Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Bandingkan Cara Kerja di Australia, Cuitan Warga Malaysia Ini Viral

Iwan Supriyatna, Rifan Aditya

Selasa, 08 Oktober 2019 | 08:12 WIB
Bandingkan Cara Kerja di Australia, Cuitan Warga Malaysia Ini Viral
Ilustrasi karyawan dan atasan di kantor, karier karyawan, pekerja kantor. [Shutterstock]

Suara.com - Cuitan warga Malaysia bernama Aruni tentang jam kerja orang Australia menjadi viral di Twitter. Tweet tersebut diunggah pada Kamis (3/10/2019).

Aruni pernah tinggal dan bekerja di Melbourne, Australia. Dia merasa heran dengan cara kerja orang di sana.

Wanita itu juga membandingkan kebiasaan kerja orang Malaysia dengan Australia. Aruni menekankan pada jam kerja yang tepat waktu.

"Saat tinggal di Melbourne, kami sangat disarankan untuk tidak meninggalkan kantor selambat-lambatnya saat jam kerja. Dan ketika saya membawa budaya itu ke sini, saya diberi tahu bahwa 'budaya Malaysia' mengharuskan kita mengorbankan waktu pribadi & bekerja lembur dengan gaji yang tidak memadai," tulis Aruni lewat akun Twitter @aruni_93.

Aruni mengatakan tentang bagaimana orang Australia menekankan untuk pulang kantor lebih awal dibandingkan dengan karyawan Malaysia.

Cuitan Aruni yang diunggah pada Kamis (3/10/2019) tentang jam kerja orang Australia menjadi viral di Twitter. (twitter @aruni_93)
Cuitan Aruni yang diunggah pada Kamis (3/10/2019) tentang jam kerja orang Australia menjadi viral di Twitter. (twitter @aruni_93)

Tweet tersebut telah mendapatkan lebih dari 4 ribu retweet dan 3 ribu like saat tulisan ini diterbitkan.

Menurut laporan World of Buzz, cuitan tersebut menarik banyak komentar dari warganet Malaysia.

Seorang warga Malaysia lain bahkan berbicara tentang bagaimana tugas yang hampir mustahil diberikan oleh bos untuk diselesaikan secepatnya.

"Kenyataannya adalah ada contoh di mana bos menginstruksikan karyawan mereka untuk menyelesaikan tugas 3 hari besok, atau, ketika klien menetapkan tenggat waktu bahwa pekerjaan sebulan diselesaikan dalam waktu seminggu, dengan cara apa pun," tulis warganet tersebut.

Warganet lain berbicara tentang bagaimana atasan meminta bekerja terlalu berat pada teman sebelum meninggal dunia.

"Perusahaan memperlakukan stafnya seperti pekerja konstruksi. Teman saya yang terlambat harus bekerja bahkan pada hari libur nasional, dan ketika dia jatuh sakit, dia meninggal pada hari berikutnya. Perusahaan itu kemudian memanggil orang tuanya dan meminta mereka untuk membersihkan barang-barangnya segera untuk memberi jalan bagi orang baru yang masuk. Di mana belas kasihannya?"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Masuk Polisi, Pria Asal Argentina Hapus Tato Pakai Parutan Keju

Demi Masuk Polisi, Pria Asal Argentina Hapus Tato Pakai Parutan Keju

News | Senin, 07 Oktober 2019 | 13:12 WIB

Grab Kena Denda Rp 290 Miliar di Negara Asalnya Malaysia

Grab Kena Denda Rp 290 Miliar di Negara Asalnya Malaysia

Bisnis | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 08:16 WIB

5 Berita Kesehatan: WNI Berobat ke Malaysia, Tanda Depresi Pada Ayah Baru

5 Berita Kesehatan: WNI Berobat ke Malaysia, Tanda Depresi Pada Ayah Baru

Health | Kamis, 03 Oktober 2019 | 20:03 WIB

Terkini

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:57 WIB

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:41 WIB

IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:35 WIB

Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026

Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:37 WIB

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:19 WIB

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:10 WIB

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:02 WIB

Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko

Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:54 WIB

Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?

Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:52 WIB

Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik

Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:39 WIB