Benarkah Menambah Taman Kota Bisa Mengurangi Gelombang Panas? Ini Temuan Peneliti

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 29 Juli 2026 | 15:36 WIB
Benarkah Menambah Taman Kota Bisa Mengurangi Gelombang Panas? Ini Temuan Peneliti
Ilustrasi Ruang Terbuka Hijau (dok.Unsplash/Robert Katzki)

Suara.com - Umumnya masyarakat percaya bahwa dengan memperbanyak ruang hijau merupakan solusi praktis dalam meredam gelombang panas. Padahal, membangun dan mengelola ekosistem hijau di perkotaan jauh dari kata sederhana.

Gelombang panas yang terjadi sering kali tidak disadari sehingga berpotensi meningkatkan risiko kesehatan. Di tengah kondisi tersebut, taman kota kerap dijadikan sebagai tempat berlindung. Sayangnya, tidak semua ruang hijau dapat melindungi kita dari panas.

Mengutip dari penelitian yang terbit di Energy and Buildings dengan judul  Urban form and park cooling performance during extreme heat events: a case study in Melbourne, mengungkapkan bahwa meminimalisir dampak dari panas ekstrim di daerah perkotaan memerlukan lebih dari sekadar memperbanyak ruang hijau.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti berfokus pada tata kelola kota memengaruhi kinerja pendinginan selama panas ekstrim berlangsung di Melbourne.

Para peneliti menguak fakta bahwa taman kota memberikan manfaat pendinginan yang substansial selama kondisi panas ekstrim. Akan tetapi, manfaat ini sangat dipengaruhi oleh pengelolaan perkotaan di sekitarnya dan punya manfaat yang berbeda antara siang dan malam hari.

Di tengah gelombang panas, upaya pendinginan di siang hari dinilai krusial. Namun, pendinginan di malam hari tak kalah penting, mengingat kawasan perkotaan terus menerus menyerap dan menyimpan panas sepanjang hari.

Salah satu peneliti, Profesor Madya, Elmira Jamei mengatakan bahwa penanganan panas perkotaan tidak bisa sekadar mengandalkan penambahan taman tanpa stragei yang spesifik. Ia menegaskan bahwa karakter desain taman di pusat kota yang padat harus dibedakan dari taman pinggiran kota agar distribusi udara sejuk bisa bekerja secara optimal.

“Pesan untuk para perencana kota, seharusnya Anda tidak hanya mengatakan ‘bangun lebih banyak taman’ sebagai solusi untuk mengatasi panas. Taman di pusat kota punya strategi khusus yang desainnya berbeda dengan taman di pinggiran kota,” katanya.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa daya jangkau pendinginan taman dapat bekerja lebih maksimal pada kawasan perkotaan dengan tingkat kepadatan bangunan yang rendah.

baca juga

Untuk mengoptimalkannya, perancangan tata ruang disarankan lebih mengutamakan pada saluran ventilasi ke jalan terdekat, membatasi pembangunan yang mengepung batas taman, serta mengintegrasikan vegetasi pemukiman ke dalam satu jaringan hijau yang terhubung.

 “Hubungan antara taman kota dan lingkungan binaan di sekitarnya sangat memengaruhi seberapa efektif taman dalam mendinginkan kota selama cuaca panas ekstrim. Ini berarti bahwa dengan meningkatkan ketahanan kota bukan hanya tentang menciptakan ruang hijau, tetai juga tentang merancang taman dan lingkungan sekitarnya agar bekerja sebagai sistem yang terintegrasi,” ujar salah satu peneliti, Maryam Norouzi.

Berdasarkan temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa desain dan lokasi taman harus disesuaikan dengan tata kelola kota dan sekitarya, agar dapat lebih mempercepat efek pendinginan udara dari taman kota.

“Para pemangku kebijakan dapat memainkan peran yang sangat berpengaruh dalam merancang kota-kota yang adaptif terhadap perubahan iklim, sehingga kenyamanan termal di luar ruangan dapat meningkat. Pada akhirnya terciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat bagi generasi mendatang,” pungkas Jamei.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem

Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:04 WIB

Jepang Diserang Gelombang Panas Ekstrem, Banyak Warga Dilarikan ke RS

Jepang Diserang Gelombang Panas Ekstrem, Banyak Warga Dilarikan ke RS

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:07 WIB

Tak Hanya Menambah Pohon, Mengapa Kota Perlu Mengelola Ruang Hijau Secara Lebih Cerdas?

Tak Hanya Menambah Pohon, Mengapa Kota Perlu Mengelola Ruang Hijau Secara Lebih Cerdas?

News | Senin, 13 Juli 2026 | 15:36 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×