alexametrics

Menteri Kabinet Baru Jokowi, Subsidi Listrik Batal Dicabut?

Agung Sandy Lesmana | Mohammad Fadil Djailani
Menteri Kabinet Baru Jokowi, Subsidi Listrik Batal Dicabut?
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

"Malah kami baru akan bilang dan melaporkan ke Pak Menteri, kalau besok lusa kebijakannya berubah berarti subsidi bisa berubah."

Suara.com - Pemerintah memutuskan mencabut subsidi bagi pelanggan PLN 900 (Volt Amphere) mulai Januari 2020. Keputusan ini diambil lantaran ada sebagian masyarakat mampu yang masih menikmati subsidi listrik yang diberikan pemerintah.

Namun dengan pemerintahan yang baru ini, apakah kebijakan tersebut bakal diubah?

"Malah kami baru akan bilang dan melaporkan ke Pak Menteri, kalau besok lusa kebijakannya berubah berarti subsidi bisa berubah," kata Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana di Kantornya, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Rida mengatakan, subsidi dibutuhkan untuk membantu masyarakat agar bisa mencapai harga keekonomian energi. Sebab, kalau tidak dibantu mereka tidak bisa memenuhi itu.

Baca Juga: Jadi Menteri ESDM, Ini Profil Eks Dubes RI untuk Jepang Arifin Tasrif

"Sekarang kan lagi turun (minyal dunia, batubara) nih semuanya, logikanya harga keekonomian juga turun. Jadi namanya adjusment bisa naik bisa turun dan itu pun belum tentu langsung diterapkan 2020 tergantung kebijakan bapak menteri," kata Rida.

Pada  APBN 2020, Kementerian ESDM mengusulkan subsidi listrik Rp 62,2 triliun. Namun demikian DPR hanya menyetujui anggaran subsidi listrik menjadi Rp 54,8 triliun.

Angka subsidi listrik 2020 ini juga lebih kecil dari anggaran subsidi listrik pada 2019 yang sebesar Rp 65,3 triliun.

Anggaran subsidi listrik mengalami penurunan yang disebabkan beberapa faktor, seperti asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) diubah menjadi 63/dolar AS per barel dari sebelumnya 65/dolar AS di RAPBN 2020. 

Baca Juga: Cerita Jonan Tak Pernah Duduk di Kursi Menteri ESDM Selama Menjabat

Komentar