggal ga ada nama maskapai. Terus saya mau cek kemana kebenaran informasinya? Ini HOAX! Cc: @DivHumas_Polri," cuit @FaldoMaldini.

Sebelumnya, para calon pengguna maskapai dikejutkan dengan mahalnya harga tiket pesawat rute Bandung-Medan yang mencapai Rp 21 juta di beberapa online travel agent.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal menindak tegas agen tiket online seperti Traveloka dan Tiket.com karena menjual tiket pesawat dengan harga yang sangat mahal.

Bahkan, Kemenhub tak segan-segan menegur dua agen tiket online itu, karena menampilkan harga yang tak masuk akal.

baca juga

Apalagi, publik tengah ramai membicarakan mahalnya harga tiket penumpang untuk rute-rute tertentu menjelang liburan Lebaran 2019.

Tiket Bandung-Medan atau Jakarta-Makassar misalnya, di platform layanan aplikasi penjualan tiket seperti Traveloka atau Tiket.com bisa dijual lima hingga enam kali lipat dari tarif normal.

"Karena yang muncul di layar aplikasi konsumen, harga tiket jadi tidak masuk akal. Kalau maskapai tidak diingatkan untuk menegur mitra mereka, ini akan merugikan reputasi maskapai sendiri, sekaligus membuat calon penumpang menjerit," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti dalam keterangannya, Jumat (31/5/2019).

Polana menambahkan, dalam suasana di mana permintaan tiket pesawat mengalami puncak seperti musim liburan dan Lebaran 2019 tahun ini, pemunculan harga yang tidak masuk akal akan semakin membuat publik kebingungan dan menurunkan kepercayaan terhadap pelayanan industri penerbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hayley Williams Heboh Dikabarkan Meninggal, Rupanya Cuma Hoax

Hayley Williams Heboh Dikabarkan Meninggal, Rupanya Cuma Hoax

Lifestyle | Senin, 03 Juni 2019 | 14:12 WIB

Jokowi Undang Maskapai Asing Agar Tiket Pesawat Murah, Rachel: dari China?

Jokowi Undang Maskapai Asing Agar Tiket Pesawat Murah, Rachel: dari China?

Bisnis | Sabtu, 01 Juni 2019 | 13:25 WIB

PHRI Dukung Jokowi Undang Maskapai Asing ke Indonesia

PHRI Dukung Jokowi Undang Maskapai Asing ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 01 Juni 2019 | 05:45 WIB

Terkini

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:57 WIB

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:55 WIB

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 10:54 WIB

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:52 WIB

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:43 WIB

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:41 WIB

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Health | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

×