Usai Dilanda Kerusuhan, Harga Bensin di Wamena Tembus Rp 80 Ribu/Liter

Bangun Santoso
Usai Dilanda Kerusuhan, Harga Bensin di Wamena Tembus Rp 80 Ribu/Liter
Ilustrasi: Warga Wamena mengungsi ke Polres Jayawijaya, pascademo yang berujung tindakan anarkis, Senin (23/9/2019). (Antara/Marius Frisson Yewun)

Tak hanya bensin, harga sayuran bahkan melambung hingga Rp 30 ribu per ikat

Suara.com - Harga bensin eceran di pinggiran jalan di pusat Kota Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mengalami kenaikan dari Rp 20 ribu menjadi Rp 80 ribu/liter, karena persediaan terbatas, setelah sebagian besar penjual BBM eceran tutup akibat kerusuhan.

Pejabat Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Jayawijaya Arisman Chaniago di Wamena,ibu kota kabupaten Jayawijaya, Jumat (27/9/2019) mengatakan, harga naik tanpa petunjuk pemerintah.

Kabid Perdagangan di Disnakerindag itu mengatakan kenaikan harga terjadi karena tempat pengisian BBM tutup. Termasuk pengusaha bapok juga belum membuka tempat usaha mereka.

"Kalau ada harga yang mencapai Rp100 ribu/liter di Kota Wamena itu harga yang ditetapkan oleh oknum dan kami dari Disnaker akan tindak tegas dengan pencabutan surat izin," katanya dilansir Antara.

Tidak hanya itu, harga sayur di sejumlah tempat juga dilaporkan naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 30 ribu/ikat.

Pemerintah mengharapkan pedagang tidak mengambil kesempatan dengan peristiwa tersebut untuk menaikkan harga kebutuhan pokok.

"Kami sampaikan kepada para pedagang untuk membuka kios-kios yang masih ditutup untuk melayani kebutuhan masyarakat. Dan kami akan melakukan pemantauan harga," katanya.

Berdasarkan pantauan, beberapa toko, kios penyedia bapok di pusat Kota Jayawijaya mulai dibuka setelah tiga hari tutup. Sementara untuk penjual BBM jenis solar dan bensin eceran, belum banyak yang buka.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS