Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IMF Siapkan Pinjaman 50 Miliar Dolar AS untuk Negara Terdampak Corona

Iwan Supriyatna

Kamis, 05 Maret 2020 | 09:32 WIB
IMF Siapkan Pinjaman 50 Miliar Dolar AS untuk Negara Terdampak Corona
Ilustrasi IMF. (Shutterstock)

Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) dan Kelompok Bank Dunia menyediakan miliaran dolar AS untuk pembiayaan darurat bagi negara-negara anggota yang mencari dukungan sehubungan wabah virus corona atau Covid-19.

"Kami tahu bahwa penyakit ini menyebar dengan cepat. Dengan lebih dari sepertiga dari anggota kami terpengaruh secara langsung, ini bukan lagi masalah regional, ini adalah masalah global yang menyerukan respons global," kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan Rabu (4/3/2020) di sebuah konferensi pers bersama dengan Presiden Kelompok Bank Dunia David Malpass.

IMF menyediakan sekitar 50 miliar dolar AS melalui fasilitas pembiayaan darurat yang cepat pencairannya untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang.

Bank Dunia, sementara itu, telah mengumumkan bahwa mereka akan memberikan paket awal hingga 12 miliar dolar AS dalam "dukungan langsung" untuk membantu negara-negara yang menghadapi dampak kesehatan dan ekonomi dari wabah Covid-19.

"Apa yang dilakukan Bank Dunia adalah bekerja untuk memberikan respons yang cepat dan fleksibel berdasarkan kebutuhan negara berkembang," kata Malpass pada konferensi pers.

Dukungan itu akan mencakup pembiayaan darurat, saran kebijakan, dan bantuan teknis, katanya, seraya menambahkan bahwa itu akan memprioritaskan negara-negara termiskin dan mereka yang berisiko tinggi dengan kapasitas rendah.

"Tantangan terbesar kami saat ini adalah menangani ketidakpastian," kata Georgieva kepada wartawan.

"Dalam skenario apa pun, pertumbuhan global pada 2020 akan turun di bawah level tahun lalu," katanya.

Pada Februari, IMF telah merevisi turun pertumbuhan global 2020 menjadi 3,2 persen, 0,1 poin persentase lebih rendah dari proyeksi Januari. Turun di bawah level tahun lalu (2,9 persen) berarti lebih jauh menurunkan perkiraan pertumbuhan global.

baca juga

Proyeksi pertumbuhan untuk China tahun ini juga akan lebih rendah dari perkiraan terbaru, kata kepala IMF, sementara mencatat bahwa itu didorong bahwa sekitar 60 persen produksi telah dimulai kembali di China, dan lebih banyak kemajuan diharapkan dalam beberapa minggu ke depan.

Georgieva mengatakan, situasi saat ini sangat menantang bagi negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah dan kapasitas respons - menyerukan mekanisme koordinasi global untuk mempercepat pemulihan permintaan dan pasokan.

Prioritas nomor satu dalam hal respon fiskal, katanya, adalah memastikan pengeluaran terkait kesehatan di garis depan untuk melindungi kesejahteraan masyarakat, merawat yang sakit, dan memperlambat penyebaran virus. Kedua, tindakan kebijakan makro-keuangan mungkin diperlukan untuk mengatasi guncangan penawaran dan permintaan.

Ketua IMF menyambut baik pernyataan negara-negara industri G7, bahwa para menteri keuangan dan gubernur bank sentralnya siap untuk bekerja sama lebih lanjut dengan langkah-langkah tepat waktu dan efektif.

"Situasi ini berkembang dengan cepat dan kita harus siap untuk memberikan respons yang lebih kuat dan terkoordinasi jika kondisi mengharuskannya," kata Georgieva. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Corona Covid-19: 53.668 Orang Sembuh, Korban Meninggal 3.285 Jiwa

Update Corona Covid-19: 53.668 Orang Sembuh, Korban Meninggal 3.285 Jiwa

Health | Kamis, 05 Maret 2020 | 09:29 WIB

Antibiotik Bisa Sembuhkan Virus Corona Covid-19? Ini Faktanya

Antibiotik Bisa Sembuhkan Virus Corona Covid-19? Ini Faktanya

Health | Kamis, 05 Maret 2020 | 09:15 WIB

Mudah Menginfeksi, Seberapa Mematikannya Virus Corona Covid-19?

Mudah Menginfeksi, Seberapa Mematikannya Virus Corona Covid-19?

Health | Kamis, 05 Maret 2020 | 09:20 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×