Kementan : Mekanisasi Pertanian Dinilai Bisa Cegah Karhutla

Fabiola Febrinastri

Kamis, 03 Oktober 2019 | 08:55 WIB
Kementan : Mekanisasi Pertanian Dinilai Bisa Cegah Karhutla
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy. (Dok : Kementan).

Suara.com - Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebenarnya bisa dilakukan dengan mekanisasi pertanian. Kegiatan yang dilakukan bersamaan dengan dekomposer ini menjadi salah satu alat olah tanah tanpa melakukan pembakaran dan pupuk dekomposer dinilai mampu bekerja cepat untuk mengurai tanah.

"Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) prihatin dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sekarang ini. Mentan minta jajarannya menyiapkan alsintan (alat mesin pertanian) untuk mencegah kebakaran di musim kering," kata penasihat senior Mentan, Sam Herodian.

Menurutnya, mekanisasi dan teknologi dekomposer yang dimaksud mampu mengerjakan pembajakan lahan secara terukur karena pola tanamnya sudah menggunakan piringan dan mesin pencacah tanah. Proses tersebut dimaksimalkan dengan biokomposer dan benih unggul yang cocok dengan tanah yang digarap.

"Nah, sisa kayu yang ada bisa diberikan biocat untuk menahan air. Kita sudah membangun embung. Intinya adalah, kalau petani semangat, pemerintah pusat semangat memberikan berbagai bantuan," katanya.

Sam memastikan, jika pola tanam ini berjalan dengan baik, maka ke depan, pemerintah akan mengembangkan Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) untuk membuka lahan sekitar 20.000 hektare di Provinsi Riau.

Dia menambahkan, penggunaan alsintan yang diberikan Kementan mendapatkan apresiasi Bappenas sebagai pendorong kemajuan ekonomi daerah. Pasalnya, setiap peningkatan 1 persen belanja alsintan mendorong 0,33 persen peningkatan PDB subsektor pertanian, peternakan, perburuhan, dan jasa pertanian di daerah.

Bappenas mengatakan, pencetakan lahan baru, penambahan lahan pertanian produktif, peningkatan produksi produk pertanian dan pemanfaatan mekanisasi sebaiknya terus dijalankan.

Kerahkan Puluhan Alsintan di Riau
Direktur Alsintan Ditjen PSP, Andi Nur Alam mengatakan, pihaknya telah mengerahkan puluhan unit alsintan di Provinsi Riau untuk membantu percepatan olah tanah dan pembuatan embung.

Menurut dia,ini dapat digunakan petani secara maksimal dan meningkatkan produksinya. Berdasarkan catatan, alsintan yang disalurkan melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan hingga 2018 sudah mencapai 385.170 unit.

baca juga

Alsintan itu terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, chopper, cultivator, excavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung dan alat tanam jagung semi manual.

Pada 2015, alsintan yang disalurkan sebanyak 54.083 unit. Tahun 2016 sebanyak 148.832 unit, tahun 2017 sebanyak 84.356 unit, dan tahun 2018 sebanyak 115.435 unit (per Oktober 2018). Total yang sudah diberikan sebanyak 385.170 unit.

Andi mengatakan, jumlah terbanyak tenaga kerja pada sektor tanaman pangan adalah petani berusia lebih kurang 60 tahun, disusul kemudian usia antara 40 - 45 tahun.

Dampak nyata adanya kelangkaan tenaga kerja dan usia lanjut tenaga petani untuk mendukung budi daya tanaman padi adalah rendahnya kapasitas kerja tanam padi per satuan luas lahan dan mahalnya biaya tanam. Dengan mekanisasi, masalah tenaga kerja itu dapat diatasi.

"Hemat tenaga kerja, mempercepat waktu penyelesaian kerja tanam per satuan luas lahan, dan akhirnya mampu menurunkan biaya produksi budidaya padi," kata Andi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Saatnya Pemerintah Terapkan Bioteknologi di Bidang Pangan

Sudah Saatnya Pemerintah Terapkan Bioteknologi di Bidang Pangan

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 16:32 WIB

Wujudkan Swasembada Gula, Kementan Telah Mereformasi Perizinan

Wujudkan Swasembada Gula, Kementan Telah Mereformasi Perizinan

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 09:32 WIB

Pupuk Subsidi hanya untuk Petani yang Tergabung dalam Kelompok Tani

Pupuk Subsidi hanya untuk Petani yang Tergabung dalam Kelompok Tani

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 05:54 WIB

Kementan :  Kebijakan Pengelolaan Anggaran Belanja Terbukti Produktif

Kementan : Kebijakan Pengelolaan Anggaran Belanja Terbukti Produktif

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 05:26 WIB

Dosen IPB Usulkan Mentan Jadi Bapak Mekanisasi Pertanian

Dosen IPB Usulkan Mentan Jadi Bapak Mekanisasi Pertanian

News | Selasa, 01 Oktober 2019 | 12:36 WIB

Kementan Minta Petani Gunakan Pestisida Sesuai Anjuran

Kementan Minta Petani Gunakan Pestisida Sesuai Anjuran

Bisnis | Selasa, 01 Oktober 2019 | 11:21 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×