Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Bukan Corona, Ini 3 Tantangan Yang Menghadang Ekonomi Indonesia

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 04 Maret 2020 | 08:54 WIB
Bukan Corona, Ini 3 Tantangan Yang Menghadang Ekonomi Indonesia
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan ada tiga tantangan yang perlu dihadapi pemerintah untuk membawa maju perekonomian nasional.

Hal tersebut dikatakan Suahasil saat menghadiri acara perayaan 50 tahun hubungan Indonesia dengan Asian Development Bank (ADB) di Kementerian Keuangan.

"Ada 3 tantangan, pertama, kita harus bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, di Indonesia kita tahu selalu naik turun, optimismenya ada tapi selalu naik turun," kata Suahasil.

Suahasil menuturkan, untuk menaikkan kelas menengah bawah perlu kebijakan yang bisa mengatur seoptimal mungkin.

"Untuk memanagenya, itu juga penuh dengan dinamikanya, itu satu yang harus kita tangani," katanya.

Yang kedua kata Suahasil adalah soal usia kelas menengah di Indonesia yang makin hari makin menua, hal ini kata dia perlu diantisipasi, sehingga tidak kehilangan momentum dalam memanfaatkan jumlah kelas menengah ini.

"Ini sudah mulai menua, ini harus dimengerti dan dipahami apa yang harus dilakukan Indonesia untuk dipersiapkan. Itu harus disiapkan sekarang," katanya.

Dan yang ketiga adalah soal urbanisasi, pemerataan pembangunan yang tidak hanya berfokus di Pulau Jawa saja.

"Pulau Jawa ini isinya 60 persen dari total penduduk Indonesia, di mana ada banyak perbedaannya, mulai dari kesehatannya hingga pilihan politiknya. Sebetulnya kalau dilihat masalah ini, pemerintah tidak bisa menangani masalah ini. Lalu siapa yang bisa menariknya? Ya mereka itu adalah pihak swasta," katanya.

baca juga

Tantangan ini kata Suahasil harus dipersiapkan mulai dari sekarang, mengingat Indonesia pada tahun 2045 akan menjadi negara maju.

"Indonesia selalu memiliki pandangan di 2045 akan menjadi negara emas, berpendapatan tinggi dan menjadi negara maju. Tapi tentu akan ada banyak tantangan, saya tidak berbicara tantangan mengenai corona virus yang terjadi dalam beberapa bulan ke belakang, saya tidak bicara itu. Tapi saya berbicara tentang transformasi jangka panjang yang akan dilakukan Indonesia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Corona Covid-19: Sembuh 48.587 Jiwa , Meninggal 3.168 Jiwa

Update Corona Covid-19: Sembuh 48.587 Jiwa , Meninggal 3.168 Jiwa

Health | Rabu, 04 Maret 2020 | 08:53 WIB

Terkait Penyebaran Virus Corona, Ketua DPR Sebarkan 8 Poin Imbauan

Terkait Penyebaran Virus Corona, Ketua DPR Sebarkan 8 Poin Imbauan

DPR | Rabu, 04 Maret 2020 | 08:45 WIB

Fenomena Panic Buying Akibat Virus Corona Covid-19, Apa Tanggapan Psikolog?

Fenomena Panic Buying Akibat Virus Corona Covid-19, Apa Tanggapan Psikolog?

Health | Rabu, 04 Maret 2020 | 08:47 WIB

Terkini

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:12 WIB

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:56 WIB

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:55 WIB

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:37 WIB

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:32 WIB

×