PUPR Perbaiki Jalur Kebon Kopi Sulteng Setelah Tertimbun Longsor

Pebriansyah Ariefana | Muslimin Trisyuliono
PUPR Perbaiki Jalur Kebon Kopi Sulteng Setelah Tertimbun Longsor
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membuka arus lalu lintas ruas jalan Tawaeli – Kebonkopi – Toboli atau dikenal sebagai jalur Kebon Kopi, Sulawesi Tengah. (Dok PUPR)

Diketahui jalan sempat tertutup longsong yang terjadi Selasa (4/6/2019) pukul 04.00 WITA akibat hujan yang mengguyur terus-menerus.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membuka arus lalu lintas ruas jalan Tawaeli – Kebonkopi – Toboli atau dikenal sebagai jalur Kebon Kopi, Sulawesi Tengah. Diketahui jalan sempat tertutup longsong yang terjadi Selasa (4/6/2019) pukul 04.00 WITA akibat hujan yang mengguyur terus-menerus.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, Sulteng A.Satriyo Utomo mengatakan target utama penanganan darurat adalah jalan bisa fungsional. Menurutnya alat berat diarahkan untuk membersihkan longsoran sehingga membuka arus lalu lintas minimal 1 lajur agar kendaraan yang sudah mengantri dapat melintas namun masih bergantian pada beberapa titik.

“Pada pukul 14.30 WITA, jalan sudah dapat dilintasi kendaraan dua arah. Selanjutnya terus pembersihan dan perapihan jalan sehingga bahu jalan dan lajur lalu lintas dapat dilalui secara normal,” ujar Satriyo, Rabu (5/6/2019).

Diketahui, sebagian besar longsoran terjadi dilokasi pekerjaan penanganan jalan yang sedang berjalan oleh BPJN XIV Palu, Sulteng. Longsoran Besar menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas terputus) yakni pada 4 titik yakni di KM 56+300, 57+500, 57+700, 59+300, dan 59+700.

Satriyo menambahkan penanganan tanggap darurat langsung dilakukan pada hari yang sama dimulai pagi hingga siang hari. Pembersihan diutamakan pada lokasi longsoran besar. Alat yang digunakan untuk pembersihan longsoran antara lain 2 unit Excavator, 2 unit Wheel Loader, 2 unit Bulldozer, dan 1 unit Grader.

Ruas jalan Tawaeli – Kebonkopi - Toboli (KM 19+100 – KM 67+000) merupakan bagian dari koridor ekonomi yang menghubungkan antara Sulawesi Selatan – Sulawesi Barat – Sulawesi Tengah – Gorontalo – Sulawesi Utara. Ruas ini merupakan satu – satunya akses Jalan Nasional yang menghubungkan Lintas Barat dengan Lintas Tengah di Provinsi Sulteng.

Menurutnya permasalahan yang terjadi pada koridor ini adalah stabilitas lereng akibat formasi batuan penyusun di sepanjang ruas sebagian besar sudah terkekarkan serta merupakan batuan lapuk yang menyebabkan seringnya terjadi longsor dari sisi tebing. Sehingga mengakibatkan tertutupnya badan jalan oleh material longsor ataupun longsor pada sisi lereng bawah yang mengakibatkan badan jalan ikut mengalami longsor.

Kemudian untuk mendukung kelancaran arus mudik lebaran 2019, Kementerian PUPR menyiagakan 1 posko mudik di ruas jalan tersebut tepatnya Km 44+000. Posko dilengkapi alat berat berupa excavator, wheel loader, Bulldozer, dan Grader. Kepada para pemudik dihimbau untuk senantiasa berhati-hati melintas dan mengikuti instruksi petugas di lapangan untuk keselamatan bersama.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS