Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Kesadaran Masyarakat terhadap Bahan Baku Air Bersih Masih Rendah

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 06 November 2019 | 22:27 WIB
Kesadaran Masyarakat terhadap Bahan Baku Air Bersih Masih Rendah
Senior Vice President IAPMO Group Indonesia Shirley Dewi menjelaskan IAPMO. [Suara.com/M Fadil]

Suara.com - Senior Vice President IAPMO Group Indonesia Shirley Dewi mengungkapkan saat ini masyarakat Indonesia dianggap masih kurang sadar akan pasokan air yang benar-benar bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Mohon maaf yah, mungkin kalau di Indonesia kesadaran pasokan air bersih yang layak masih kurang. Kalau kita mungkin biasa menggunakan PDAM untuk sumber air bersih, tapi kita tidak tahu apakah itu benar-benar bersih, ketika kita masak mungkin bakteri akan mati, tapi kalau metal bagaimana," kata Shirley saat ditemui di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Untuk itulah, Shirley bilang IAPMO hadir sebagai sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Amerika Serikat yang memiliki kantor cabang di beberapa negara di antaranya Amerika Serikat, Kanada, Australia, India, dan Cina dengan bidang usahanya bergerak dalam bidang plambing, hadir memperkenalkan produk-produk plambing yang saat ini menyasar wilayah Indonesia.

"Kami dari IAPMO memberikan teknologi, kita memberi edukasi untuk sistem plambing kepada pemerintah Indonesia melalui BSN dan Kementerian PUPR itu secara cuma-cuma. Jadi teknologi kami berikan dan standar SNI itu untuk sistem plambing kita berikan cuma-cuma untuk membangun Indonesia, kami ini seperti NGO," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, air baku tidak akan bermanfaat apabila tidak didukung dengan sistem plambing yang baik. Air baku dapat terkontaminasi, apabila sistem plambing tidak memenuhi standar dan dapat membahayakan kesehatan manusia.

"Kan bahaya sekali kena berbagai macam penyakit, air tidak sehat bisa menyebabkan asma, cancer," katanya.

Dia menambahkan bahwa negara berkembang seperti Indonesia, pencemaran mikroorganisme, bakteri atau virus terhadap badan air, maupun dalam sumber air minum merupakan kasus yang sering terjadi dan perlu segera diwaspadai.

"Kita bekerja sama juga dengan Kementerian PUPR untuk sertifikat layak fungsi. Jadi kita membantu mereka juga untuk inspeksi aspek kesehatan," katanya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Botol Air Minum Harus Dicuci secara Rutin, Ini Sebabnya

Botol Air Minum Harus Dicuci secara Rutin, Ini Sebabnya

Health | Rabu, 06 November 2019 | 14:41 WIB

Sepanjang Kemarau, Warga Gimeng Tempuh Jarak 1,5 Kilometer untuk Air Bersih

Sepanjang Kemarau, Warga Gimeng Tempuh Jarak 1,5 Kilometer untuk Air Bersih

Jogja | Selasa, 05 November 2019 | 16:21 WIB

Nekat, Restoran Belgia Tawarkan Air Minum dari Limbah Toilet

Nekat, Restoran Belgia Tawarkan Air Minum dari Limbah Toilet

Lifestyle | Senin, 21 Oktober 2019 | 05:57 WIB

Harga Air Bersih di Daerah Ini Tembus Rp 400 Ribu Per Tangki

Harga Air Bersih di Daerah Ini Tembus Rp 400 Ribu Per Tangki

Jogja | Selasa, 15 Oktober 2019 | 02:20 WIB

Terkini

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:08 WIB

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

×