Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Imbas Corona, Pedagang Sembako Yang Naikan Harga Seenaknya Bisa Ditangkap

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2020 | 16:23 WIB
Imbas Corona, Pedagang Sembako Yang Naikan Harga Seenaknya Bisa Ditangkap
Ilustrasi Pedagang sembako di Pasar Tebet, Jakarta, Selasa (3/10).

Suara.com - Fenomena panic buying terjadi setelah pemerintah mengumumkan 2 kasus virus Corona di Indonesia. Atas peristiwa ini banyak masyarakat yang panik sehingga melakukan belanja yang berlebihan.

Dari kejadian ini juga banyak dari penjual sembako yang menaikan harga dagangan mereka.

"Kami tetap melihat atau memantau dan melakukan tindakan hukum apabila ada pemain di lapangan yang memanfaatkan situasi ini, mengambil kesempatan," kata Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Tak tanggung-tanggung tindakan tersebut kata dia bisa berujung pada bui, jika para pedagang menaikan harga sembako yang tak masuk akal.

"Apabila ditemukan adanya distributor atau pedagang akan dilakukan penindakan ya menangkap," kata Daniel.

Hingga saat ini, lanjut Daniel pihaknya telah menemukan sejumlah pedagang yang mulai menaikan harga jual barang dagangannya, khususnya para pedagang yang berjualan di pasar-pasar tradisonal.

"Sampai dengan saat ini ada beberapa daerah yang sudah kami melakukan pemeriksaan seperti di Jakarta dan Surabaya. Memang ini masih pemeriksaan," ucapnya.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta kepada masyarakat agar tak panik dalam berbelanja usai pengumuman dua warga Depok yang positif terjangkit virus corona.

"Pemerintah menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik berbelanja yang berlebihan, karena pasokan barang kebutuhan pokok cukup," kata Mendag Agus saat konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Agus menjelaskan, peristiwa panic buying atau tindakan membeli sejumlah besar produk yang tidak biasa bisa menimbulkan ketidakseimbangan dalam struktur harga, karena permintaan yang tinggi namun stok yang terbatas.

"Panic buying dapat mendorong ketidakpastian harga yang bisa mendorong kenaikan harga akibat pasokan dan supply yang tidak seimbang," kata Agus.

Sehingga saran Agus kepada masyarakat agar tak panik dan berbelanja sesuai dengan kebutuhannya seperti hari-hari biasa.

"Silahkan belanja sesuai dengan kebutuhannya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Pesan Masker sampai 20 Ribu Kotak, Tompi: Mau Dipakai Bikin Rumah?

Disebut Pesan Masker sampai 20 Ribu Kotak, Tompi: Mau Dipakai Bikin Rumah?

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:58 WIB

Suruh Kapolri Buru Penimbun Masker, Jokowi: Saya Ingatkan Hati-hati!

Suruh Kapolri Buru Penimbun Masker, Jokowi: Saya Ingatkan Hati-hati!

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:40 WIB

Seruan Bersatu Lawan Virus Corona, Video Jokowi Minum Jamu Diungkit

Seruan Bersatu Lawan Virus Corona, Video Jokowi Minum Jamu Diungkit

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 15:42 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB