Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Bisnis Produk Olahan Susu Kambing dari Kelompok Akar Rumput

RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 28 Juni 2019 | 08:21 WIB
Bisnis Produk Olahan Susu Kambing dari Kelompok Akar Rumput
Kambing pejantan Sapera milik Kelompok Ternak Akar Rumput di Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2019). [Suara.com/Teguh Lumbiria].

Suara.com - Bisnis perah kambing, hingga hasil olahan susu yang dihasilkan menjadi produk seperti yogurt dan kefir, belakangan ini bermunculan di Jawa Tengah. Sekalipun kehadirannya belum setenar olahan susu sapi, yang telah diproduksi sejak lama.

Sejumlah peserta praktik membuat produk olahan perah kambing di Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2019). [Suara.com/Teguh Lumbiria].
Sejumlah peserta praktik membuat produk olahan perah kambing di Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2019). [Suara.com/Teguh Lumbiria].

Hal ini menjadi perhatian Kasi Penyuluh dan Kemitraan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Juwanto, saat ditemui usai memberikan pelatihan kepada Kelompok Peternak Akar Rumput di Desa Tayem Timur, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (27/6/2019).

Juwanto mengatakan, bisnis perah kambing ini punya peluang tinggi di pasaran. Terlebih, ketika susu segar yang dihasilkan sudah dilakukan pengolahan menjadi produk.

"Tentu akan lebih tinggi nilai jualnya, sehingga menambah pendapatan," kata Juwanto.

Olahan susu perah kambing, lanjut Juwanto, sebenarnya memiliki posisi tawar atau bargain yang tinggi. Dari nilai gizinya, susu kambing itu lebih tinggi dibandingkan dengan sapi.

"Bahkan, sejumlah konsumen ada yang alergi minum susu sapi. Akan tetapi kalau susu kambing insya Allah tidak. Kalaupun ada, akan minim sekali," ujarnya.

Sementara itu, untuk populasi kambing di Kabupaten Cilacap, selama ini cukup tinggi. Terlebih dengan adanya pengembangan kambing Sapera dari kelompok peternak Akar Rumput, yang merupakan perkawinan silang antara kambing jantan Saanen, dengan kambing betina Etawa.

"Nah, ketika kita bisa menggunakan produk-produk lokal sekitar Cilacap dulu, kenapa tidak digarap terlebih dahulu, baru mengambil dari wilayah lain?" begitu paparnya bersemangat.

Di Jawa Tengah sendiri, lanjut dia, untuk perah kambing menuju pengolahan produk memang belum terlalu banyak.

baca juga

"Makanya kami coba dengan potensi yang ada, dari nilai gizi yang lebih, kemudian potensi populasi yang banyak, apalagi konon (dari beberapa hasil penelitian) bermanfaat untuk pengobatan, kami mencoba menggaungkan dan menggali potensi ini," tandas Juwanto.

Pertimbangan itu yang kemudian membuatnya bersemangat memberikan pelatihan bagi Akar Rumput. Dalam pandangannya, kelompok peternak yang anggotanya sudah tersebar di Cilacap bagian barat ini, dari sisi budi daya pembibitan sangat kuat. Belum lagi hasil pengembangan kawin silang yang telah menghasilkan ras baru berupa kambing Sapera, sejak lama.

Hanya, untuk pengembangan perahnya sejauh ini belum tergarap secara maksimal. Padahal dari sumber daya anggotanya, didominasi anak muda, sehingga cukup terbuka untuk terus melakukan pengembangan.

"Makanya, (pelatihan) ini untuk pemberdayaan, penumbuhkembangan, dan penguatan kelompok supaya bisa menangkap peluang (olahan produk susu) tadi," kata Juwanto.

Pelopor sekaligus Ketua Perkumpulan Peternak Akar Rumput, Puthut Dwi Prasetyo mengatakan, fokus ternak dalam kelompoknya selama ini masih terpusat pada pembibitan. Terutama pengembangan ternak kambing Sapera, yang itu menjadi produk primadona dari kelompoknya.

"Sejak awal kami memang masih fokus pada pembibitan, dan pengembangan terkait itu. Sehingga belum terlalu fokus ke arah perah," kata Puthut Dwi Prasetyo.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjut Puthut Dwi Prasetyo pengembangan pada perah kambing sebenarnya mulai dilakukan. Hanya karena belum fokus, hasil produksinya belum maksimal.

"Hasil perah di kami untuk saat ini masih sekitar 50 liter per hari. Sampai hari ini masih dijual dalam bentuk susu segar dan belum ada olahan lanjut. Susu diberi rasa memang ada, namun hanya dalam bentuk perpaduan rasa saja, belum mengarah ke pengolahan lebih," jelasnya.

Disinggung mengenai bisnis perah dan pengembangan pada olahan produk, Puthut mengakui cukup tinggi. Karena itu, kelompoknya berniat untuk mulai fokus mengembangkan ke depannya.

"Tentu ke depan jadi target kelompok, akan dikembangkan serius. Pelatihan ini kemudian akan jadi bekal sehingga nantinya, pemasaran di kelompok kami paling tidak sudah dalam bentuk olahan produk, seperti yogurt atau kefir," kata Puthut Dwi Prasetyo.

Ia menghitung, penjualan olahan perah kambing menjadi produk yang memiliki nilai lebih tinggi. Nilai jual susu perah kategori kandang miliknya, saat ini berkisar Rp 18.000 per liter curah. Kemudian ketika sudah dalam kemasan, harga jualnya berkisar Rp 27.000 per liter.

"Akan tetapi kalau sudah jadi yogurt itu laku Rp 40.000, dan kefir sampai Rp 45.000," urainya.

Sudah begitu, lanjut Puthut Dwi Prasetyo, teknologi pengolahannya sebenarnya tergolong sederhana, dan bahannya juga murah.

"Cuma memang ada beberapa alat yang tergolong mahal. Namun secara keseluruhan, hasil penjualannya bisa menutup kebutuhan biaya produksi," tutupnya.

Kontributor : Teguh Lumbiria

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harley-Davidson Gandeng Qianjiang Produksi Motor Harga Terjangkau

Harley-Davidson Gandeng Qianjiang Produksi Motor Harga Terjangkau

Bisnis | Kamis, 20 Juni 2019 | 08:08 WIB

Sukses di Dunia Olahraga, Kakak Beradik Aero-Aqsa Rambah Bisnis

Sukses di Dunia Olahraga, Kakak Beradik Aero-Aqsa Rambah Bisnis

Sport | Jum'at, 24 Mei 2019 | 00:05 WIB

Promosi Bisnis Reparasi Gawainya ke Gustika, Gibran: Ke Tempat Saya Mbak

Promosi Bisnis Reparasi Gawainya ke Gustika, Gibran: Ke Tempat Saya Mbak

News | Senin, 06 Mei 2019 | 15:43 WIB

Terkini

7 HP RAM 8/256 GB Harga Rp2 Jutaan, Speknya Bikin Kaget!

7 HP RAM 8/256 GB Harga Rp2 Jutaan, Speknya Bikin Kaget!

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:50 WIB

Catat Tanggalnya! NCT 127 Bagikan Jadwal Teaser Album Terbaru 'BLINGY'

Catat Tanggalnya! NCT 127 Bagikan Jadwal Teaser Album Terbaru 'BLINGY'

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:49 WIB

Polda Lampung Musnahkan Narkoba Rp264 Miliar, Ratusan Senpi Rakitan Dipotong Habis

Polda Lampung Musnahkan Narkoba Rp264 Miliar, Ratusan Senpi Rakitan Dipotong Habis

Lampung | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:45 WIB

Lampaui Target Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Pujian

Lampaui Target Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Pujian

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:43 WIB

Bocah SD Boyolali Diakui NASA, Ahmad Luthfi Langsung Beri Laptop

Bocah SD Boyolali Diakui NASA, Ahmad Luthfi Langsung Beri Laptop

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:42 WIB

Makin Brutal! Israel Culik 20 Warga Palestina saat Penggerebekan Malam di Tepi Barat

Makin Brutal! Israel Culik 20 Warga Palestina saat Penggerebekan Malam di Tepi Barat

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:41 WIB

Jual Emas hingga Gadai Sertifikat Tanah, Calon Perangkat Desa Pati Bongkar Setoran Rp165 Juta

Jual Emas hingga Gadai Sertifikat Tanah, Calon Perangkat Desa Pati Bongkar Setoran Rp165 Juta

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:38 WIB

Benarkah Menambah Taman Kota Bisa Mengurangi Gelombang Panas? Ini Temuan Peneliti

Benarkah Menambah Taman Kota Bisa Mengurangi Gelombang Panas? Ini Temuan Peneliti

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:36 WIB

4 Sepatu 910 Nineten untuk Daily Running, Nyaman dan Empuk Dipakai Latihan Lari

4 Sepatu 910 Nineten untuk Daily Running, Nyaman dan Empuk Dipakai Latihan Lari

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:35 WIB

Rupiah Akhirnya Bangkit! Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS

Rupiah Akhirnya Bangkit! Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:34 WIB

×