Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ketegangan Politik Dunia Mereda Diikuti Redupnya Kilau Emas

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 22 Januari 2020 | 08:55 WIB
Ketegangan Politik Dunia Mereda Diikuti Redupnya Kilau Emas
Ilustrasi emas batangan. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas merosot 1 persen pada Selasa (21/1/2020) di tengah perdagangan yang fluktuatif karena maraknya investor mengambil keuntungan (profit taking) setelah harga mencapai level tertinggi dua pekan di awal sesi.

Mengutip Reuters Rabu (22/1/2020) logam mulia memangkas kerugian dan menguat kembali di atas level 1.550 dolar AS per ounce, didukung oleh suku bunga yang rendah dan ketegangan geopolitik.

Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi 1.558,60 dolar AS per ounce setelah mencapai level tertinggi sejak 8 Januari, yakni 1.568,35 dolar AS per ounce pada awal perdagangan.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,2 persen lebih rendah menjadi 1.557,90 dolar AS per ounce.

"Kita memiliki periode kinerja yang cukup baik untuk emas dan kita menyerahkan kembali sebagian dari itu," kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas TD Securities.

Dirinya menambahkan emas kemungkinan akan bertahan dalam kisaran yang cukup ketat di level 1.550 dolar AS per ounce untuk saat ini.

"Saya belum pernah mendengar berita apa pun yang menyebutkan bahwa ini (penurunan emas) adalah semacam rangkaian perkembangan fundamental yang permanen dan struktural. Ini lebih merupakan penyesuaian terhadap downside karena alasan teknikal," katanya.

Komoditas emas mendapat dukungan karena pasar saham global merosot seiring meningkatnya kekhawatiran tentang coronavirus jenis baru di China.

Emas melesat lebih dari 6 persen sejak 6 Desember. Pada 8 Januari, emas menembus batas 1.600 dolar AS untuk kali pertama dalam hampir tujuh tahun karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Di tempat lain, palladium anjlok 4 persen menjadi 2.400,12 dolar AS per ounce, ditetapkan untuk menandai penurunan persentase harian terbesar dalam sebulan. Harga palladium mencapai level tertinggi yang baru 2.582,19 dolar AS per ounce pada sesi Senin.

Perak menyusut 1,3 persen menjadi 17,83 dolar AS per ounce, sedangkan platinum merosot 1,1 persen menjadi 1.004,17 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendadak Lebih Mahal dari Emas, Apa itu Paladium?

Mendadak Lebih Mahal dari Emas, Apa itu Paladium?

Tekno | Selasa, 21 Januari 2020 | 15:43 WIB

Naik Rp 2.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 771.000 Per Gram

Naik Rp 2.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 771.000 Per Gram

Bisnis | Selasa, 21 Januari 2020 | 09:00 WIB

Kilau Emas Meredup Seiring Membaiknya Ekonomi AS

Kilau Emas Meredup Seiring Membaiknya Ekonomi AS

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2020 | 08:46 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB