BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:02 WIB
BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS
Ilustrasi Bank Indonesia. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menaikkan BI-Rate menjadi 5,50 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
  • Kebijakan moneter tersebut memicu peningkatan aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI dan SBN sejak Juni 2026.
  • Nilai tukar rupiah menguat ke bawah level Rp18.000 berkat intervensi pasar serta bauran kebijakan Bank Indonesia secara konsisten.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan akan menjaga stabilisasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Salah satunya dengan kenaikan, BI-Rate menjadi 5,50 persen.

Tidak hanya itu, penguatan imbal hasil SRBI dan SBN membuat investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut.

Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny, mengatakan hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca-lelang SRBI pada 10 Juni 2026.

"Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah," katanya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Dia melanjutkan sejalan dengan perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS.

Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny di Gedung BI, Jumat (7/11/2025). [Suara.com/Rina]
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny. [Suara.com/Rina]

"Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi NDF di pasar offshore serta transaksi spot dan DNDF di pasar domestik secara konsisten dan terukur," tandasnya.

Sebelumnya, rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat pekan, (12/6/2026). Penguatan ini membuat mata uang Garuda masuk zona hijau.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp17.928 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 60 poin atau 0,34 persen dari sehari sebelumnya yang ada di Rp17.988 per dolar AS.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Rate Naik, Bank Mandiri Segera Sesuaikan Bunga Kredit dan Tabungan

BI Rate Naik, Bank Mandiri Segera Sesuaikan Bunga Kredit dan Tabungan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:10 WIB

BBM Naik-Rupiah Jebol, Budget Hiburan Kelas Menengah Hilang

BBM Naik-Rupiah Jebol, Budget Hiburan Kelas Menengah Hilang

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:05 WIB

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco

Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 11:06 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia

Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:33 WIB

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:51 WIB

Terkini

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses

Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Rumah di Tamansari Jakbar Ludes Terbakar, Warga Panik Dengar Suara Ledakan

Rumah di Tamansari Jakbar Ludes Terbakar, Warga Panik Dengar Suara Ledakan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Apakah Tamanu Oil Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Apakah Tamanu Oil Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:27 WIB

BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Tembus 65.800 Pengunjung

BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Tembus 65.800 Pengunjung

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Apakah Viva Skin Food Bisa untuk Kaki Pecah-Pecah? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Viva Skin Food Bisa untuk Kaki Pecah-Pecah? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:24 WIB

Polisi Tangkap Pembunuh Ibu-Anak di Madiun, Jasad Korban Digiling Pakai Mesin Daging

Polisi Tangkap Pembunuh Ibu-Anak di Madiun, Jasad Korban Digiling Pakai Mesin Daging

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:22 WIB

DPR Percepat Pembahasan RUU Perampasan Aset, Target Sahkan 15 Desember 2026

DPR Percepat Pembahasan RUU Perampasan Aset, Target Sahkan 15 Desember 2026

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:17 WIB

×