Distribusi Gas Melon Salah Sasaran, Pangkalan Mengaku Kewalahan

Chandra Iswinarno

Jum'at, 28 Juni 2019 | 13:52 WIB
Distribusi Gas Melon Salah Sasaran, Pangkalan Mengaku Kewalahan
Petugas melakukan penggantian gas elpiji tiga kilogram dengan bright gas 5,5 kilogram. [Suara.com/Ari Purnomo]

Suara.com - Banyaknya warga mampu yang menikmati gas elpiji tiga kilogram sudah terjadi sejak lama di Kota Solo, Jawa Tengah.

Konsumsi gas subsidi yang tidak tepat sasaran ini tersebut diakui seorang pemilik pangkalan gas melon Iwan (30). Diakui Iwan, selama ini sulit untuk membatasi pembelian gas elpiji tiga kilogram.

"Sebenarnya dari agen sudah memerintahkan kalau pembeli gas subsidi harus memenuhi beberapa syarat. Salah satunya adalah menunjukkan KTP," terang Iwan saat ditemui Suara.com di pangkalannya yang ada di jalan MT Haryono, Solo, Jumat (28/6/2019).

Tetapi, lanjut Iwan, dalam praktiknya hal itu sulit dilakukan. Terlebih, selama ini pembeli gas tiga kilogram kebanyakan tetangganya sendiri.

"Kalau membeli gas tiga kilogram harus menunjukkan KTP kan lama-lama sungkan juga. Lagian kan juga sudah saling mngenal," katanya.

Selain menunjukkan KTP, Iwan mengatakan, ada juga syarat lain yakni mengisi data pembelian. Data ini dibuat sebuah buku yang nantinya dijadikan sebagai laporan ke agen.

"Kalau saya laporannya direkap setiap satu bulan sekali. Tapi banyak yang harus diubah, karena susah juga kalau harus minta tanda tangan pembeli, mendatanya. Banyak yang tidak mau," ungkapnya.

Iwan pun akhinya tidak bisa melakukan pendataan secara rutin. Hal inilah yang membuat dirinya sering mendapatkan teguran dari agen yang menaunginya.

"Sering ditegur juga diingatkan terus agar tertib dalam melakukan pendataan. Kalau tidak ancamannya tidak lagi disetori," pungkasnya.

baca juga

Untuk diketahui, PT Pertamina (Persero) menggelar sidak penggunaan gas LPG subsidi 3 Kg bersama jajaran Dinas Perindustrian dan Kepolisian Resor Solo. Sidak dilakukan di beberapa rumah makan yang berlokasi di Kota Solo, Jawa Tengah.

Sales Executive LPG Pertamina MOR IV wilayah Soloraya, Adeka Sangtraga mengatakan, dari hasil sidak ditemukan rata-rata konsumsi gas LPG bersubsidi 3 kg lebih dari 300 tabung setiap minggunya.

Jumlah ini setara dengan 3,6 Metric Ton (MT) per bulan dari beberapa rumah makan dan restoran yang dijumpai di Kota solo.

"Saat ini konsumsi LPG terutama yang bersubsidi di Kota Solo mencapai 2.300 MT per bulan atau setara dengan 760 ribu tabung setiap bulannya, jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya sesuai dengan kebutuhan konsumsi masyarakat," ujar Adeka dari keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (27/6/2019) kemarin.

Kontributor : Ari Purnomo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkot Solo Masih Pergoki Rumah Makan Gunakan Gas Bersubsidi

Pemkot Solo Masih Pergoki Rumah Makan Gunakan Gas Bersubsidi

Jawa Tengah | Selasa, 25 Juni 2019 | 18:40 WIB

Elpiji Bersubsidi Langka di Palu, Terjadi Jauh Sebelum Ramadan

Elpiji Bersubsidi Langka di Palu, Terjadi Jauh Sebelum Ramadan

Bisnis | Kamis, 09 Mei 2019 | 09:39 WIB

Jelang Ramadhan, Pemerintah Diminta Amankan Stok Elpiji 3 Kg

Jelang Ramadhan, Pemerintah Diminta Amankan Stok Elpiji 3 Kg

Bisnis | Sabtu, 20 April 2019 | 14:27 WIB

DPR  Pantau Keluhan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Sumut

DPR Pantau Keluhan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Sumut

DPR | Senin, 25 Maret 2019 | 15:28 WIB

BPH Migas Tetapkan Harga Jual Jargas Rumah Tangga

BPH Migas Tetapkan Harga Jual Jargas Rumah Tangga

Bisnis | Selasa, 05 Maret 2019 | 17:32 WIB

Terkini

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

Pacuan Kuda Indonesia Naik Kelas, IHR 2026 Bidik Panggung Internasional

Pacuan Kuda Indonesia Naik Kelas, IHR 2026 Bidik Panggung Internasional

Sport | Senin, 07 September 2026 | 22:16 WIB

Dugaan Gratifikasi, Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Diduga Terima Pajero dan Mercy

Dugaan Gratifikasi, Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Diduga Terima Pajero dan Mercy

News | Senin, 07 September 2026 | 22:12 WIB

Raja Juli Belum Diperiksa KPK soal Amplop dari Bupati Kuansing, Ini Alasannya

Raja Juli Belum Diperiksa KPK soal Amplop dari Bupati Kuansing, Ini Alasannya

News | Senin, 07 September 2026 | 22:04 WIB

Pasokan Air Jakarta Dipastikan Tidak Terdampak Abu Vulkanik

Pasokan Air Jakarta Dipastikan Tidak Terdampak Abu Vulkanik

News | Senin, 07 September 2026 | 21:58 WIB

City Run di Surabaya, Menyusuri Rute Bersejarah Hingga Meracik Parfum

City Run di Surabaya, Menyusuri Rute Bersejarah Hingga Meracik Parfum

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 21:56 WIB

HAARP Disebut Bisa Picu Gempa dan Gunung Meletus, Ini Fakta Ilmiah yang Membantahnya

HAARP Disebut Bisa Picu Gempa dan Gunung Meletus, Ini Fakta Ilmiah yang Membantahnya

News | Senin, 07 September 2026 | 21:54 WIB

×