Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara

Dicky Prastya | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 20:10 WIB
Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
  • Menkeu Purbaya memastikan harga BBM tidak naik meski harga minyak dunia sempat mencapai $100 karena APBN sebagai peredam kejut.
  • Kenaikan harga BBM bersubsidi dikhawatirkan akan memperlambat ekonomi dan melemahkan daya beli masyarakat saat ini.
  • Pemerintah yakin APBN masih mampu menyerap gejolak harga minyak dunia yang bersifat fluktuatif saat ini.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan naik usai adanya penutupan Selat Hormuz dari konflik Amerika Serikat vs Iran dan sempat menyentuh harga 100 Dolar AS per barel.

"Belum, kita enggak akan naikin harga BBM," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (16/3/2026).

Menkeu Purbaya menjelaskan kalau Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selaku otoritas fiskal adalah membuat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebagai peredam kejut (shock absorber) dari gejolak global.

Apabila Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, maka itu berdampak ke perlambatan ekonomi hingga melemahkan daya beli masyarakat. Makanya Pemerintah akan menambalnya dengan APBN untuk saat ini.

"Jadi ketika harga minyak dunia naik kan, kalau kita naik kita pasti langsung, harga BBM langsung naik. Memperlambat ekonomi apa enggak? Mempengaruhi daya berdaya apa enggak? Pasti mempengaruhi, kan? Jadi di-absorb dulu oleh APBN, pemerintah. Jadi di luar enggak ada gejolak berarti kan sekarang? Karena pemerintah meng-absorb penaikan biayanya," beber dia.

Untuk saat ini Purbaya menilai APBN masih kuat menambal kenaikan harga minyak dunia yang sifatnya fluktuatif. Jika kenaikan sampai ke level tertinggi, Pemerintah pun harus siap menyesuaikan kebijakan.

Bahkan Purbaya percaya diri apabila harga minyak naik hingga 150 Dolar AS per barel seperti beberapa tahun lalu, ekonomi Indonesia masih tetap selamat.

"Kita pasti selamat, kita enggak akan hancur. Kenapa? Enggak akan lama 150 dolar AS, karena semuanya akan resesi. Habis itu jatuh dalam sekali," lanjutnya.

Bendahara Negara bercerita kalau kondisi harga minyak dunia sempat mencapai 150 Dolar AS per barel di tahun 2013. Namun setelahnya harga minyak kembali jatuh, bahkan ke level 15 Dolar AS per barel.

Ia menyebut, penurunan harga itu terjadi karena perekonomian global juga tidak mampu menerima kenaikan harga yang terlalu tinggi. Akibatnya, banyak negara di dunia yang mengalami resesi ekonomi.

"Kalau resesi, lama baliknya. Jadi harusnya para juragan minyak juga ngerti akan itu. Dia nggak akan naik ke level yang terlalu tinggi yang menyebabkan resesi global. Kenapa? Akhirnya dia rugi banyak," paparnya.

"Kalau mereka (pengusaha minyak global) pintar, mereka enggak akan membiarkan harga minyak terlalu tinggi. Karena akibatnya akan merugikan mereka sendiri," tukas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Endus 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing, Segera Kejar Pengemplang Pajak

Purbaya Endus 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing, Segera Kejar Pengemplang Pajak

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 19:42 WIB

Purbaya Siapkan Efisiensi Anggaran Program Pemerintah Imbas Harga Minyak Naik, Tak Cuma MBG

Purbaya Siapkan Efisiensi Anggaran Program Pemerintah Imbas Harga Minyak Naik, Tak Cuma MBG

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 19:16 WIB

Purbaya Klaim Anggaran Masih Aman, Perppu Defisit APBN Belum Diperlukan

Purbaya Klaim Anggaran Masih Aman, Perppu Defisit APBN Belum Diperlukan

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 19:02 WIB

Selamat Tinggal Mobil Dinas Baru: Strategi Ekstrem Prabowo Tiru Pakistan Hadapi Krisis BBM

Selamat Tinggal Mobil Dinas Baru: Strategi Ekstrem Prabowo Tiru Pakistan Hadapi Krisis BBM

Otomotif | Senin, 16 Maret 2026 | 18:27 WIB

Telkom Bangun Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM

Telkom Bangun Ekonomi Inklusif Lewat Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 16:33 WIB

Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah

Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur

Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:54 WIB

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:10 WIB

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:52 WIB

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:46 WIB

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:25 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:20 WIB

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:15 WIB