Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 16 Maret 2026 | 21:01 WIB
Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk
Menteri Koordinator bidang Ekonomi Airlanga Hartarto mengatakan membuka peluang mengenakan pajak tambahan kepada perusahaan yang memperoleh keuntungan besar dari lonjakan harga komoditas akibat konflik geopolitik di Teluk. [Antara]
baca 10 detik
  • Pemerintah mempertimbangkan pajak tambahan (windfall tax) untuk perusahaan untung besar dari lonjakan komoditas global akibat konflik di Teluk.
  • Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini diterapkan saat terjadi keuntungan tak terduga.
  • Pajak tambahan akan diterapkan setelah pemerintah memastikan kenaikan harga komoditas bersifat tren jangka panjang.

Suara.com - Pemerintah membuka peluang mengenakan pajak tambahan kepada perusahaan yang memperoleh keuntungan besar dari lonjakan harga komoditas akibat konflik geopolitik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Kebijakan tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu cara menambah penerimaan negara jika terjadi lonjakan keuntungan di sektor komoditas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah dapat mengenakan pajak tambahan (windfall tax) apabila perusahaan memperoleh keuntungan tidak terduga (windfall profit) dari kenaikan harga komoditas global akibat konflik di Teluk.

"Jadi eh kalau dari penerimaan itu pada saat terjadi eh windfall profit, makanya itu bisa di, kita kenakan windfall tax," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (16/3/2026).

Dalam konteks ekonomi, windfall profit merujuk pada keuntungan besar yang diperoleh perusahaan secara tiba-tiba akibat faktor eksternal seperti lonjakan harga komoditas global, bukan semata-mata karena peningkatan kinerja perusahaan. Sementara itu, windfall tax merupakan pajak tambahan yang dapat dikenakan pemerintah atas keuntungan ekstra tersebut untuk meningkatkan penerimaan negara.

Menurut Airlangga, konflik global biasanya memicu kenaikan harga energi dan berbagai komoditas seperti batubara, karet, nikel, tembaga, dan aluminium yang menjadi andalan ekspor Indonesia.

"Namun kalau kita lihat transmisi ke Indonesianya itu dalam bentuk harga-harga eh minyak, harga gas, dan nanti ikutannya harga-harga komoditas," tuturnya.

Lebih lanjut, Airlangga menambahkan kenaikan harga komoditas tersebut berpotensi memberikan keuntungan tambahan bagi perusahaan yang bergerak di sektor terkait. Meski demikian, pemerintah masih memantau apakah kenaikan harga terjadi dalam jangka panjang atau hanya bersifat sementara.

"Nanti kenaikan tarif kalau komoditas itu melonjak tinggi sekali," jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan terburu-buru menerapkan kebijakan pajak tambahan tersebut. Keputusan baru akan diambil setelah pemerintah melihat tren kenaikan harga komoditas dalam periode tertentu.

baca juga

"Kalau itu kan kita harus tanya lihat berapa lama dia trennya naik. Kalau cuman spike aja sih enggak," ucapnya.

Airlangga juga menyebut lonjakan harga komoditas berpotensi meningkatkan penerimaan negara melalui berbagai mekanisme fiskal.

"Artinya kalau komoditas naik, maka akan ada windfall revenue dan windfall profit," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Rudal Hantam Bandara Dubai, Tanki BBM Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Serangan Rudal Hantam Bandara Dubai, Tanki BBM Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

News | Senin, 16 Maret 2026 | 20:57 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:50 WIB

Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM

Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 18:30 WIB

Minyak Dunia Tembus USD 120, APBN 2026 Terancam Jebol? Cek Faktanya

Minyak Dunia Tembus USD 120, APBN 2026 Terancam Jebol? Cek Faktanya

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:31 WIB

Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel

Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 20:55 WIB

Terkini

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

×