Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Pengusaha di Indonesia Lebih Pilih Beli Gas ke Malaysia atau Singapura

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 20 Januari 2020 | 13:44 WIB
Pengusaha di Indonesia Lebih Pilih Beli Gas ke Malaysia atau Singapura
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Johnny Darmawan. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Wajar saja Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah-marah dengan kinerja anak buahnya, lantaran hingga saat ini harga gas untuk industri di tanah air masih terbilang cukup menguras kantong alias mahal.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Johnny Darmawan mengatakan, isu mahalnya harga gas di dalam negeri sudah sangat lama sejak tahun 2016.

Pemerintah pada waktu itu menginginkan harga gas hanya 6 dolar AS per MMBTU sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Tapi hingga saat ini harga gas tidak pernah menyentuh angka 6 dolar AS per MMBTU.

"Itu kan sudah keluar Kepres di 2016 dimana diharapkan 6 dolar kan itu kan Presiden yang ngeluarin dan itu sudah tidak pernah tercapai 6 dolarnya ya kan terjadinya di 9 dolar lebih hingga 12 dolar dan sekarang mau di naikkan lagi," kata Johnny saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Kadin menilai, harga gas industri yang terlalu mahal sangat memberatkan para pelaku usaha, terutama mereka yang memiliki usaha dengan skala kecil. Pendapatan tidak seberapa tapi pengeluaran pengusaha besar sekali untuk sekali produksi.

"Masalahnya kalau dinaikin kan ada usaha-usaha kecilnya akan mati misalnya industri keramik. Jadi waktu itu, ya jelas Kadin berpihak untuk hal ini, kita mengajukan hal ini ke Presiden dan tanggapannya positif kan Presiden marah-marah mengenai harga gas," kata Johnny.

Wajar kalau kata Johnny banyak pengusaha-pengusaha lokal yang justru membeli gasnya dari Malaysia atau Singapura karena harga gasnya lebih murah dan lebih menguntungkan untuk usaha.

"Masalah ada begini-begini ya kita kan selalu berfikiran bahwa liat tetangga kita dong, kan sudah ada ya di Malaysia berapa di Singapura berapa jadi kalau ada yang membantah segala macem bahwa minyak kita, gas kita sudah murah comparation dengan tetangga-tentanga saja oke," katanya.

Johnny menuturkan, harga gas di level 6 dolar tersebut sudah sesuai dengan kajian ilmiah dari berbagai Kementerian dan lembaga pendidikan, sehingga seharusnya harga gas 6 dolar tersebut sudah bisa di implentasikan.

"Jadi saya melihat disini kok sudah kajian ilmiah tidak diterapkan dinaikin lagi jadi Kadin merasa ada beberapa yang mengeluh ya kita sampaikan karena itu juga pengusaha-pengusaha kecil juga," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilema Karet Nasional, Produksi Melimpah Tapi Harga Terus Anjlok

Dilema Karet Nasional, Produksi Melimpah Tapi Harga Terus Anjlok

Bisnis | Senin, 20 Januari 2020 | 11:56 WIB

Gandeng 3 Tokoh Dunia Bangun Ibu Kota, Jokowi Klaim Ketiganya Tak Dibayar

Gandeng 3 Tokoh Dunia Bangun Ibu Kota, Jokowi Klaim Ketiganya Tak Dibayar

Video | Sabtu, 18 Januari 2020 | 10:48 WIB

Ketua OJK Curhat ke Jokowi Industri Asuransi Butuh Perhatian

Ketua OJK Curhat ke Jokowi Industri Asuransi Butuh Perhatian

Bisnis | Kamis, 16 Januari 2020 | 16:32 WIB

Terkini

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:22 WIB

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:01 WIB

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:48 WIB

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:27 WIB

Pelemahan Rupiah Bisa Picu PHK Massal, Menaker Buka Suara

Pelemahan Rupiah Bisa Picu PHK Massal, Menaker Buka Suara

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:23 WIB

Masuk Sandbox OJK, Amanode Siap Dorong Akses Likuiditas Berbasis Aset Kripto

Masuk Sandbox OJK, Amanode Siap Dorong Akses Likuiditas Berbasis Aset Kripto

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:21 WIB

Tak Kuat Tekanan Aksi Jual Asing Buat IHSG Ambruk, Balik ke Level 6.130

Tak Kuat Tekanan Aksi Jual Asing Buat IHSG Ambruk, Balik ke Level 6.130

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:09 WIB

Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI

Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:58 WIB

10 Raksasa Sawit Diduga Manipulasi Ekspor, Nama-nama Konglomerat Ini Diincar Kejagung?

10 Raksasa Sawit Diduga Manipulasi Ekspor, Nama-nama Konglomerat Ini Diincar Kejagung?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:51 WIB