Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Naik Haji Berkat Bawang Putih, Petani Tegal : Kejayaan Berulang Kembali

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 25 November 2019 | 09:48 WIB
Naik Haji Berkat Bawang Putih, Petani Tegal : Kejayaan Berulang Kembali
Salah satu petani bawang putih di Tegal, Jawa Tengah. (Dok : Kementan)

Suara.com - Pada 1997, kami terpaksa merantau ke Jakarta dengan baju apa adanya yang melekat di badan, tidak punya apa-apa... Sejak bawang putih kami porak-poranda akibat impor (Jitranto, petani Tegal).

Masih terpatri kuat dalam benak para petani Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, saat produksi bawang putih lokal berjaya di negeri sendiri di era 1982, hingga puncaknya 1995.

Badai resesi ekonomi yang diikuti kebijakan liberalisasi langsung menghantam kawasan produksi emas putih di lereng utara Gunung Slamet tersebut. Sejak 1998 hingga 2017, grafik produksi menukik jatuh tajam.

Petani bawang putih pun "mati suri" selama 20 tahun lamanya. Parahnya lagi, riset dan penelitian tentang bawang putih ikut mandeg, tidak beranjak dari referensi dan pustaka usang yang sudah tergerus zaman.

Fakta sejarah gemilang saat para petani bawang putih mampu menyekolahkan anak-anak mereka hingga jenjang perguruan tinggi, masjid yang terbangun megah melampaui masanya, hingga petani yang berduyun-duyun berangkat haji dari hasil bawang putih tinggal menyisakan histori manis yang nyaris terkubur dalam ingatan petani yang telah renta.

Gempuran bawang putih impor benar-benar sanggup mengubur dalam-dalam segala harapan petani. Tragisnya, generasi petani muda Tuwel seperti kehilangan harapan masa depan, hingga terjadilah eksodus urbanisasi ke kota untuk sekedar bertahan hidup. Menanam bawang putih berubah menjadi momok dan tabu bagi petani Tegal.

Kegelisahan petani dan masyarakat pada ketergantungan bawang putih impor menemukan momentumnya. Pada 2015, Bank Indonesia Kantor Cabang Tegal membuat lahan percobaan di Tuwel melalui pola klaster.

Nyaris tak ada petani yang mau terlibat dalam proyek tersebut, bahkan yang muncul adalah cibiran dari berbagai pihak. Namun, setelah melewati berbagai proses pendekatan dan pendampingan intensif, terbentuklah klaster bawang putih meski hanya 1 hingga 2 hektare.

Gayung bersambut, pada 2017, Kementerian Pertanian mengeluarkan kebijakan perluasan areal tanam dan produksi bawang putih nasional. Awalnya, Pemkab Tegal termasuk yang paling restriktif dengan kebijakan tersebut mengingat sejarah kelam yang pernah dialami petani setempat.

Pemerintah pusat sampai harus terjun langsung untuk melakukan pendekatan persuasif kepada petani dan pemerintah daerah Tegal agar mau menanam kembali bawang putih. Percobaan demi percobaan dilakukan Kementan bersama lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk meyakinkan bahwa Tegal memang potensial untuk pengembangan bawang putih.

Melalui APBN, pemerintah menggelontorkan sejumlah bantuan untuk mendorong perluasan tanam dan produksi bawang putih. Tak hanya itu, Tegal juga dipilih sebagai lokasi kemitraan importir dan petani.

Kolaborasi apik antara Kementan, Pemda, Bank Indonesia, petani hingga importir mampu menjadikan Tegal bangkit kembali menjadi sentra utama bawang putih nasional, bersaing dengan Sembalun dan Bima di Nusa Tenggara Barat, Temanggung, Magelang, Karanganyar di Jawa Tengah, dan Malang di Jawa Timur.

Tidak hanya itu, program kemitraan tanam dan produksi antara importir bawang putih dan petani yang digagas Kementan ternyata mampu memberi keuntungan yang tidak sedikit bagi petani. Gudang-gudang benih yang tadinya kosong, kini mulai terisi, petanipun bergairah untuk bertanam dan bermitra, investasi terus berdatangan memacu kinerja ekonomi daerah.

Yang menggembirakan lagi, generasi petani muda Tegal perlahan tapi pasti banyak yang memilih pulang kampung untuk kembali terjun ke ladang berbudidaya bawang putih!

Jitranto dan istri, petani Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, yang sempat merantau ke Jakarta menceritakan keputusannya untuk kembali ke Tegal menjadi petani bawang putih.

Anto, panggilan petani milenial ini mengisahkan, pada tahun 1998 keluarganya terpaksa diboyong merantau ke Jakarta dengan baju seadanya yang melekat di badan.

"Kami tidak punya apa-apa sejak bawang putih Tegal porak poranda akibat impor. Orang tua kami mengalami kerugian besar karena bawang putih. Sejak 2015, kami sekeluarga kembali dan ikut program pemerintah. Alhamdulillah, perlahan tapi pasti mulai ada hasilnya. Tahun ini, saya dan istri bahkan orang tua kami bisa daftar ONH plus," terang Anto sumringah.

Bersama 18 orang petani bawang di desa lain, Anto dan istri mendaftar haji dari hasil bawang putih.

"Sungguh berkah luar biasa," ujarnya terharu.

Begitupun dengan Abdul Muin, warga Desa Rembul, yang tak kuasa menahan haru saat mengungkapkan kesuksesan yang dirasakannya dari hasil bawang putih.

"Alhamdulillah dari hasil bawang putih bisa beli tanah, daftar haji dan lainnya. Bahkan saya ajak tetangga saya untuk tanam bawang putih," ungkap petani paruh baya ini.

Ahmad Maufur, petani muda setempat yang dinobatkan sebagai champion atau penggerak pembangunan pertanian, khususnya bawang putih di Kabupaten Tegal, menceritakan kisah sukses bagaimana masjid megah 2 lantai yang saat ini sedang dibangun di Desa Tuwel.

"Masjid ini dulunya sebuah masjid tua yang sudah tidak layak pakai. Kemudian pada tahun 2014, kami berniat untuk membongkar dan membangun yang baru. Niat tersebut baru terwujud dengan mulainya pembongkaran tahun lalu. Sejak para petani sini kembali menanam bawang putih pada 2018 kemarin, ahamdulillah, iuran pembangunan masjidpun menjadi lancar sehingga kas mesjid mencapai Rp. 400 juta. Semua dari hasil tanam bawang putih," terang Maufur antusias.

Sejak berproduksinya kembali bawang putih lokal di kawasan utara lereng Gunung Slamet, masyarakat setempat mulai banyak yang beralih konsumsi dari bawang impor kembali ke bawang putih lokal. Masyarakat sudah lama mengetahui bahwa dari segi cita rasa, bawang putih lokal memang jauh lebih kuat dan nikmat dibanding bawang putih impor.

Sebagian ibu-ibu rumah tangga setempat, ada pula yang mengolah bawang putih menjadi black garlic dengan teknologi fermentasi sederhana. Menurut pengakuan salah seorang ibu rumah tangga setempat, Hj Fuji, bawang putih lokal sangat dirasakan manfaatnya untuk kesehatan, termasuk untuk penambah stamina laki-laki. Sambil tersipu malu, dirinya mengakui khasiat bawang putih lokal benar-benar terasa maknyuusss tak terkalahkan.

Kebijakan pengembangan kawasan bawang putih yang digulirkan pemerintah sejak tahun 2017 hingga saat ini masih berlanjut. Meski diwarnai beragam pro dan kontra, kenyataan di lapangan menunjukkan bagaimana gegap gempitanya petani menanam kembali bawang putih.

Euforia tersebut mampu menumbuhkan kembali sentra-sentra bawang putih yang sempat lama terpuruk. Selain bangkitnya kembali petani bawang putih, juga diwarnai dengan tumbuhnya penangkar benih di beberapa daerah. Mereka satu sama lain saling belajar dan mengasah kemampuan budidaya dan pascapanen untuk menghasilkan bawang putih lokal berdaya saing.

Kesadaran kolektif dan semangat berdikari yang digelorakan pemerintah bersama-sama dengan petani bawang putih telah merambah ke seluruh penjuru Tanah Air. Keberhasilan tanam dan produksi bawang putih lokal, sebagaimana ditunjukkan para petani Tegal dan petani bawang putih di daerah lain di Indonesia menjadi bukti nyata bahwa kebangkitan bawang putih lokal untuk kembali berjaya di negeri sendiri bukan lagi sekadar mimpi, bukan pula dejavu.

Semua pihak dituntut untuk lebih arif dan bijak dalam menyikapi fenomena ini. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang kerap mengingatkan di tiap kesempatan bahwa setiap program Kementan harus menjadi rahmat bagi bangsa ini dan menghadirkan kesejahteraan untuk petani. Untuk itu, kita perlu melakukan yang terbaik dalam semangat kebersamaan yang guyub, selanjutnya biarlah Allah yang akan menentukan sisanya.

Jayalah bawang putih Indonesia!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan SYL Lepas Ekspor Produk Peternakan  ke Jepang dan Timor Leste

Mentan SYL Lepas Ekspor Produk Peternakan ke Jepang dan Timor Leste

Bisnis | Minggu, 24 November 2019 | 18:18 WIB

Musim Hujan Tiba, Kementan Lakukan Gerakan Tanam Jagung di Tulungagung

Musim Hujan Tiba, Kementan Lakukan Gerakan Tanam Jagung di Tulungagung

Bisnis | Minggu, 24 November 2019 | 18:15 WIB

Kementan Bangun Kekuatan SDM Pertanian, Wujudkan Visi Indoneaia Maju

Kementan Bangun Kekuatan SDM Pertanian, Wujudkan Visi Indoneaia Maju

Bisnis | Minggu, 24 November 2019 | 18:09 WIB

Menteri Pertanian Blusukan ke Pasar Tani Kementan

Menteri Pertanian Blusukan ke Pasar Tani Kementan

Bisnis | Jum'at, 22 November 2019 | 13:43 WIB

Pertanian Indonesia Dinilai Mulai Menunjukkan Perbaikan dan Berkualitas

Pertanian Indonesia Dinilai Mulai Menunjukkan Perbaikan dan Berkualitas

Bisnis | Jum'at, 22 November 2019 | 11:09 WIB

Kementan Raih Penghargaan dari KIP sebagai Badan Publik Informatif

Kementan Raih Penghargaan dari KIP sebagai Badan Publik Informatif

News | Kamis, 21 November 2019 | 12:32 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB