Kementan : Musim Kemarau Jadi Momentum Tepat Ajak Petani Asuransikan Sawah

Fabiola Febrinastri

Kamis, 25 Juli 2019 | 08:21 WIB
Kementan : Musim Kemarau Jadi Momentum Tepat Ajak Petani Asuransikan Sawah
Petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, sukses panen padi perdana yang sehat dan bebas residu. (Dok: Kementan)

Suara.com - Musim kemarau merupakan momentum yang tepat untuk mengajak petani ikut program asuransi. Dengan asuransi, kerugian petani akibat gagal panen akan diganti rugi oleh asuransi, sehingga petani pun lepas dari kerugian total.

Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Permodalan dan Asuransi Pertanian, Direktorat Pembiayaan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Waluyo menyebutkan, di saat kemarau datang, kecenderungan petani mengasuransikan lahan sawahnya meningkat.

"Ada kenaikan, jika dibandingan saat iklim normal. Mungkin karena makin banyak yang menyadari manfaat asuransi pertanian," katanya, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Dia menyebutkan, sampai awal Juli 2019, jumlah lahan sawah yang sudah diasuransikan seluas 300.000 hektare dan terus meningkat hingga hari ini.

"Dalam dua bulan terakhir, minat petani ikut asuransi cukup tinggi. Terus ada peningkatan sampai hari ini," tegasnya.

Adapun dari jumlah lahan sawah yang ikut asuransi, Provinsi Jawa Timur paling luas, yaitu 151.000 hektare, kemudian Jawa Barat (59.000 hektare), Kalimantan Barat (29.000 hektare), Jawa Tengah (18.000 hektare), Sulawesi Tengah (14.000 hektare) dan provinsi lain di bawah 10.000 hektare.

Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Jabar, misalnya. Mereka mengajak para petani untuk ikut Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUTP) untuk mencegah kerugian lebih besar, ketika tanamannya terjadi gagal panen yang disebabkan berbagai masalah, seperti dilanda kekeringan akibat musim kemarau.

"Kami sudah mengarahkan petani untuk ikut asuransi tersebut, karena sangat membantu petani," kata Kepala Bidang Sumber Daya Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Deni Herdiana.

Dia mengatakan, Dinas Pertanian Garut melibatkan pemerintah kecamatan dan pelaksana teknis di lapangan untuk menyampaikan kepada petani tentang manfaat asuransi tanaman pangan.

baca juga

Menurutnya, kondisi musim kemarau seringkali menyebabkan tanaman pangan, seperti padi dan jenis lainnya, yang gagal panen karena kekurangan air. Akibatnya, petani mengalami kerugian karena tidak menghasilkan keuntungan dari panen tanamannya.

"Musim kemarau berdampak kekeringan dan selalu mengalami kerugian. Ini momentum baik untuk mengajak petani ikut asuransi. Asuransi merupakan bagian dari solusi yang digulirkan pemerintah untuk mengatasi kerugian petani pada musim kering," katanya.

Dia mengungkapkan, sebagian besar petani di Kabupaten Garut belum ikut serta dalam program asuransi tersebut. Biaya iuran AUTP relatif murah, yang dibayar setiap panen.

Dia mengatakan, sampai sekarang baru 40 persen petani di Garut yang ikut program asuransi yang sudah dicanangkan pemerintah pusat ini. Sisanya? Dia mengaku masih terus disosialisasikan dan diupayakan agar ikut serta.

"Jika gagal panen, maka kerugian petani akan diganti 60 persen dan hal itu bisa meringankan beban petani," katanya.

Sementara itu, bencana kekeringan akibat musim kemarau sudah mulai melanda sebagian daerah lahan pertanian di wilayah Garut bagian selatan, seperti Kecamatan Bungbulang, Cikelet dan Pameungpeuk. Sedangkan daerah utara, yakni Leuwigoong, Cibatu, dan Cibiuk.

Dinas Pertanian Garut sudah menerjunkan petugas untuk melakukan pendataan lebih lanjut dan mengantisipasinya agar kekeringan tidak meluas di musim kemarau, salah satunya dengan melakukan pompanisasi air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan : Musim Kemarau, Peserta Asuransi Usaha Tani Padi Meningkat

Kementan : Musim Kemarau, Peserta Asuransi Usaha Tani Padi Meningkat

Bisnis | Selasa, 23 Juli 2019 | 08:36 WIB

Revolusi Industri 4.0, Kementan Tingkatkan Prasarana dan Sarana Pertanian

Revolusi Industri 4.0, Kementan Tingkatkan Prasarana dan Sarana Pertanian

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 08:04 WIB

Kementan Konsolidasikan Hasil Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian

Kementan Konsolidasikan Hasil Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian

Bisnis | Sabtu, 20 Juli 2019 | 06:55 WIB

Tingkatkan Hasil Tani, Kementan Minta Kabupaten Landak Lakukan Pemetaan

Tingkatkan Hasil Tani, Kementan Minta Kabupaten Landak Lakukan Pemetaan

Bisnis | Selasa, 16 Juli 2019 | 08:27 WIB

Kementan Sarankan Petani Miliki Kartu Tani untuk Beli Pupuk Bersubsidi

Kementan Sarankan Petani Miliki Kartu Tani untuk Beli Pupuk Bersubsidi

Bisnis | Senin, 15 Juli 2019 | 09:20 WIB

Lawan Ancaman Gagal Panen Akibat Kekeringan, Ini 4 Langkah Kementan

Lawan Ancaman Gagal Panen Akibat Kekeringan, Ini 4 Langkah Kementan

Bisnis | Sabtu, 13 Juli 2019 | 08:00 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×