Warga Bekasi Tolak Penghapusan Minyak Goreng Curah

Iwan Supriyatna

Kamis, 10 Oktober 2019 | 16:23 WIB
Warga Bekasi Tolak Penghapusan Minyak Goreng Curah
Pedagang menunjukkan minyak goreng curah di Pasar Santa, Jakarta, Selasa (8/10). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pemerintah berencana menghapus peredaran minyak goreng curah di pasaran mulai awal Januari 2020 mendatang.

Menanggapi hal itu, sejumlah masyarakat Kota Bekasi, Jawa Barat, menolak rencana pemerintah yang akan menghapus peredaran minyak goreng curah di pasaran.

Sebab, mereka menilai, minyak goreng curah masih dibutuhkan bagi masyarakat kurang mampu atau miskin.

"Minyak goreng curah itu masih dibutuhkan terutama bagi masyarakat kurang mampu," ujar Indriani (35) warga Kampung Poncol, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (10/10/2019) kepada suara.com.

Indriani sendiri mengaku masih menggunakan minyak goreng curah apabila kondisi keuangan keluarganya kurang baik.

"Kalau lagi tanggal tua itu saya juga masih beli, ya buat masak tahu, tempe. Lauk pauk pokoknya karena kan murah juga," ujar dia.

Ia meminta kepada pemerintah tidak melulu membebani rakyatnya yang kini tercatat sebagai warga kurang mampu.

Menurutnya, kebijakan yang diambil pemerintah terlalu diskriminatif terhadap rakyat miskin hingga dipaksa untuk membeli sembako ternama atau dalam kemasan.

"Jangan paksa rakyat membeli apa yang tidak mampu, kecuali minyak dalam kemasan itu di subsidi kepada masyarakat kurang mampu," tuturnya.

baca juga

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Junaedi (45) yang merupakan salah satu pedagang di Pasar Baru Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Juanedi sendiri mengaku telah mengetahui rencana pemerintah menghapus peredaran minyak goreng curah. Bahkan ia tahu wacana itu bergulir sejak tahun 2014 silam.

"Tapi kami tidak setuju intinya, karena masih dibutuhkan juga selama ini saya berdagang minyak goreng curah," ungkapnya.

Menurutnya, selama ini permintaan untuk minyak goreng curah lebih tinggi dibandingkan minyak goreng kemasan. Dalam sepekan, tokonya yang berada di Pasar Baru Kranji ini bisa menghabiskan 30 ton minyak goreng curah.

Sementara harga jual per kilo nya Rp 8.500 lebih murah Rp 2.000 hingga Rp 3.000 dibandingkan dengan minyak goreng kemasan beberapa merk ditokonya.

Artinya dalam satu minggu omset pendapatan toko tersebut mencapai Rp 255 juta. Omset penjualan ratusan juta tersebut terancam hilang jika kebijakan wajib kemas minyak goreng diberlakukan Januari mendatang.

"Pedagang-pedagang kecil kaya gado-gado, gorengan, karena selisihnya lumayan," jelas dia.

Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Goreng Curah Bakal Hilang, Pedagang Bersiap Naikkan Harga Dagangan

Minyak Goreng Curah Bakal Hilang, Pedagang Bersiap Naikkan Harga Dagangan

Bisnis | Rabu, 09 Oktober 2019 | 09:10 WIB

Pemerintah Masih Perbolehkan Minyak Goreng Curah Beredar di Pasaran

Pemerintah Masih Perbolehkan Minyak Goreng Curah Beredar di Pasaran

Bisnis | Selasa, 08 Oktober 2019 | 20:05 WIB

Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar Tahun Depan

Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar Tahun Depan

Foto | Selasa, 08 Oktober 2019 | 18:33 WIB

Terkini

Day Cream Facetology Apakah Ada SPF-nya? Cek Kandungan dan Peringatan Pemakaian

Day Cream Facetology Apakah Ada SPF-nya? Cek Kandungan dan Peringatan Pemakaian

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 14:55 WIB

Prediksi Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh Jika John Herdman Ubah Strategi

Prediksi Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh Jika John Herdman Ubah Strategi

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 14:54 WIB

Lowongan Minta Paket Lengkap, Gaji Paket Hemat: Ada Apa dengan Pasar Kerja?

Lowongan Minta Paket Lengkap, Gaji Paket Hemat: Ada Apa dengan Pasar Kerja?

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 14:50 WIB

Komite IV DPD RI Tuntaskan Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota BPK RI

Komite IV DPD RI Tuntaskan Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota BPK RI

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:44 WIB

Rekam Jejak Yoseph Jhon Ferry, Pejabat Lapas Cibinong yang Kariernya Disorot DPR

Rekam Jejak Yoseph Jhon Ferry, Pejabat Lapas Cibinong yang Kariernya Disorot DPR

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:43 WIB

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi

Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:42 WIB

Pimpinan DPR Temui Perwakilan Buruh, 11 Tuntutan Bakal Dibawa ke Panja RUU Ketenagakerjaan

Pimpinan DPR Temui Perwakilan Buruh, 11 Tuntutan Bakal Dibawa ke Panja RUU Ketenagakerjaan

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:37 WIB

Aksi Demo di DPR: Transjakarta Alihkan 8 Rute via Tol dan Setop Sementara Sejumlah Layanan

Aksi Demo di DPR: Transjakarta Alihkan 8 Rute via Tol dan Setop Sementara Sejumlah Layanan

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:36 WIB

Weton Tertinggi Hari Apa? Begini Cara Menghitung Weton

Weton Tertinggi Hari Apa? Begini Cara Menghitung Weton

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 14:35 WIB

Media Belanda Ikut Gemes Thom Haye Dikartu Merah

Media Belanda Ikut Gemes Thom Haye Dikartu Merah

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 14:32 WIB

×