Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Harga Masker Naik Gila-gilaan, Mendag Geram ke Distributor Hingga Pengecer

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 03 Maret 2020 | 14:28 WIB
Harga Masker Naik Gila-gilaan, Mendag Geram ke Distributor Hingga Pengecer
Ilustrasi masker. (Shutterstock)

Suara.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta kepada produsen hingga penjual eceran masker dan hand sanitizer untuk tidak menaikan harga jual produk tersebut.

Pasalnya kata Mendag Agus, setelah pemerintah mengumumkan adanya 2 Warga Negara Indonesia (WNI) positif terinfeksi virus corona, harga kedua produk tersebut naik drastis.

"Saya mengimbau kepada para penjual masker untuk tidak menaikan harga jual, hal ini juga berlaku kepada distributor dan para pengecer juga," kata Mendag Agus saat konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Agus menuturkan, banyak produsen masker hingga pedagang eceran mencari keuntungan dari situasi ini, padahal kata dia saat ini kondisi perkembangan virus corona di dalam negeri masih terbilang normal.

"Ini karena permintaan masker begitu banyak sehingga adanya ketidakseimbangan," katanya.

Hal serupa juga berlaku untuk para produsen hingga penjual eceran hand sanitizer untuk tidak menaikan harga melebihi harga normal.

Diketahui, Warga DKI Jakarta langsung menyerbu toko-toko penjual masker di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, setelah Presiden Jokowi mengumumkan terdapat 2 warga di Depok positif virus corona alias Covid-19, Senin (2/3/2020).

Pantauan Suara.com, toko-toko penjual beragam masker banyak didatangi konsumen yang mengkhawatirkan wabah virus corona.

Kebanyakan konsumen memborong masker penutup berwarna hijau di gerai-gerai penjual alat kesehatan yang terdapat di Pasar Pramuka.

baca juga

Satu boks berisi 50 masker tersebut kekinian melonjak naik menjadi Rp 350 ribu. Padahal, sebelum virus corona mewabah, satu box masker berwarna hijau dijual seharga Rp 35 ribu.

Banyak pedagang di Pasar Pramuka yang mengaku tak lagi mempunyai stok masker.

“Sudah habis dibeli mas,” kata Rendi, pedagang alat kesehatan di Pasar Pramuka.

Ia mengaku, satu box masker biasa kekinian dijual seharga antara Rp 250 ribu sampai Rp 350 ribu. Harga naik karena permintaan warga terbilang tinggi.

"Ya naik harganya setelah ramai virus corona di Wuhan China. Jadi maskernya langka, sehingga harga naik. Dulu sempat Rp 35 ribu satu box, tapi naik menjadi Rp 350 ribu,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Masker Mahal Setelah Info Pasien Virus Corona Meninggal di RS Kariadi

Harga Masker Mahal Setelah Info Pasien Virus Corona Meninggal di RS Kariadi

Jawa Tengah | Selasa, 03 Maret 2020 | 14:09 WIB

Cuci Tangan VS Hand Sanitizer. Mana yang Lebih Efektif Atasi Corona?

Cuci Tangan VS Hand Sanitizer. Mana yang Lebih Efektif Atasi Corona?

Your Say | Selasa, 03 Maret 2020 | 14:02 WIB

Tak Cuma Direbus, Ini Cara Mengolah Herbal Antivirus Menurut Pakarnya

Tak Cuma Direbus, Ini Cara Mengolah Herbal Antivirus Menurut Pakarnya

Health | Selasa, 03 Maret 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB