alexametrics

Erick Thohir Siap Dicopot dari Menteri BUMN Jika Tak Sesuai Target

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi
Erick Thohir Siap Dicopot dari Menteri BUMN Jika Tak Sesuai Target
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berbincang dengan mantan Menteri BUMN Rini Soemarno (kiri) disela serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Rini Soemarno mewariskan perkerjaan rumah untuk Menteri BUMN Erick Thohir.

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berjanji bekerja keras memenuhi target yang telah ditentukan. Salah satunya menaikkan kelas perusahaan-perusahaan BUMN.

Erick mengatakan jika dalam 100 hari tak mencapai target yang ditetapkan, maka ia siap untuk dicopot dari jabatan menteri.

"Saya punya KPI yang harus dicapai selama tiga bulan dan statement ini juga disampaikan beliau bahwa semua menteri harus dicopot. Dan saya sangat siap dicopot," kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Selain menaikkan kelas, Mantan Presiden Klub Sepak Bola Inter Milan itu juga bakal membawa perusahaan-perusahaan BUMN jadi pemain global.

Baca Juga: Potret Suram Tim Menteri Ekonomi Jokowi Versi Ekonom Core

"Saya juga berharap tentu kita membangun ekosistem yang sehat BUMN-BUMN dimana tidak lain tadi untuk kolaborasi yang seperti tadi ibu sampaikan atau Pak Presiden sampaikan hari ini kita tidak hanya bisa jago kandang tapi juga jadi pemain global," jelas dia.

Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berjabat tangan dengan mantan Menteri BUMN Rini Soemarno, saat serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berjabat tangan dengan mantan Menteri BUMN Rini Soemarno, saat serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Sebelumnya, Rini Soemarno mewariskan perkerjaan rumah untuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Terutama soal penggabungan beberapa BUMN jadi satu atau Holding BUMN.

Menurut Rini masih banyak BUMN-BUMN yang perlu digabungkan. Dengan penggabungan itu, lanjut dia, pekerjaan BUMN makin efisien.

"Karena sektor di kementerian BUMN ini cukup besar. Targetnya tiap sektor ada holdingnya. Sampe sekarang yang udah ada Perhutanan, perkebunan, holding migas, tambang di bawah Inalum, dan holding pupuk di bawah Pupuk Indonesia. Sebentar lagi bakal disetujui Presiden adalah holding farmasi, PP-nya udah ditandatangani Presiden," kata Rini.

Baca Juga: Kalangan Militer Isi Kursi Menag, PPP: Jokowi Mau Keluar Pakem Tradisional

Komentar