Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Harga Beras di Pedalaman Papua Kini Rp 500 Ribu Berkat Penerbangan Perintis

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 09 Januari 2020 | 13:17 WIB
Harga Beras di Pedalaman Papua Kini Rp 500 Ribu Berkat Penerbangan Perintis
Ilustrasi beras atau nasi. (Shutterstock)

Suara.com - Penerbangan perintis kargo yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah dilaksanakan di sejumlah wilayah terpencil tanah air, seperti wilayah pegunungan Papua dimana satu-satunya akses transportasi hanya lewat udara.

Kini penerbangan tersebut berdampak positif bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan, salah satu manfaat adanya penerbangan perintis kargo ini adalah menurunnya harga kebutuhan pokok di wilayah Pegunungan Papua, salah satunya harga beras.

Polana menuturkan, sebelum adanya penerbangan perintis di wilayah Pegunungan Papua disparitas harga untuk kebutuhan pokok cukup tinggi, tapi sekarang dengan adanya penerbangan perintis kargo tersebut disparitas harga bisa dikurangi.

"Tahun lalu dengan adanya penerbangan perintis ini disparitas harga di wilayah tersebut menurun hingga 40 sampai 50 persen," kata Polana di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Polana mencontohkan seperti di wilayah Oksibil, Tarangop, Kawor, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua harga beras di daerah tersebut cukup mahal sekitar Rp 800 ribu per 25 Kg.

"Tapi tadi kita lihat sekarang itu harga beras sudah cukup turun dari Rp 800 ribu menjadi Rp 500 ribu," katanya.

Dirinya pun berharap bahwa dengan adanya penerbangan kargo yang biayanya disubsidi oleh Ditjen Perhubungan Udara tersebut, diharapkan disparitas harga barang kebutuhan pokok di sejumlah wilayah pegunungan Papua bisa jauh lebih murah dan terjangkau. Hal ini agar harga-harga tersebut setaraf dengan daerah lain di Indonesia.

Polana menyebut di wilayah Papua sendiri memang paling banyak adanya penerbangan perintis baik penumpang dan kargo, karena kontur wilayah Papua hampir seluruhnya adalah pegunungan sehingga satu-satunya akses transportasi hanyalah lewat udara.

Di Papua sendiri ada sekitar 9 Koordinator Wilayah yang melayani 116 rute penerbangan perintis sementara untuk penerbangan perintis kargo sebanyak 22 rute penerbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenhub Gelontorkan Rp 500 Miliar Subsidi Penerbangan Perintis dan Kargo

Kemenhub Gelontorkan Rp 500 Miliar Subsidi Penerbangan Perintis dan Kargo

Bisnis | Kamis, 09 Januari 2020 | 12:55 WIB

Lelang Bus Gratis Mirip Trans Jogja Cuma Diikuti 3 Perusahaan

Lelang Bus Gratis Mirip Trans Jogja Cuma Diikuti 3 Perusahaan

Jogja | Senin, 06 Januari 2020 | 11:12 WIB

Keterlaluan! Ada Perusahaan Paksa Sopir Bawa Bus Tanpa Rem Tangan

Keterlaluan! Ada Perusahaan Paksa Sopir Bawa Bus Tanpa Rem Tangan

Bisnis | Kamis, 19 Desember 2019 | 11:31 WIB

Terkini

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB