5 Tahun Kabinet Jokowi, Pengusaha Ungkap Keberhasilan dan Kegagalannya

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:13 WIB
5 Tahun Kabinet Jokowi, Pengusaha Ungkap Keberhasilan dan Kegagalannya
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menjenguk Menkopolhukam Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) akan berakhir pada minggu ini, Jokowi sang incumbent berhasil mempertahankan posisinya sebagai Presiden, namun pada periode kedua ini Jokowi ditemani Ma'aruf Amin memimpin Indonesia untuk periode 2019-2024.

Lantas apakah pada periode pertama ini Jokowi memberikan kepuasan bagi kalangan pengusaha?

Menanggapi hal itu Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana mengatakan, keberhasilan Jokowi di periode pertama adalah menempatkan Indonesia dalam ranking-ranking tujuan investasi yang baik di dunia.

"Beliau juga meningkatkan Indonesia menjadi kompetitif indeksnya sangat bagus," puji Danang dalam acara Indonesia Trade Investment Summit yang diselenggarakan Apindo di Jakarta (15/10/2019).

Tapi kata Danang, pemerintahan Jokowi di periode pertama ini dinilai gagal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, padahal pada saat kampanye dahulu Jokowi menargetkan bakal membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia 7 persen tapi faktanya hari ini hanya sekitar 5 persen saja.

"Kegagalannya cuman satu saja. Belum bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen itu saja," katanya.

Penyebabnya kata dia adalah soal ekonomi global yang kondisinya memang sedang suram, perang dagang antara Amerika Serikat dan China jadi pendorong pelemahan utama ekonomi global selain sentimen yang lain.

Namun faktor yang paling krusial menurut dia justru datang dari dalam negeri sendiri.

"Ya oke internasional pasti mempengaruhi tapi domestik situation juga harus menjadi satu hal benar-benar terkontrol karena itu ada di dalam kewenangannya," katanya.

baca juga

"Hampir 70-80 persen masalah ketidak surveian negara mencapai pertumbuhan ekonomi masalah domestik bukan masalah internasional coba liat negara-negara lain masih tumbuh kan meskipun kecil. Tapi kecil dibandingkan Indonesia yang 5 persen dengan PDB yang sekian tinggi mereka jauh lebih tinggi lagi," paparanya.

Jadi menurut Danang pertumbuhan Indonesia yang tumbuh 5 persen dirasa masih kecil karena tak sebanding dengan laju Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang besar.

"Jadi 1 persen pertumbuhan (negara lain) gak ada masalah. Indonesia pertumbuhan 5 persen itu kecil bangat karena PDBnya kan sekian," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati Bonus Demografi Bisa Jadi Boomerang untuk Pemerintah

Hati-hati Bonus Demografi Bisa Jadi Boomerang untuk Pemerintah

Bisnis | Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:50 WIB

Pengusaha Akui Lapangan Kerja Menyempit

Pengusaha Akui Lapangan Kerja Menyempit

Bisnis | Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:30 WIB

Pengusaha Sebut Defisit Neraca Perdagangan karena Turunnya Daya Beli

Pengusaha Sebut Defisit Neraca Perdagangan karena Turunnya Daya Beli

Bisnis | Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:12 WIB

Terkini

Menengok Progres Embung Kebagusan, Penahan Banjir Baru Jakarta

Menengok Progres Embung Kebagusan, Penahan Banjir Baru Jakarta

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Kupas Tuntas Kurikulum IB vs Cambridge: Mana yang Lebih Jaminan Lolos Kuliah di Luar Negeri?

Kupas Tuntas Kurikulum IB vs Cambridge: Mana yang Lebih Jaminan Lolos Kuliah di Luar Negeri?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Viva Hair Tonic Manfaatnya Apa Saja untuk Rambut? Ini 3 Varian dan Harganya

Viva Hair Tonic Manfaatnya Apa Saja untuk Rambut? Ini 3 Varian dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Bank Jakarta Siapkan Pembiayaan Rp5,87 Triliun untuk Perumahan hingga Transportasi Publik

Bank Jakarta Siapkan Pembiayaan Rp5,87 Triliun untuk Perumahan hingga Transportasi Publik

Jakarta | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:42 WIB

Adu Jotos Satpol-PP dan Pekerja di Jaksel, Polisi Turun Tangan

Adu Jotos Satpol-PP dan Pekerja di Jaksel, Polisi Turun Tangan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:17 WIB

Polisi Proses Laporan Warga yang Protes Petasan Perayaan Maulid Nabi

Polisi Proses Laporan Warga yang Protes Petasan Perayaan Maulid Nabi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:13 WIB

OTT KPK di BNPB Diduga Terkait Korupsi Dana Bencana

OTT KPK di BNPB Diduga Terkait Korupsi Dana Bencana

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:10 WIB

KPK Amankan 14 Orang di OTT BNPB, Sita Emas Batangan dan Uang Rp1,4 M

KPK Amankan 14 Orang di OTT BNPB, Sita Emas Batangan dan Uang Rp1,4 M

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026

Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:00 WIB

×