Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Gerakan Non Tunai Ancam Eksistensi Uang Kertas, Peruri Tanggapi Santai

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 08 Januari 2020 | 12:05 WIB
Gerakan Non Tunai Ancam Eksistensi Uang Kertas, Peruri Tanggapi Santai
Ilustrasi lembar uang kertas rupiah. (Shutterstock)

Suara.com - Digital ekonomi berkembang sangat pesat termasuk dalam sektor sistem pembayaran. Gerakan non tunai (cashless society) sudah semakin akrab di kalangan masyarakat. Akibatnya, penggunaan uang kartal atau kertas menjadi berkurang.

Perum Peruri, BUMN yang mencetak uang kartal dan giral bagi Indonesia mengaku tak khawatir dengan fenomena maraknya transaksi non tunai tersebut.

Direktur Pengembangan Usaha Perum Peruri, Fajar Rizki mengatakan, fenomena cashless society memang jadi tantangan buat Perum Peruri, tapi kata dia saat ini transaksi non tunai masih tidak terlalu besar.

"Kalau di Jakarta, Surabaya, Makassar dan Medan mungkin cashless pertumbuhannya cukup tinggi, tapi di daerah di kota kecil uang fisik permintaan masih tinggi sekali," kata Fajar di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Sebetulnya kata Fajar, Perum Peruri tidak terlalu khawatir dengan perkembangan cashless society bahkan kata dia Perum Peruri bisa mengambil keuntungan dari fenomena ini dengan membuat sistem keamanan digital yang memang menjadi salah satu produk andalan Perum Peruri.

"Kita tidak masuk dalam bisnis uang digital kita masuk digital security, saat ini sudah banyak sekali fintech yang menggunakan security digital yang kami buat," kata Fajar.

Fajar menuturkan, saat ini selama dua tahun belakangan, order kebutuhan BI terhadap uang kertas terus meningkat. Bahkan untuk beberapa tahun ke depan, ia meyakini, order kebutuhan uang baik kartal maupun giral oleh BI masih terus akan meningkat.

Meski begitu, Peruri telah mengantisipasi transaksi elektronik dengan membangun anak perusahaan yang mendukung era digitalisasi tersebut.

"Setiap 2 tahun kita dapat pesanan dari BI itu sekitar 8 miliar lembar uang yang kita produksi untuk BI," katanya.

baca juga

Saat ini kata Fajar sekitar 60-70 persen pendapatan Perum Peruri berasal dari pencetakan uang baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dengan pendapatan usaha mencapai Rp 3,9 triliun pada 2019, angka ini naik sekitar 23 persen dari sebelumnya Rp 3,1 triliun. Sementara itu untuk laba usaha sekitar Rp 595 miliar di 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modal Asing Masuk ke Indonesia di 2019 Capai Rp 224,2 Triliun

Modal Asing Masuk ke Indonesia di 2019 Capai Rp 224,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 03 Januari 2020 | 16:18 WIB

Uang Rusak Akibat Terendam Banjir, Tukarkan ke Bank Indonesia

Uang Rusak Akibat Terendam Banjir, Tukarkan ke Bank Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 Januari 2020 | 15:10 WIB

Transaksi Non Tunai Jadi Cara Urai Antrean di Pintu Gerbang Ancol

Transaksi Non Tunai Jadi Cara Urai Antrean di Pintu Gerbang Ancol

Bisnis | Rabu, 01 Januari 2020 | 09:42 WIB

Terkini

Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:22 WIB

Saksi Dibeli Produk Bukan di Toko Resmi, dr Richard Lee Bingung Jadi Tersangka

Saksi Dibeli Produk Bukan di Toko Resmi, dr Richard Lee Bingung Jadi Tersangka

Entertainment | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:20 WIB

Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis

Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:18 WIB

Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta

Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:16 WIB

7 Sunscreen Mengandung Vitamin C untuk Mencerahkan Wajah dan Mengurangi Flek Hitam

7 Sunscreen Mengandung Vitamin C untuk Mencerahkan Wajah dan Mengurangi Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:15 WIB

Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres

Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:14 WIB

Belum Dipecat Kejagung! Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Tiap Bulan dari Negara

Belum Dipecat Kejagung! Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Tiap Bulan dari Negara

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:12 WIB

Cari Sunscreen untuk ke Pantai yang Tak Bikin Mata Perih? Ini 5 Rekomendasi Sesuai Review

Cari Sunscreen untuk ke Pantai yang Tak Bikin Mata Perih? Ini 5 Rekomendasi Sesuai Review

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:11 WIB

Ulasan A Bloody Lucky Day: Saat Keberuntungan Menjadi Awal Malapetaka

Ulasan A Bloody Lucky Day: Saat Keberuntungan Menjadi Awal Malapetaka

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:10 WIB

5 Pilihan Warna Lipstik Maybelline yang Bikin Kulit Sawo Matang Terlihat Glowing dan Fresh

5 Pilihan Warna Lipstik Maybelline yang Bikin Kulit Sawo Matang Terlihat Glowing dan Fresh

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:09 WIB

×