Pegawai Pajak Diminta Tak Main Mata dengan WP Nakal

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 03 Desember 2019 | 15:33 WIB
Pegawai Pajak Diminta Tak Main Mata dengan WP Nakal
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Tanah Abang Tiga, di Jakarta, Jumat (5/1).

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jajaran pegawai Direktorat Jenderal Pajak agak tak tergoda oleh para Wajib Pajak (WP) nakal yang menginginkan adanya pengurangan membayar pajak.

Oleh sebab itu dirinya meminta sistem di Direktorat Jenderal Pajak untuk terus diperbaiki terutama dari sisi pegawainya agar praktik-praktik curang tersebut tidak ada lagi.

"Kita harus perbaiki sistem kita. Perbaiki di luar dari beyond our self itu yang saya inginkan," kata Sri Mulyani dalam acara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Di era digital kata Sri Mulyani, Kemenkeu seharusnya sudah bisa menggunakan data untuk memperbaiki policy baik untuk kinerja organisasi dan memperbaiki institusi.

"Anda mungkin tidak bermaksud korupsi tapi saat ketemu WP, data anda engga sesuai dengan data WP terus Anda dipanggil. Anda ditanya kenapa anda punya data ini. Oh jangan-jangan dia minta supaya nge-bright dia. Kalau anda ketemu dengan orang lain WP, maka anda harus punya integritas juga," kata Sri Mulyani.

Sehingga kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini tidak ada lagi WP yang merasa datanya berbeda dengan data Direktorat Jenderal Pajak saat ingin membayarkan pajaknya.

"Ada jajaran pajak yang bertemu WP dan mengatakan berdasarkan data X, tapi data harusnya Y. Terus si WP berpikir oh jangan-jangan dia bawa data ini buat biar di bright aja," ucapnya.

"Si wajib pajak dan pegawai keteguhan imannya mulai goyang-goyang. Pak pak tinggi banget pak. Boleh ga kompromi. Nah ini rawan. Maka saya minta Dirjen Pajak untuk dibantu potensi-potensi seperti ini bisa dikurangi. Jangan anak buah kita digoda dengan godaan yang ga mampu untuk mengatasi," tambah Sri Mulyani.

Maka dari itu penting kata wanita kelahiran Lampung ini untuk merubah sistem yang ada, terutama terkait sistem integrasi mental para pegawai pajak. Sehingga celah untuk melakukan tindakan korupsi bisa dikurangi.

baca juga

"Sistem harus membantu jangan sampai anda menghadapi godaan yang anda engga sanggup menghadapinya. Makanya harus ada sistem yang baik untuk itu (mencegah korupsi)," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Geram Banyak Pejabat Nyambi Jadi Makelar

Sri Mulyani Geram Banyak Pejabat Nyambi Jadi Makelar

Bisnis | Selasa, 03 Desember 2019 | 12:29 WIB

Sri Mulyani Sebut Kemenkeu Sudah 15 Tahun Perangi Korupsi, Hasilnya?

Sri Mulyani Sebut Kemenkeu Sudah 15 Tahun Perangi Korupsi, Hasilnya?

Bisnis | Selasa, 03 Desember 2019 | 11:28 WIB

Sri Mulyani Bingung Ada BUMN Bernama PT PANN, Padahal Dapat PMN

Sri Mulyani Bingung Ada BUMN Bernama PT PANN, Padahal Dapat PMN

Bisnis | Senin, 02 Desember 2019 | 15:29 WIB

Terkini

Ferry Boboho Akui Diminta Febrie Adriansyah 'Dinginkan' Uang dari Tan Kian

Ferry Boboho Akui Diminta Febrie Adriansyah 'Dinginkan' Uang dari Tan Kian

News | Senin, 02 November 2026 | 17:43 WIB

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

News | Senin, 02 November 2026 | 17:41 WIB

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

BFI Finance Perluas Layanan Pembiayaan Berjaminan Mobil Listrik Lewat Dana Express Mobil

BFI Finance Perluas Layanan Pembiayaan Berjaminan Mobil Listrik Lewat Dana Express Mobil

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 17:36 WIB

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 17:32 WIB

Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi

Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 17:31 WIB

Son Suk Ku dan Park Bo Young Dipastikan Bintangi Film Kiss For Tomorrow

Son Suk Ku dan Park Bo Young Dipastikan Bintangi Film Kiss For Tomorrow

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 17:30 WIB

Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran

Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:24 WIB

×