Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

IHSG Bergejolak Gegara Corona, Perusahaan Ini Justru Melantai Bursa

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2020 | 11:02 WIB
IHSG Bergejolak Gegara Corona, Perusahaan Ini Justru Melantai Bursa
Pegawai melintas di depan layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj].

Suara.com - Wabah Virus Corona atau Covid-19 yang semakin mengganas di tanah air tak hanya membuat krisis di bidang kesehatan saja, tetapi juga membuat kegiatan ekonomi dalam negeri babak belur, pun di sektor keuangan.

Meski dalam kondisi yang penuh dengan ketidakpastian, justru perusahaan PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk pada Selasa (31/3/2020) ini resmi mencatatkan saham perdananya di PT Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan saham “SAMF”.

SAMF merupakan perusahaan pertama yang listing di pasar modal sejak pemerintah menyatakan kondisi darurat nasional Covid-19 di Indonesia.

SAMF setidaknya melepas sekitar 775 juta lembar saham atau setara dengan 15,12 persen dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh perseroan setelah IPO. Saham baru tersebut ditawarkan pada harga
Rp 120/saham sehingga keseluruhan dana IPO yang terkumpul adalah sebesar Rp 93 miliar.

"Proses bookbuilding dan penawaran umum telah berjalan dengan lancar, selain itu, tingginya antusiasme masyarakat terhadap IPO Perseroan tersebut menunjukkan kepercayaan dan harapan masyarakat yang tinggi terhadap pasar modal pada umumnya dan secara khusus pada prospek usaha Perseroan," ucap Direktur Utama Perseroan Yahya Taufik melalui keterangan persnya.

Perseroan akan menggunakan sekitar 49,78 persen dana segar yang diperoleh untuk mendanai kebutuhan belanja modal Entitas Anak, guna meningkatkan kapasitas produksi.

Belanja modal dimaksud meliputi pembelian mesin-mesin produksi, mesin penunjang termasuk instalasi
dan pembangunan serta perbaikan dan/atau pemeliharan fasilitas-fasilitas penunjang dari pihak ketiga.

Sisanya sekitar 50,22 persen akan digunakan untuk modal kerja Perseroan dan Entitas Anak.

Sepanjang tahun 2019 lalu, Perseroan memperkirakan mampu mencatat penjualan sebesar Rp 1,28 triliun (unaudited) atau tumbuh 6,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba bersih berada di kisaran
Rp 95,80 miliar (unaudited) atau tumbuh sebesar 11,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikut Cuti Bersama Idul Fitri 2019, Perdagangan Bursa Efek Libur Seminggu

Ikut Cuti Bersama Idul Fitri 2019, Perdagangan Bursa Efek Libur Seminggu

Bisnis | Selasa, 28 Mei 2019 | 20:27 WIB

Bursa Efek Indonesia Luncurkan Tiga Indeks Saham Baru

Bursa Efek Indonesia Luncurkan Tiga Indeks Saham Baru

Bisnis | Kamis, 17 Mei 2018 | 15:32 WIB

BRI Syariah Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

BRI Syariah Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

Bisnis | Rabu, 09 Mei 2018 | 13:39 WIB

BTPN Syariah Resmi Jadi Emiten ke-10 di Bursa Efek Indonesia

BTPN Syariah Resmi Jadi Emiten ke-10 di Bursa Efek Indonesia

Bisnis | Selasa, 08 Mei 2018 | 20:03 WIB

Tiga Anak Perusahaan BUMN Daftar IPO di Bursa Efek Indonesia

Tiga Anak Perusahaan BUMN Daftar IPO di Bursa Efek Indonesia

Bisnis | Jum'at, 09 Maret 2018 | 09:49 WIB

Terkini

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:09 WIB

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB