Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bisnis Produk Olahan Susu Kambing dari Kelompok Akar Rumput

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Jum'at, 28 Juni 2019 | 08:21 WIB
Bisnis Produk Olahan Susu Kambing dari Kelompok Akar Rumput
Kambing pejantan Sapera milik Kelompok Ternak Akar Rumput di Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2019). [Suara.com/Teguh Lumbiria].

Suara.com - Bisnis perah kambing, hingga hasil olahan susu yang dihasilkan menjadi produk seperti yogurt dan kefir, belakangan ini bermunculan di Jawa Tengah. Sekalipun kehadirannya belum setenar olahan susu sapi, yang telah diproduksi sejak lama.

Sejumlah peserta praktik membuat produk olahan perah kambing di Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2019). [Suara.com/Teguh Lumbiria].
Sejumlah peserta praktik membuat produk olahan perah kambing di Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2019). [Suara.com/Teguh Lumbiria].

Hal ini menjadi perhatian Kasi Penyuluh dan Kemitraan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Juwanto, saat ditemui usai memberikan pelatihan kepada Kelompok Peternak Akar Rumput di Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2019).

Juwanto mengatakan, bisnis perah kambing ini punya peluang tinggi di pasaran. Terlebih, ketika susu segar yang dihasilkan sudah dilakukan pengolahan menjadi produk.

"Tentu akan lebih tinggi nilai jualnya, sehingga menambah pendapatan," kata Juwanto.

Olahan susu perah kambing, lanjut Juwanto, sebenarnya memiliki posisi tawar atau bargain yang tinggi. Dari nilai gizinya, susu kambing itu lebih tinggi dibandingkan dengan sapi.

"Bahkan, sejumlah konsumen ada yang alergi minum susu sapi. Akan tetapi kalau susu kambing insya Allah tidak. Kalaupun ada, akan minim sekali," ujarnya.

Sementara itu, untuk populasi kambing di Kabupaten Cilacap, selama ini cukup tinggi. Terlebih dengan adanya pengembangan kambing Sapera dari kelompok peternak Akar Rumput, yang merupakan perkawinan silang antara kambing jantan Saanen, dengan kambing betina Etawa.

"Nah, ketika kita bisa menggunakan produk-produk lokal sekitar Cilacap dulu, kenapa tidak digarap terlebih dahulu, baru mengambil dari wilayah lain?" begitu paparnya bersemangat.

Di Jawa Tengah sendiri, lanjut dia, untuk perah kambing menuju pengolahan produk memang belum terlalu banyak.

"Makanya kami coba dengan potensi yang ada, dari nilai gizi yang lebih, kemudian potensi populasi yang banyak, apalagi konon (dari beberapa hasil penelitian) bermanfaat untuk pengobatan, kami mencoba menggaungkan dan menggali potensi ini," tandas Juwanto.

Pertimbangan itu yang kemudian membuatnya bersemangat memberikan pelatihan bagi Akar Rumput. Dalam pandangannya, kelompok peternak yang anggotanya sudah tersebar di Cilacap bagian barat ini, dari sisi budi daya pembibitan sangat kuat. Belum lagi hasil pengembangan kawin silang yang telah menghasilkan ras baru berupa kambing Sapera, sejak lama.

Hanya, untuk pengembangan perahnya sejauh ini belum tergarap secara maksimal. Padahal dari sumber daya anggotanya, didominasi anak muda, sehingga cukup terbuka untuk terus melakukan pengembangan.

"Makanya, (pelatihan) ini untuk pemberdayaan, penumbuhkembangan, dan penguatan kelompok supaya bisa menangkap peluang (olahan produk susu) tadi," kata Juwanto.

Pelopor sekaligus Ketua Perkumpulan Peternak Akar Rumput, Puthut Dwi Prasetyo mengatakan, fokus ternak dalam kelompoknya selama ini masih terpusat pada pembibitan. Terutama pengembangan ternak kambing Sapera, yang itu menjadi produk primadona dari kelompoknya.

"Sejak awal kami memang masih fokus pada pembibitan, dan pengembangan terkait itu. Sehingga belum terlalu fokus ke arah perah," kata Puthut Dwi Prasetyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harley-Davidson Gandeng Qianjiang Produksi Motor Harga Terjangkau

Harley-Davidson Gandeng Qianjiang Produksi Motor Harga Terjangkau

Bisnis | Kamis, 20 Juni 2019 | 08:08 WIB

Sukses di Dunia Olahraga, Kakak Beradik Aero-Aqsa Rambah Bisnis

Sukses di Dunia Olahraga, Kakak Beradik Aero-Aqsa Rambah Bisnis

Sport | Jum'at, 24 Mei 2019 | 00:05 WIB

Promosi Bisnis Reparasi Gawainya ke Gustika, Gibran: Ke Tempat Saya Mbak

Promosi Bisnis Reparasi Gawainya ke Gustika, Gibran: Ke Tempat Saya Mbak

News | Senin, 06 Mei 2019 | 15:43 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB