Kementan Dorong Penanaman Manggis untuk Konservasi dan Kurangi Emisi Karbon

Fabiola Febrinastri

Kamis, 03 Oktober 2019 | 09:46 WIB
Kementan Dorong Penanaman Manggis untuk Konservasi dan Kurangi Emisi Karbon
Ilustrasi tanaman manggis milik PT Alc Agro. (Dok : Kementan)

Suara.com - Buah manggis atau "Si Ratu Buah Tropis" banyak dijumpai di kawasan hutan atau perkebunan. Di habitat alaminya, pohon manggis banyak ditemukan tumbuh bersanding dengan pohon durian yang dijuluki "Raja Buah Tropis".

Manggis terkenal bercita rasa eksotik dan memiliki kandungan zat antioksidan tertinggi di antara buah tropis lainnya. Itulah kenapa manggis banyak diminati konsumen, baik pasar domestik maupun ekspor.

Tak banyak yang tahu, selain bernilai ekonomi dan bergizi tinggi, ternyata manggis juga turut berperan dalam perbaikan kualitas lingkungan. Lho kok bisa?

Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman, di sela-sela kunjungan kerja ke kebun manggis PT Alc Agro, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Bogor, menyebut pengembangan manggis memberi manfaat ganda, selain manfaat ekonomi, juga mengurangi emisi karbon.

"Tanaman manggis adalah salah satu anugerah yang diberikan Tuhan untuk daerah tropis seperti Indonesia. Selain buahnya bernilai komersil tinggi, manggis juga baik untuk konservasi. Ini merupakan tanaman pelindung kota, memperbaiki kualitas lingkungan karena sifatnya yang every green, akarnya kokoh serta batangnya kuat dan elestis. Sangat potensial untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon," ujar Liferdi.

Liferdi menjelaskan, Protokol Kyoto 1997 mengatur tentang perdagangan karbon. Dalam konteks negara, siapa pun yang melakukan upaya pengurangan emisi, misalnya CO2, maka berhak mendapatkan kompensasi. Dengan asumsi 1 ton karbon mendapatkan kompensasi senilai 71 dolar AS.

"Sesuai data BPS tahun 2018, kita punya 2,1 juta batang pohon manggis yang sudah menghasilkan atau identik dengan pohon manggis yang sudah berumur tua. Nah, kalau dalam setiap 1 pohon manggis diasumsikan menyimpan 10 kilogram karbon saja, maka sejatinya sudah berkontribusi mengurangi emisi sebanyak 21.000 ton CO2. Kalau dikalkulasi ekonomi atau diperdagangkan di pasar karbon bisa senilai kurang lebih 1,49 juta dolar AS," papar Liferdi.

Dalam konteks jasa, lanjut Liferdi, lingkungan tanaman manggis yang telah menghasilkan buah, yang mampu memberikan manfaat ekonomi lingkungan kepada masyarakat sebesar 1,49 juta dolar AS atau Rp 20,8 miliar.

"Nilai tersebut baru dari aspek pengurangan emisi, belum nilai ekonomi langsung dari hasil buah dan bagian tanaman manggis lainnya. Terlebih lagi kalau dihitung jasa lingkungannya terhadap pengendalian banjir, erosi dan konservasi air tanah. Luar biasa besar manfaatnya," terang Liferdi, yang juga dikenal sebagai pakar manggis tersebut.

baca juga

Menurutnya, saat ini Ditjen Hortikultura terus menggodog dan menyempurnakan grand design pengembangan Hortikultura 2020 - 2024, yang mensinergikan berbagai aspek terkait dari hulu hingga hilir. Khusus manggis, pihaknya mendorong pengembangan kawasan manggis yang berorientasi pasar modern dan ekspor namun tetap berwawasan lingkungan.

"Tanaman manggis dikenal sebagai tanaman yang berumur panjang bahkan bisa mencapai ratusan tahun. Tidak serta merta misalnya ditanam sekarang, lalu bisa dipetik buahnya 2-3 tahun lagi. Untuk belajar berbuah saja, paling tidak butuh 8 tahun. Jadi perlu manajemen pengelolaan kebun dan visi jangka panjang yang kuat terkait kelestarian lingkungan," katanya.

Ia menjelaskan, selama fase pertumbuhan awal, tanaman manggis butuh tanaman peneduh terutama pada periode kritis 0 - 3 tahun sejak tanam. Dalam periode tersebut bisa saja dimanfaatkan untuk menanam tanaman sela seperti albasia, pisang atau pepaya agar dalam jangka menengah petani bisa mendapatkan penghasilan lain.

"Selain manfaat ekonomi langsung, harus diingat bahwa pengembangan kawasan manggis juga memberikan manfaat terhadap lingkungan. Nah, kalau sudah bicara kepentingan jasa lingkungan, semua pihak atau stakeholders terkait musti terlibat," tambahnya.

Kembangkan Manggis di Lahan 90 Hektare
Manajer Operasional PT Alc Agro, Rusman, mengaku, saat ini sudah mengembangkan manggis dalam satu hamparan lahan HGU seluas 90 hektare di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Bogor.

"Kami mungkin satu-satunya swasta di Indonesia, bahkan di kawasan Asia Pasifik yang menanam manggis secara monokultur dalam satu hamparan yang luasnya mencapai 90 hektare. Target kami bisa mencapai 200 hektare. Coba perhatikan, kawasan manggis di Indonesia rata-rata masih berupa hutan, bercampur dengan tanaman buah lainnya. Kami ingin bangun kawasan percontohan manggis yang tidak semata bertujuan komersial, namun melekat visi lingkungan alam yang lestari," papar Rusman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan : Mekanisasi Pertanian Dinilai Bisa Cegah Karhutla

Kementan : Mekanisasi Pertanian Dinilai Bisa Cegah Karhutla

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2019 | 08:55 WIB

Sudah Saatnya Pemerintah Terapkan Bioteknologi di Bidang Pangan

Sudah Saatnya Pemerintah Terapkan Bioteknologi di Bidang Pangan

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 16:32 WIB

Wujudkan Swasembada Gula, Kementan Telah Mereformasi Perizinan

Wujudkan Swasembada Gula, Kementan Telah Mereformasi Perizinan

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 09:32 WIB

Pupuk Subsidi hanya untuk Petani yang Tergabung dalam Kelompok Tani

Pupuk Subsidi hanya untuk Petani yang Tergabung dalam Kelompok Tani

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 05:54 WIB

Kementan :  Kebijakan Pengelolaan Anggaran Belanja Terbukti Produktif

Kementan : Kebijakan Pengelolaan Anggaran Belanja Terbukti Produktif

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 05:26 WIB

Dosen IPB Usulkan Mentan Jadi Bapak Mekanisasi Pertanian

Dosen IPB Usulkan Mentan Jadi Bapak Mekanisasi Pertanian

News | Selasa, 01 Oktober 2019 | 12:36 WIB

Terkini

Usaha dan Daya dalam Fisika: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Usaha dan Daya dalam Fisika: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 17:05 WIB

Mulai Investasi dan Buka RDN via BRImo, Dapatkan Hadiah Saldo dan Kopi Gratis

Mulai Investasi dan Buka RDN via BRImo, Dapatkan Hadiah Saldo dan Kopi Gratis

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 17:02 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 16:57 WIB

Rawat Gigi Jadi Lebih Hemat! Nikmati Cashback Rp150 Ribu di Sozo Dental Pakai BRImo

Rawat Gigi Jadi Lebih Hemat! Nikmati Cashback Rp150 Ribu di Sozo Dental Pakai BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 16:56 WIB

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 16:50 WIB

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Cara Menghitung Luas Tembereng Lingkaran Jika Diketahui Sudut Pusat

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

Rencana Pemerintah Buka 200 Juta Rekening Dikhawatirkan Jadi Celah Transaksi Judol

News | Minggu, 13 September 2026 | 16:49 WIB

Respon Usulan CFD Jakarta Digelar Sabtu-Minggu, Pramono Anung Buka Suara

Respon Usulan CFD Jakarta Digelar Sabtu-Minggu, Pramono Anung Buka Suara

News | Minggu, 13 September 2026 | 16:43 WIB

Kuliner Sunda Naik Kelas, Bumi Lembur Kuring Hadir di Tengah Kawasan Premium Jakarta Selatan

Kuliner Sunda Naik Kelas, Bumi Lembur Kuring Hadir di Tengah Kawasan Premium Jakarta Selatan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 16:38 WIB

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Nikmati Cashback 10 Persen di MANARAI Lewat QRIS BRImo, Cek Syaratnya

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 16:36 WIB

×