Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Terungkap! Ini Penyebab Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Molor

Iwan Supriyatna

Selasa, 01 Oktober 2019 | 13:41 WIB
Terungkap! Ini Penyebab Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Molor
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) berbincang dengan Deputi Project Direktur High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC) Tamjianto (kiri) dan Plt Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto (kanan) saat meninjau proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3).

Suara.com - Progres proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini baru mencapai 28 persen. Capaian tersebut diklaim masih sesuai dengan rencana kerja PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) selaku konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung.

Padahal Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menargetkan hingga akhir tahun ini progres proyek senilai Rp 82 triliun tersebut mencapai 50 persen.

Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra masih optimistis proyeknya tersebut bakal selesai pada tahun 2021.

"Insya Allah, kita terus ngepus kontraktor," kata Chandra saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta usai rapat koordinasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Selasa (1/10/2019).

Capaian itu terlihat dari penampakan fisik di jalur darat Jakarta-Bandung. Menurutnya, masyarakat bisa melihat progres konstruksi jika menyusuri tol dari Jakarta ke arah Bandung.

Menurut dia banyak hambatan yang dilalui dalam mengerjakan proyek tersebut dari banyaknya tiang-tiang Sutet sepanjang jalan tol Jakarta Bandung, selain itu juga permasalahan lahan.

"Kita kan butuh waktu memindahkan hal-hal seperti itu, kita akan carikan lahan-lahannya, kita engga bisa memindahkan begitu saja harus ada businnes to bussines dengan pihak lain kaya PLN. Yang jadi lama itu sebetulnya itu untuk cari lahan penggantinya, kita butuh waktu" katanya.

Dia bilang, awalnya jadwal pengoperasian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa beroperasi pada Maret 2021, namun harus mundur sampai dengan Semester II di 2021.

"Jadi gini iramanya kan memang ada masalah, tapi kita tetap harus ngepus, kerja ekstra keras, kita tidak boleh menyerah dulu. Kalau saya bilang targetnya terlalu jauh nanti kontraktornya kendur lagi, makanya saya akan ngepus kontraktornya lagi," katanya. (Fadil)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta - Bandung Paling Murah Rp 300.000

Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta - Bandung Paling Murah Rp 300.000

Bisnis | Selasa, 01 Oktober 2019 | 12:21 WIB

Wapres JK Sebut Kereta Api Cepat ke Surabaya Bisa Bersaing dengan Pesawat

Wapres JK Sebut Kereta Api Cepat ke Surabaya Bisa Bersaing dengan Pesawat

Bisnis | Sabtu, 14 September 2019 | 01:05 WIB

Hingga Akhir Tahun, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru Terbangun 40 Persen

Hingga Akhir Tahun, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru Terbangun 40 Persen

Bisnis | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 03:05 WIB

Terkini

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:37 WIB

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:35 WIB

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:26 WIB

Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor

Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:18 WIB

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:49 WIB

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:32 WIB

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:08 WIB

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:37 WIB

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:36 WIB