Harga Cabai Mahal, Mentan Beberkan Alasannya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Harga Cabai Mahal, Mentan Beberkan Alasannya
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengakui adanya kenaikan harga cabai.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Januari 2020 sebesar 0,39 persen, laju inflasi utamanya disebabkan makanan dan minuman serta rokok, dimana untuk cabai merah dalam kelompok makanan menyumbang inflasi sebesar 0,13 persen.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengakui adanya kenaikan harga cabai, menurutnya kenaikan harga cabai dikarenakan adanya keterlambatan musim tanam cabai akibat cuaca.

"Cabai agak naik sekarang itu karena kemarau yang panjang kemarin terus ada banjir di Jawa mengakibatkan adanya delay (keterlambatan) penanaman," kata Syahrul saat ditemui di Pasar Senen, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Akibat keterlambatan masa tanam cabai ini membuat pasokan cabai di pasaran agak sedikit berkurang, sehingga menyebabkan harga cabai merangkak naik.

"Ini masalah supply demand, karena keterlambatan penanaman, maka dari itu juga hasilnya akan delay sampai dengan bulan Februari akhir," kata Mentan.

Meski begitu kata Mentan ada di beberapa wilayah yang lain pasokan cabai masih cukup seperti di wilayah Kalimantan dan Sulawesi, sehingga pasokan yang berlebih tersebut akan di distribusikan ke wilayah Jawa.

"Tapi kalau kita lihat di Kalimantan dan Sulawesi ini sudah sementara panen, oleh karena itu supply nya akan kita berikan kesini (Pulau Jawa)," katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS