Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ada Virus Corona, Jokowi Minta Kementerian Perbanyak Belanja

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 12 Februari 2020 | 18:45 WIB
Ada Virus Corona, Jokowi Minta Kementerian Perbanyak Belanja
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. (Suara.com/Yosea Arga)

Suara.com - Pemerintah telah mengantisipasi dampak virus corona terhadap perekonomian nasional dengan menggeber belanja modal pada kuartal I tahun 2020 ini.

Sekretaris Menko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, dampak dari mewabahnya virus corona tidak bisa dianggap sepele karena bisa berdampak buruk bagi ekonomi nasional.

"Tapi intinya bagiamana pemerintah menjaga build pertumbuhan ekonomi kita, kita targetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,3 persen, kalau itung-itungan konsensus kemarin pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi China pengaruhnya bisa-bisa kena 1 sampai 2 persen ke pertumbuhan ekonomi global, karena China itu mitra utama hampir sebagian besar negara di dunia," kata
Susiwijono di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Maka dari itu kata dia, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), semua Kementerian dan Lembaga diminta untuk jor-joran melakukan belanja modal pada kuartal I tahun ini.

"Arahan di sidang kabinet usulan untuk front loading APBN, belanja kita dorong kita optimalkan di kuartal I tahun ini," kata dia.

Belanja apa yang bakal didorong, tentunya kata anak buah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ini adalah belanja modal yang sifatnya konsumtif bagi masyarakat, seperti bantuan sosial (bansos), dana desa dan bantuan operasional sekolah atau BOS.

"Sektor apa saja, pertama bansos kita gelontorkan karena akan mendorong konsumsi di masyarakat kecil, karena konsumsi itu share ke PDB 56 persen," katanya.

Tak hanya itu kata dia pemerintah akan mempercepat dan memperbesar porsi penyaluran dana desa, dimana biasanya pada kuartal I ini porsi penyaluran dana desa sebesar 20 persen dinaikkan menjadi 40 persen.

"Demikian juga dana desa kita minta dari alokasi Rp 72 triliun kita dorong di kuartal I ini, dulu ada aturan di kuartal 1 itu 20 persen porsinya, kita relaksasi jadi 40 persen supaya di kuartal 1 bisa cepat bergulir," paparnya.

baca juga

Demikian juga dengan penyaluran dana BOS yang kira-kira 70 persen akan ditingkatkan di semester 1 tahun ini.

"Kita akan dorong itu semua dan termasuk belanja modal kita akan dorong juga. Kita tetap waspada tapi kita optimis, walaupun ada pengurangan growth kita akan set off dengan UU Omnibus Law," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turis Batal Sewa 40 Ribu Kamar Hotel di Bali Imbas Virus Corona

Turis Batal Sewa 40 Ribu Kamar Hotel di Bali Imbas Virus Corona

Bisnis | Rabu, 12 Februari 2020 | 18:27 WIB

Jokowi Telepon Presiden Xi Jinping Tawarkan Bantuan Hadapi Virus Corona

Jokowi Telepon Presiden Xi Jinping Tawarkan Bantuan Hadapi Virus Corona

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 18:02 WIB

Jokowi Sebut Pemerintah Hanya Mau Pulangkan Anak WNI Eks ISIS yang Yatim

Jokowi Sebut Pemerintah Hanya Mau Pulangkan Anak WNI Eks ISIS yang Yatim

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 17:14 WIB

Terkini

Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50

Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:43 WIB

J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi

J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:38 WIB

Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan

Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:33 WIB

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:28 WIB

BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan

BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:22 WIB

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:46 WIB

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:21 WIB

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:11 WIB

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:04 WIB

×