Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tahun Ini, Kementan Bakal Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 10 Februari 2020 | 19:22 WIB
Tahun Ini, Kementan Bakal Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier
Ilustrasi sawah. (Dok : Kementan)

Suara.com - Direktur Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Rahmanto mengatakan, pihaknya bakal melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) seluas 135.600 hektare tahun ini. Hal ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi (Rakorsin) Ditjen PSP Tahun Anggaran 2020, di IPB Convention Center, Bogor,  Jawa Barat, 5-7 Februari 2020.

Program RJIT tersebut akan dilakukan di 32 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten dan kota.

"Program RJIT diutamakan pada lokasi yang telah dilakukan SID tahun sebelumnya, yaitu pada daerah irigasi yang saluran primer dan sekundernya dalam kondisi baik. Tujuannya untuk meningkatkan Indeks Pertanaman Padi sebesar 0,5," ujarnya.

Untuk pembangunan embung pertanian, dicanangkan pada 400 unit di 30 provinsi, lebih dari 226 kabupaten dan kota. Kegiatan dapat berupa pembangunan embung, dam parit, dan Longstorage.

Adapun luas layanan minimal 25 hektare tanaman pangan, 20  hektare hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

"RJIT sesuai dengan kebutuhan petani. Sebagian besar dananya disalurkan melalui sistem swakelola petani. Dengan swakelola oleh petani, jaringan irigasi tersier yang direhabilitasi umumnya akan lebih bagus dan petani merasa lebih memiliki. Kita membangun secara bertahap berdasarkan kebutuhan masyarakat petani," tambah Rahmanto.

Ia menyebut, rumus program RJIT adalah jaringan yang sudah rusak, di mana di sekitarnya ada sawah yang diairi, ada sumber air, dan ada petani. Menurutnya, dengan diserahkannya RJIT kepada kelompok tani, maka pembangunan jaringan irigasi akan dilakukan secara gotong royong atau swakelola.

Rahmanto menyebut, masyarakat petani yang membutuhkan bantuan RJIT atau pembangunan embung, bisa mengajukannya ke Dinas Pertanian kabupaten atau kota masing-masing.

"Nanti dinas bisa meneruskannya ke Ditjen PSP untuk ditindaklanjuti. Bantuan ini diharapkan bisa membantu petani yang tujuannya bisa mensejahterakan petani," jelasnya.

baca juga

Selama ini, Ditjen PSP juga sudah melakukan monitoring optimalisasi pemanfaatan jaringan irigasi tersier (JIT). Selain itu, pihaknya juga akan mendata atau melakukan pemetaan jaringan irigasi yang sudah direhabilitasi dan yang belum direhabilitasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stabilkan Harga Cabai dan Bawang, Kementan Gelar Operasi Pasar

Stabilkan Harga Cabai dan Bawang, Kementan Gelar Operasi Pasar

Bisnis | Minggu, 09 Februari 2020 | 13:57 WIB

Tahun Ini Kementan Bakal Tetapkan Sejumlah Kebijakan Prioritas

Tahun Ini Kementan Bakal Tetapkan Sejumlah Kebijakan Prioritas

Bisnis | Sabtu, 08 Februari 2020 | 12:16 WIB

Kementan Tegaskan Tak Ada Pengurangan Pupuk Bersubsidi

Kementan Tegaskan Tak Ada Pengurangan Pupuk Bersubsidi

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2020 | 09:41 WIB

Kementan Minta Daerah Manfaatkan Alat Pertanian Secara Maksimal

Kementan Minta Daerah Manfaatkan Alat Pertanian Secara Maksimal

Bisnis | Kamis, 06 Februari 2020 | 14:23 WIB

Kementan Siapkan Program untuk Wujudkan Pertanian yang Maju dan Modern

Kementan Siapkan Program untuk Wujudkan Pertanian yang Maju dan Modern

Bisnis | Kamis, 06 Februari 2020 | 09:47 WIB

Bunga Ringan, KUR Jadi Solusi bagi Petani untuk Kembangkan Usaha

Bunga Ringan, KUR Jadi Solusi bagi Petani untuk Kembangkan Usaha

Bisnis | Rabu, 05 Februari 2020 | 10:58 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB