Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!

M Nurhadi

Minggu, 01 Maret 2026 | 05:22 WIB
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
Harga minyak dunia diprediksi meroket sangat tinggi efek perang di Timur Tengah [Suara.com]
baca 10 detik
  • Serangan AS-Israel terhadap Iran, anggota OPEC keempat penghasil 3 juta barel/hari, mengancam stabilitas ekonomi global.
  • Penguasaan Iran atas Selat Hormuz, jalur vital sepertiga ekspor minyak dunia, dapat memicu resesi global jika tertutup.
  • Dampak utama dirasakan Asia; penutupan jalur itu berpotensi memicu kenaikan harga minyak drastis melewati $100 per barel.

Suara.com - Serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang merupakan anggota penting OPEC, kini menempatkan stabilitas ekonomi dunia dalam risiko besar.

Para pakar energi memperingatkan bahwa gangguan pada pasokan minyak di Timur Tengah dapat menjadi pemicu resesi ekonomi global dalam skenario terburuk.

Iran saat ini memegang peran krusial sebagai produsen minyak terbesar keempat di OPEC, dengan angka produksi mencapai lebih dari 3 juta barel per hari pada Januari lalu.

Namun, ancaman utama bukan hanya pada produksi domestik Iran, melainkan pada kendali mereka atas Selat Hormuz—jalur air paling vital bagi perdagangan minyak mentah dunia.

Data dari firma konsultan energi Kpler menunjukkan bahwa pada tahun 2025, lebih dari 14 juta barel minyak mengalir melalui selat ini setiap harinya. Angka tersebut mewakili sepertiga dari total ekspor minyak mentah melalui laut di seluruh dunia.

"Penutupan Selat Hormuz dalam jangka waktu lama adalah jaminan terjadinya resesi global," tegas Bob McNally, mantan penasihat energi Gedung Putih sekaligus pendiri Rapidan Energy, seperti yang dikutip dari CNBC.

McNally memperingatkan bahwa pasar selama ini meremehkan kemampuan Teheran dalam mengganggu lalu lintas komersial.

Iran memiliki persediaan ranjau laut dan rudal jarak pendek yang signifikan yang dapat membuat Selat Hormuz tidak aman bagi kapal tanker. Jika ini terjadi, harga minyak mentah diprediksi akan meroket melampaui $100 per barel.

Dampak Langsung bagi Kawasan Asia

baca juga

Krisis ini akan berdampak paling parah bagi negara-negara di Asia. Sekitar tiga perempat dari minyak yang melewati Hormuz dikirim ke China, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Bahkan, China sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, menggantungkan separuh impor minyak mentahnya dari jalur ini.

Jika jalur ini tertutup, McNally memprediksi akan terjadi aksi penimbunan besar-besaran oleh negara-negara Asia, yang memicu persaingan harga atau "bidding war" paling sengit dalam sejarah komoditas energi.

Pada penutupan perdagangan Jumat, harga minyak mentah Brent telah naik 2,45% ke level $72,48 per barel, sementara WTI naik 2,78% menjadi $67,02 per barel.

Namun, saat perdagangan dibuka kembali pada Minggu sore waktu setempat, harga diprediksi akan langsung melonjak sebesar $5 hingga $7 per barel sebagai antisipasi risiko perang.

Upaya Penyelamatan yang Terbatas:

  • Jalur Alternatif: Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memiliki pipa pipa darurat yang dapat memintas Selat Hormuz, namun kapasitasnya hanya mampu mengalihkan sebagian kecil dari total kebutuhan dunia.
  • Cadangan Strategis (SPR): Pemerintahan Donald Trump dapat mencairkan Cadangan Minyak Strategis AS yang saat ini berjumlah sekitar 415 juta barel. Namun, analis dari ClearView Energy Partners memperingatkan bahwa jika krisis berlangsung lama, cadangan tersebut tidak akan cukup untuk menutupi kehilangan pasokan dari seluruh anggota IEA.

Kondisi semakin rumit setelah media pemerintah Iran melaporkan serangan rudal ke pangkalan AS di Qatar, Kuwait, UEA, dan Bahrain.

Hal ini memaksa perusahaan asuransi untuk menaikkan tarif premi kapal tanker secara agresif, atau bahkan menolak memberikan perlindungan asuransi sama sekali bagi kapal yang melewati Teluk Persia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presenter Sepakbola Richard Keys Mendadak Berhenti Siaran Saat AS Membombardir Iran

Presenter Sepakbola Richard Keys Mendadak Berhenti Siaran Saat AS Membombardir Iran

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 05:10 WIB

Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!

Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 05:05 WIB

Prediksi Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Usai Serangan Amerika Serikat

Prediksi Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Usai Serangan Amerika Serikat

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 04:50 WIB

Rudal Israel Hantam Iran, Nasib Tragis Eks Barcelona Terjebak di Pesawat Saat Teheran Membara

Rudal Israel Hantam Iran, Nasib Tragis Eks Barcelona Terjebak di Pesawat Saat Teheran Membara

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 04:36 WIB

Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu

Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 04:23 WIB

Piala Dunia 2026 Terancam Perang Iran-AS? FIFA Mulai Pantau Ketat Keamanan Tim di Amerika Serikat

Piala Dunia 2026 Terancam Perang Iran-AS? FIFA Mulai Pantau Ketat Keamanan Tim di Amerika Serikat

Bola | Minggu, 01 Maret 2026 | 04:22 WIB

Terkini

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:16 WIB

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:09 WIB

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:07 WIB

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:05 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lampung | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

×