Fenomena Panic Buying Akibat Virus Corona Covid-19, Apa Tanggapan Psikolog?

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana, Rosiana Chozanah

Rabu, 04 Maret 2020 | 08:47 WIB
Fenomena Panic Buying Akibat Virus Corona Covid-19, Apa Tanggapan Psikolog?
Seorang pelanggan apotek melintasi pintu masuk yang terdapat tulisan masker kosong di Apotek Jalan Sultan Agung, Umbulharjo, Yogakarta, Senin (2/3/2020). [Suarajogja.id / M Ilham Baktora]

Suara.com - Sejak pemerintah mengumumkan virus Corona baru Covid-19 sudah masuk ke Indonesia, Senin (2/3/2020), masyarakat seketika menjadi panik hingga melakukan panic buying.

Sebenarnya, fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Di negara lain yang juga terindikasi adanya kasus virus corona pun warganya melakukan hal yang sama, tak terkecuali AS.

Barang-barang yang tentunya menjadi sasaran adalah masker serta hand sanitizer.

Menurut psikolog klinis Hong Kong, Dr Cindy Chan, fenomena panic buying ini terjadi akibat orang-orang berusaha mendapatkan rasa kontrol.

Ada begitu banyak faktor yang menganggu seputar wabah Covid-19, sehingga orang-orang merasa mereka kehilangan kendali atas hidup mereka.

Warganet protes panic buying (Twitter/Donny_ibnu)
Warganet protes panic buying (Twitter/Donny_ibnu)

"Orang-orang merasa mereka perlu kontrol, jadi mereka pergi keluar dan membeli barang-barang dan merasa mereka melakukan apa yang mereka bisa untuk diri mereka sendiri, mendapatkan rasa kontrol. Ini adalah fenomena pemikiran kelompok, mentalitas kelompok," tuturnya, dilansir South China Morning Post, Rabu (4/3/2020).

Dari perspektif ilmu saraf, ketika seseorang menghadapi ancaman seperti Covid-19, bagian otak yang memproses rasa takut dan emosi (amygdala) sudah terlalu aktif. Aktivasi tinggi ini mematikan pemikiran rasional untuk sementara waktu.

"Kita tidak dapat bernalar secara rasional, kita lebih mudah dipengaruhi oleh pemikiran kelompok, perilaku kita menjadi lebih irasional," sambungnya.

Di sisi lain, ada bukti yang mengungkap bahwa fokus pada pembelian barang-barang ini merupakan reaksi perilaku terhadap perilaku stres dan ketidakpastian.

baca juga

"Anggap saja sebagai bentuk terapi ritel, alih-alih membelanjakan pakaian terkini, konsumen membeli produk yang dibutuhkan terkait dengan penyelesaian masalah, yang dapat meningkatkan rasa kontrol mereka," tulis asisten profesor Organisational Behaviour di INSEAD, Andy J Yap, dalam laman knowledge.insead.edu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Pengering Tangan Cegah Virus Corona? Ini Faktanya

Bisakah Pengering Tangan Cegah Virus Corona? Ini Faktanya

Health | Rabu, 04 Maret 2020 | 08:44 WIB

Bagikan Masker Gratis di Stasiun Depok

Bagikan Masker Gratis di Stasiun Depok

Foto | Rabu, 04 Maret 2020 | 08:23 WIB

Corona Masuk Indonesia, Anies: Pakai Masker Kalau Memang Sakit

Corona Masuk Indonesia, Anies: Pakai Masker Kalau Memang Sakit

News | Rabu, 04 Maret 2020 | 07:58 WIB

Terkini

Perhatian Lebih untuk Kesehatan Nasabah, BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium

Perhatian Lebih untuk Kesehatan Nasabah, BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 16:43 WIB

Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026

Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026

Kalbar | Rabu, 23 September 2026 | 16:43 WIB

BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan

BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan

Batam | Rabu, 23 September 2026 | 16:41 WIB

BRI InFrame 2026 Resmi Dimulai, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan Indonesia

BRI InFrame 2026 Resmi Dimulai, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan Indonesia

Bali | Rabu, 23 September 2026 | 16:39 WIB

BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah

BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah

Jogja | Rabu, 23 September 2026 | 16:39 WIB

Perkuat Nilai Merek Global, Dunlop Resmi Gandeng Ajang Motor Sport Goodwood Revival

Perkuat Nilai Merek Global, Dunlop Resmi Gandeng Ajang Motor Sport Goodwood Revival

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 16:35 WIB

3 Day Cream SymWhite 377 untuk Pudarkan Flek Hitam dan Cerahkan Kulit Kusam

3 Day Cream SymWhite 377 untuk Pudarkan Flek Hitam dan Cerahkan Kulit Kusam

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 16:35 WIB

Kompolnas Dalami Kematian Eks Istri Polisi dengan Luka Tembak di Medan, Apa Hasilnya?

Kompolnas Dalami Kematian Eks Istri Polisi dengan Luka Tembak di Medan, Apa Hasilnya?

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 16:32 WIB

Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Sediakan Layanan Premium Medical Check Up

Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Sediakan Layanan Premium Medical Check Up

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 16:30 WIB

TECNO Megapad SE 2 Resmi di Indonesia: Layar 9,7 Inci, AI Tutor, dan Harga Rp3 Jutaan

TECNO Megapad SE 2 Resmi di Indonesia: Layar 9,7 Inci, AI Tutor, dan Harga Rp3 Jutaan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:30 WIB

×