Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Ketakutan Kementerian BUMN Akhirnya Terjadi, DPR Bentuk Panja Jiwasraya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 21 Januari 2020 | 14:28 WIB
Ketakutan Kementerian BUMN Akhirnya Terjadi, DPR Bentuk Panja Jiwasraya
Perusahaan asuransi Jiwasraya. (Antara)

Suara.com - Permasalahan yang terjadi di industri jasa keuangan saat ini dirasa sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu para anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dirasa perlu membentuk Panitia Kerja (Panja) terkait pengawasan kinerja industri jasa keuangan, terutama persoalan yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya.

Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganindito mengatakan, publik saat ini dipusingkan dengan banyaknya kasus industri jasa keuangan terutama soal asuransi.

"Akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang ada di sektor industri jasa keuangan. DPR RI sudah melakukan rapat kerja. Kami sudah melakukan raker dengan OJK, RDP dengan Jiwasraya, raker dengan Kemenkeu dan BPK beberapa kali. Kami sudah menyikapi kasus Jiwasraya pada masa sidang pertama yang lalu," kata Dito saat konferensi pers di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Maka dari itu kata Politisi Partai Golkar ini, para anggota dewan perlu untuk menyelesaikan masalah ini, agar uang-uang para nasabah Jiwasraya segera kembali.

"Kami juga mengimbau masyarakat bahwa marilah kita hadapi dengan tenang dan enggak khawatir karena kami sudah bicara dengan komisi VI yang membidangi BUMN untuk sepakat menyelamatkan uang nasabah sesuai dengan janji menteri BUMN," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak menginginkan adanya Panitia Khusus (Pansus) dan Panitia Kerja (Panja) DPR RI dalam kasus skandal gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Staf Khusus Kementerian BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan, dengan adanya Pansus atau Panja ditakutkan proses yang saat ini sedang berjalan dalam penyelamatan Jiwasraya bakal terganggu.

"Kenapa kami tolak Panja atau Pansus, kami transparan karena nanti riweuh, politik investor lari. nanti kalau uang engga masuk siapa yang kejar-kejar nasabah? Bagi kami adalah bagaimana uang nasabah kembali," kata Arya dalam sebuah diskusi di Kawasan Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Arya menuturkan, saat ini Kementerian BUMN sedang bekerja keras dan fokus-fokusnya dalam menyelamatkan kasus Jiwasraya, apalagi yang terpenting kata Arya adalah bagaimana Kementerian BUMN bisa segera mengembalikan uang nasabah tersebut.

Sehingga menurutnya bukan ada persoalan Pansus atau Panja kasus Jiwasraya ini bisa terselesaikan.

"Persoalan besar atau kecil kalau tidak diselesaikan ya akan jadi masalah, kesalahan besar kalau diselesaikan engga jadi masalah, karena kita fokus ke solusi, kami ini di Kementerian BUMN atas perintah Pak Jokowi adalah kami cari solusi," kata Arya.

Namun kata Arya lain halnya jika Kementerian BUMN tidak bekerja dengan maksimal menyelesaikan kasus Jiwasraya, bolehlah Panja atau Pansus dibuat oleh DPR RI dalam menyelesaikan masalah ini.

"Kalau kami engga kerjakan, ga ada solusinya, mungkin DPR bisa melakukan langkah politik lebih tinggi. Saya kan kemarin minta ga usah Panja atau Pansus, karena kami kerja, kalau kami tidak kerja boleh, silakan babat kami habis. Setiap hari ini kerja, padahal BUMN engga cuma Jiwasraya, kami dari Kementerian BUMN cari solusi uang nasabah kembali," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Siap Jerat Pihak yang Membantu Harun Masiku Caleg PDIP Buron

KPK Siap Jerat Pihak yang Membantu Harun Masiku Caleg PDIP Buron

News | Selasa, 21 Januari 2020 | 14:00 WIB

Mengadu ke Dewas soal Kasus Harun, Ketua KPK: Tanya ke PDIP Jangan Saya

Mengadu ke Dewas soal Kasus Harun, Ketua KPK: Tanya ke PDIP Jangan Saya

News | Senin, 20 Januari 2020 | 22:57 WIB

Usut Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya, Komisi III DPR Bakal Bentuk Panja

Usut Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya, Komisi III DPR Bakal Bentuk Panja

News | Senin, 20 Januari 2020 | 19:58 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB