Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Ketakutan Kementerian BUMN Akhirnya Terjadi, DPR Bentuk Panja Jiwasraya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 21 Januari 2020 | 14:28 WIB
Ketakutan Kementerian BUMN Akhirnya Terjadi, DPR Bentuk Panja Jiwasraya
Perusahaan asuransi Jiwasraya. (Antara)

Suara.com - Permasalahan yang terjadi di industri jasa keuangan saat ini dirasa sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu para anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dirasa perlu membentuk Panitia Kerja (Panja) terkait pengawasan kinerja industri jasa keuangan, terutama persoalan yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya.

Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganindito mengatakan, publik saat ini dipusingkan dengan banyaknya kasus industri jasa keuangan terutama soal asuransi.

"Akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang ada di sektor industri jasa keuangan. DPR RI sudah melakukan rapat kerja. Kami sudah melakukan raker dengan OJK, RDP dengan Jiwasraya, raker dengan Kemenkeu dan BPK beberapa kali. Kami sudah menyikapi kasus Jiwasraya pada masa sidang pertama yang lalu," kata Dito saat konferensi pers di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Maka dari itu kata Politisi Partai Golkar ini, para anggota dewan perlu untuk menyelesaikan masalah ini, agar uang-uang para nasabah Jiwasraya segera kembali.

"Kami juga mengimbau masyarakat bahwa marilah kita hadapi dengan tenang dan enggak khawatir karena kami sudah bicara dengan komisi VI yang membidangi BUMN untuk sepakat menyelamatkan uang nasabah sesuai dengan janji menteri BUMN," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak menginginkan adanya Panitia Khusus (Pansus) dan Panitia Kerja (Panja) DPR RI dalam kasus skandal gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Staf Khusus Kementerian BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan, dengan adanya Pansus atau Panja ditakutkan proses yang saat ini sedang berjalan dalam penyelamatan Jiwasraya bakal terganggu.

"Kenapa kami tolak Panja atau Pansus, kami transparan karena nanti riweuh, politik investor lari. nanti kalau uang engga masuk siapa yang kejar-kejar nasabah? Bagi kami adalah bagaimana uang nasabah kembali," kata Arya dalam sebuah diskusi di Kawasan Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Arya menuturkan, saat ini Kementerian BUMN sedang bekerja keras dan fokus-fokusnya dalam menyelamatkan kasus Jiwasraya, apalagi yang terpenting kata Arya adalah bagaimana Kementerian BUMN bisa segera mengembalikan uang nasabah tersebut.

Sehingga menurutnya bukan ada persoalan Pansus atau Panja kasus Jiwasraya ini bisa terselesaikan.

"Persoalan besar atau kecil kalau tidak diselesaikan ya akan jadi masalah, kesalahan besar kalau diselesaikan engga jadi masalah, karena kita fokus ke solusi, kami ini di Kementerian BUMN atas perintah Pak Jokowi adalah kami cari solusi," kata Arya.

Namun kata Arya lain halnya jika Kementerian BUMN tidak bekerja dengan maksimal menyelesaikan kasus Jiwasraya, bolehlah Panja atau Pansus dibuat oleh DPR RI dalam menyelesaikan masalah ini.

"Kalau kami engga kerjakan, ga ada solusinya, mungkin DPR bisa melakukan langkah politik lebih tinggi. Saya kan kemarin minta ga usah Panja atau Pansus, karena kami kerja, kalau kami tidak kerja boleh, silakan babat kami habis. Setiap hari ini kerja, padahal BUMN engga cuma Jiwasraya, kami dari Kementerian BUMN cari solusi uang nasabah kembali," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Siap Jerat Pihak yang Membantu Harun Masiku Caleg PDIP Buron

KPK Siap Jerat Pihak yang Membantu Harun Masiku Caleg PDIP Buron

News | Selasa, 21 Januari 2020 | 14:00 WIB

Mengadu ke Dewas soal Kasus Harun, Ketua KPK: Tanya ke PDIP Jangan Saya

Mengadu ke Dewas soal Kasus Harun, Ketua KPK: Tanya ke PDIP Jangan Saya

News | Senin, 20 Januari 2020 | 22:57 WIB

Usut Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya, Komisi III DPR Bakal Bentuk Panja

Usut Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya, Komisi III DPR Bakal Bentuk Panja

News | Senin, 20 Januari 2020 | 19:58 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:04 WIB

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:57 WIB

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:51 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:22 WIB

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:01 WIB

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52 WIB

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:48 WIB