Jokowi Minta Belanja Negara Tahun Anggaran 2020 Tepat Sasaran

Iwan Supriyatna, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 15 Juli 2019 | 19:10 WIB
Jokowi Minta Belanja Negara Tahun Anggaran 2020 Tepat Sasaran
Presiden Jokowi di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019).

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar Rapat Terbatas (Ratas) guna membahas Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2020 di kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Jokowi meminta semua jajarannya untuk bisa mengantisipasi dinamika ekonomi global yang terus bergerak dan berubah dengan cepat.

"Oleh karena itu Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2020 harus mampu beradaptasi dengan suasana global yang dinamis tersebut. Kita jaga dengan sehat, inklusif, dan memperkuat daya saing kita," ujar Jokowi dalam Ratas.

Karena itu, dirinya menekankan beberapa hal untuk mengantisipasi perubahan ekonomi global.

Pertama yakni RAPBN 2020 harus diprioritaskan untuk perbaikan kualitas sumber daya manusia seperti pendidikan, kesehatan dan pelatihan-pelatihan.

"RAPBN 2020 utamanya kita prioritaskan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, pelatihan-pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan industri dan juga memberikan stimulus, rangsangan ini penting sekali," ujar Jokowi.

Kedua, ia berharap RAPBN 2020 bisa meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia. Peningkatan pelayanan kesehatan tersebut dari mulai stunting, gizi anak, keselamatan ibu hamil dan program imunisasi.

"Aggaran 5 persen di bidang kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di seluruh Tanah Air dan juga yang paling penting, masalah stunting, gizi, dan keselamatan ibu hamil saat melahirkan, program imunisasi itu betul-betul harus jadi fokus kita dalam pembangunan sumber daya manusia," kata dia.

Kemudian ketiga berkaitan dengan infrastruktur, Jokowi meminta untuk lebih difokuskan dan disambungkan dengan kegiatan dan sentra-sentra produksi.

baca juga

"Baik itu di kawasan ekonomi khusus, kawasan pariwisata, kawasan industri kecil, kawasan produksi persawahan, kawasan produksi pertanian, perkebunan, dan perikanan, serta sentra-sentra usaha mikro, kecil, dan menengah," tutur Jokowi.

Selanjutnya, poin keempat kata Jokowi yakni RAPBN 2020 harus mampu mengurangi kemiskinan.

"Saya melihat yang namanya PKH (Program Keluarga Harapan), dana desa, nantinya agar betul-betul bisa menyasar, termasuk juga bantuan modal untuk pengusaha-pengusaha mikro, UMKM, dan yang terakhir, untuk belanja pegawai sekali lagi semuanya harus dikaitkan dengan reformasi birokrasi, baik di pusat dan di daerah. Gunakan anggaran seefisien mungkin, kurangi belanja-belanja yang kurang produktif, dan pastikan semuanya tepat sasaran," tandasnya.

Dalam ratas hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Agus Gumiwang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

INFOGRAFIS: Jadi Presiden Lagi, Jokowi Pidato Tebar 3 Ancaman

INFOGRAFIS: Jadi Presiden Lagi, Jokowi Pidato Tebar 3 Ancaman

News | Senin, 15 Juli 2019 | 17:26 WIB

Amien Rais: PAN Jangan Berkoalisi dengan Jokowi

Amien Rais: PAN Jangan Berkoalisi dengan Jokowi

News | Senin, 15 Juli 2019 | 16:08 WIB

Pakai Tagar #GueTetepKampretApelo, Akun Gerindra Dicaci Pendukung Sendiri

Pakai Tagar #GueTetepKampretApelo, Akun Gerindra Dicaci Pendukung Sendiri

News | Senin, 15 Juli 2019 | 16:08 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×