500 Ton Beras Bulog Tak Layak Dikonsumsi Hewan Apalagi Manusia

Iwan Supriyatna

Sabtu, 07 Desember 2019 | 18:13 WIB
500 Ton Beras Bulog Tak Layak Dikonsumsi Hewan Apalagi Manusia
Ilustrasi: Beras Bulog. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Suara.com - Sebanyak 500 ton beras Bulog di Subdivre Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dinyatakan tidak layak konsumsi karena melebihi batas maksimum penyimpanan selama empat bulan.

Kepala Bulog Subdivre Tanjungpinang, Edison mengatakan, beras turun mutu tersebut masih tersimpan di gudang Bulog, sambil menunggu instruksi pusat apakah dimusnahkan atau dijual ke industri pengolahan.

"Kebijakannya ada di pusat, kami masih menunggu. Intinya tak layak konsumsi lagi oleh manusia maupun hewan," kata Edison di Tanjungpinang, Sabtu (7/12/2019).

Kendati demikian, kata dia, saat ini gudang Bulog Tanjungpinang masih menyimpan 2.500 ton beras layak konsumsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lima kabupaten/kota se Kepri.

Lima wilayah itu berada di bawah kendali Bulog Subdivre Tanjungpinang, antara lain Kabupaten Bintan, Kabupaten Anambas, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, dan Kota Tanjungpinang.

Cadangan beras tersebut, lanjut Edison, akan mampu bertahan selama empat hingga lima bulan ke depan.

"Sebulan kebutuhan beras untuk lima wilayah Bulog Subdivre Tanjungpinang sekitar 500 ton," sebut Edison.

Sementara secara nasional, Dirut Perum Bulog, Budi Waseso menyebutkan bahwa setidaknya ada 20.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sudah dinyatakan rusak atau turun mutu, setelah melalui pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan Badan POM dan Kementerian Pertanian.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), disebutkan bahwa CBP harus dilakukan disposal (pembuangan) apabila telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit empat bulan atau berpotensi dan atau mengalami penurunan mutu.

baca juga

"Beras tersebut sebenarnya masih memiliki manfaat dengan melakukan pengolahan, penukaran, penjualan di bawah HET, serta dihibahkan untuk bantuan kemanusiaan," kata Buwas.

Mantan Kepala BNN itu pun membeberkan sejumlah skema untuk disposal beras CBP, antara lain diolah kembali menjadi tepung beras, pakan ayam, hingga menjadi bahan lainnya yang tidak bisa dikonsumsi lagi, yakni menjadi etanol. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok Beras Natal dan Tahun Baru Aman, Mentan : Tahun Depan Siap Ekspor

Stok Beras Natal dan Tahun Baru Aman, Mentan : Tahun Depan Siap Ekspor

Bisnis | Kamis, 05 Desember 2019 | 08:07 WIB

4 Manfaat Air Cucian Beras yang Mungkin Belum Kamu Tahu

4 Manfaat Air Cucian Beras yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Health | Kamis, 05 Desember 2019 | 07:30 WIB

Sudjiwo Tedjo Sindir 20.000 Ton Beras Turun Mutu Milik Bulog

Sudjiwo Tedjo Sindir 20.000 Ton Beras Turun Mutu Milik Bulog

Bisnis | Selasa, 03 Desember 2019 | 16:12 WIB

Terkini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 11:01 WIB

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 10:56 WIB

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 10:51 WIB

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:50 WIB

×