Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Interpack 2020 Akan Bongkar Tren Perkembangan Industri Kemasan di Dunia

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 03 Desember 2019 | 13:59 WIB
Interpack 2020 Akan Bongkar Tren Perkembangan Industri Kemasan di Dunia
Thomas Dohse, Deputy Director Interpack Messe Dusseldorf GmbH. (Dok: Interpack)

Suara.com - Guna menyambut gelaran yang akan menyita perhatian insan industri pengemasan dunia, Interpack 2020, Messe Dusseldorf melakukan roadshow ke negara-negara di dunia antara lain Indonesia, bertemu dengan 90 pengusaha industri pengemasan Indonesia, guna memberikan edukasi tren pengembangan industri kemasan di dunia.

Interpack adalah pameran B2B terbesar industri pengemasan dan industri terkait lainya akan kembali digelar di Dusseldorf Jerman pada tanggal 7 – 13 Mei 2020.

"Saat ini 18 hall area pameran di Interpack 2020 telah habis terjual diisi oleh 3000 perusahaan teknologi pengemasan ternama dari 60 negara di dunia. Bahkan permintaan penambahan luas area pameran masih terus berdatangan. Penting bagi pengusaha Indonesia hadir di Interpack 2020 karena pameran ini akan menghadirkan tren-tren teknologi masa depan yang diprediksi sudah semakin berkembang di penghujung tahun 2019," ujar Thomas Dohse, Deputy Director Interpack Messe Dusseldorf GmbH dalam keterangannya, Selasa (3/12/2019).

Pameran interpack yang digelar setiap tiga tahun selalu mencatat jumlah pengunjung yang fantastis. Di tahun 2017, Interpack dikunjungi oleh 170,899 pengunjung dari 169 negara dimana 75% dari jumlah tersebut memiliki jabatan penting dan merupakan pengambil keputusan di perusahaannya.

Interpack berfokus pada solusi pengemasan dan teknologi proses terkait, ditujukan bagi para pengusaha di bidang makanan, minuman, gula-gula, produk roti, farmasi, kosmetik, barang konsumsi bukan makanan dan barang industri.

Penyelenggara juga mengelompokkan eksibitor-eksibitor terkait ke dalam satu kluster untuk mempermudah pengunjung mencari teknologi yang diinginkan.

Misal, penyuplai teknologi kemasan obat-obatan berada dekat dengan kosmetik. Atau pengunjung yang mencari mesin untuk teknologi pelabelan dan identifikasi, produksi bahan kemasan dan pencetakan kemasan berada dalam satu hall pameran sehingga waktu kunjungan menjadi lebih efisien.

Satu dari sekian tren internasional yang dihadirkan di interpack 2020 yakni penggunaan kemasan ramah lingkungan (sustainable packaging) seiring dengan maraknya isu mengenai pemanasan global dan isu-isu lain yang berhubungan dengan pencemaran lingkungan yang menjadi sebuah permasalahan tersendiri beberapa tahun ini. Ide penggunaan kemasan ramah lingkungan ini sudah lebih berkembang terlebih dahulu di kalangan asing.

Kini para pelaku industri di Indonesia, juga melihat hal ini sebagai peluang untuk mengembangkan dan mengikuti tren ini agar tidak tersisih dalam persaingan global.

Selain itu penggunaan kemasan ramah lingkungan merupakan suatu keperluan yang harus diterapkan oleh setiap pelaku industri di Indonesia mengingat saat ini dunia tengah diramaikan oleh isu-isu mengenai bahaya limbah yang berasal dari sampah produk terutama limbah plastik.

Berbicara di presentasi Interpack 2020, Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia (FPI) Henky Wibawa menekankan pentingnya sustainable packaging dalam mempromosikan kesehatan dan kehidupan yang lebih baik, mengurangi bahaya terhadap lingkungan, dan dalam jangka panjang menurunkan biaya.

"Penting memikirkan kembali desain kemasan dan pembuatannya dalam penerapan Industri 4.0. 81% dari dampak lingkungan suatu produk berada pada tahap desain," ujar Henky Wibawa.

Henky menekankan pentingnya mengadopsi desain berkelanjutan dalam kemasan sebagai satu pendekatan untuk produksi kreatif yang mendasari pengambilan keputusan yang efektif terhadap pengurangan dampak pada masyarakat dan lingkungan.

Merancang kemasan makanan dan minuman dengan paradigma ramah lingkungan meningkatkan kelayakan produk. Hal ini karena bahan yang dapat digunakan kembali menciptakan nilai baru, tidak hanya untuk perusahaan itu sendiri tetapi juga untuk pengguna dan bisnis lain yang akan menggunakan dan menggunakan kembali bahan tersebut.

"Dengan teknologi baru dan pendekatan desain, pengemasan dapat membantu mencegah pemborosan makanan di berbagai tahapan rantai nilai. Pengusaha Indonesia dapat memanfaatkan pameran Interpack 2020 untuk mengakses teknologi terbaru dalam pengemasan agar tetap dapat bersaing," ujar Henky Wibawa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jual Air Minum dari PDAM, Bos Perusahaan Ternama di Sumbar Ditahan Polisi

Jual Air Minum dari PDAM, Bos Perusahaan Ternama di Sumbar Ditahan Polisi

News | Rabu, 20 November 2019 | 07:29 WIB

Lucunya Kemasan Berkarakter Disney, Si Kecil jadi Doyan Sayur dan Buah

Lucunya Kemasan Berkarakter Disney, Si Kecil jadi Doyan Sayur dan Buah

Health | Minggu, 17 November 2019 | 19:29 WIB

Moms Harus Tahu, 3 Hal Penting Sebelum Beli Santan Kemasan

Moms Harus Tahu, 3 Hal Penting Sebelum Beli Santan Kemasan

Lifestyle | Jum'at, 15 November 2019 | 19:07 WIB

Terkini

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:00 WIB

Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar

Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:57 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026

Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:50 WIB

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:32 WIB

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:18 WIB

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:15 WIB

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:12 WIB

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:49 WIB

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:29 WIB