Bandara Radin Inten II akan Layani Penerbangan Langsung Haji dan Umroh

Senin, 14 Oktober 2019 | 16:18 WIB
Bandara Radin Inten II akan Layani Penerbangan Langsung Haji dan Umroh
Bandara Radin Inten II, Lampung. (Dok : Kemenpar).

Suara.com - PT Angkasa Pura II (AP II) resmi mengelola Bandara Radin Inten II, Lampung. Pengembangan siap dilakukan. Termasuk mematangkan rencana penerbangan langsung haji dan umroh. Bandara Radin Inten II diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Lampung.

Pengelolaan Bandara Radin Inten II oleh AP II tertuang dalam perjanjian kerjasama. Tepatnya antara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura II (Persero). Perjanjian itu tentang Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara pada Bandara Kelas I Radin Inten II Lampung, Sabtu (12/10/2019). 

Melalui kerja sama dengan konsep KSP Barang Milik Negara itu, maka Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menyerahkan pengelolaan Bandara Radin Inten II kepada Angkasa Pura (AP) II selama masa perjanjian. Yakni 30 tahun, atau dari 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2050.

Latar belakang dilakukan kerja sama dengan skema KSP Barang Milik Negara ini, antara lain adalah karena diperlukan pembangunan dan pengembangan fasilitas. Serta pengoperasian Bandara Radin Inten II guna meningkatkan keamanan dan keselamatan penerbangan. Pihak AP II pun menyatakan siap melakukan pengelolaan, optimalisasi, dan pengembangan fasilitas di bandara tersebut.

Sebagai bagian dari perjanjian, AP II akan menerima pendapatan aeronautika, pendapatan nonaeronautika, dan pendapatan kargo dari pengelolaan Bandara Radin Inten II. Selanjutnya, AP II melakukan pembayaran atas kontribusi tetap dan pembagian keuntungan kepada Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub terhadap tiga pendapatan tersebut, yang diperoleh dari pengelolaan Radin Inten II.

Selain itu, AP II juga akan menyerahkan hasil pengembangan, pembangunan dan penambahan fasiitas di Bandara Radin Inten II kepada Ditjen Perhubungan Udara ketika perjanjian berakhir. 

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengaku sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada pihaknya, untuk mengelola Bandara Radin Inten II. Menurutnya, pihanya siap mengelola bandara tersebut dan mengembangkan konektivitas penerbangan di Lampung.

“Bandara Radin Inten II akan bersinergi dengan bandara-bandara lain di bawah pengelolaan AP II yang saat ini total berjumlah 17 bandara. Tentunya kami melakukan pengembangan infrastruktur di bandara yang diserahkan ke AP II melalui skema KSP Barang Milik Negara, seperti Radin Inten II di Lampung dan Tjilik Riwut di Palangkaraya,” ungkapnya.

Selain itu, AP II juga membangun sistem yang menyinergikan seluruh bandara, termasuk yang dikelola melalui skema KSP Barang Milik Negara. Tujuannya, agar dapat mendukung satu sama lain dalam suatu jaringan penerbangan, sehingga AP II dapat optimal dalam mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. 

Baca Juga: Jadi Magnet Wisata Belanja, Kemenpar Ingin Indonesia Great Sale Rutin

Lebih jauh Awaluddin mengatakan, pengelolaan, optimalisasi dan pengembangan fasilitas bandara milik pemerintah oleh AP II melalui skema KSP Barang Milik Negara akan menghemat APBN. Sebab, biaya investasi dan operasional berasal dari AP II. Khusus untuk Bandara Radin Inten II, AP II telah memiliki rencana pengembangan dengan nilai investasi sebesar Rp500 miliar untuk 30 tahun

Pengembangan tersebut mencakup perluasan terminal penumpang pesawat dan pembangunan infrastruktur pendukung operasional. Seperti perluasan dan renovasi gedung kargo, pembangunan gardu listrik khusus, pembangunan akses jalan, pembangunan gedung operasional CCR dan Power Quality, serta infrastruktur lainnya.

"Salah satu tujuan pengembangan dan pembangunan yang dilakukan AP II adalah supaya Bandara Radin Inten II dapat menjadi embarkasi penerbangan haji dan umrah. Selain tentunya mendukung perekonomian dan pariwisata di Provinsi Lampung," jelasnya.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerangkan, beralihnya pengelolaan ke AP II bertujuan agar Bandara Radin Inten II dapat lebih cepat berkembang. Ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi swasta/ BUMN dalam pengembangan infrastruktur.

Menurutnya, potensi pertumbuhan sektor penerbangan di Lampung cukup besar. Antara lain untuk penerbangan umrah dan pariwisata. Menyusul hal tersebut, Menhub memaparkan bahwa runway di Bandara Radin Inten II akan dikembangkan sehingga dapat melayani penerbangan pesawat berbadan lebar (wide body).

“Tahun 2020, landasan akan ditingkatkan untuk bisa didarati Airbus A330. Kami meminta AP II untuk melihat peluang lain dalam mengoptimalkan Radin Inten II. Bandara ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain seperti penerbangan private jet. AP II dapat mengelola secara profesional dan melihat potensi apa yang bisa dikembangkan," bebernya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI