Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Garuda Indonesia Punya Cucu Usaha Namanya Tahuberes Hingga Sewaan Mobil

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 03 April 2020 | 14:46 WIB
Garuda Indonesia Punya Cucu Usaha Namanya Tahuberes Hingga Sewaan Mobil
Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan rasionalisasi enam cucu usahanya. Hal ini dilakukan, karena terdapat bisnis usaha yang tak sesuai dengan bisnis utama perseroan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, salah satu cucu usaha yang dirasionalisasi yaitu PT Garuda Tahuberes.

Menurutnya, maskapai telah memiliki unit usaha sejenis Garuda Tahuberes yaitu Cargo. Sehingga, nantinya unit usaha Garuda Tahuberes akan dilebur ke unit Cargo.

"Seperti Tahuberes kita masukan ke dalam bagian Garuda sendiri. Jadi akan lebih efisien dan tepat dalam pengambilan keputusannya. Kemudian tidak perlu banyak jalur," ujar Irfan kepada wartawan lewat Video Conference di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Selain itu, lanjut Irfan, beberapa cucu usaha akan kembali dikaji keberadaannya. Seperti, cucu usaha yang bergerak di bidang sewa mobil, yang seharusnya tak perlu dijalankan oleh perseroan.

"Janganlah Garuda ini mengambil jatah orang lain juga. Orang lain juga bisa melakukan. Seperti sewa mobil juga, ngapain sih Garuda juga mesti punya sewa mobil contonya untuk Garuda. Itu kan bisa untuk orang lain kenapa kita musti tidak mau bekerja sama dengan orang luar," jelas Mantan Direktur Utama PT INTI ini.

Selain itu, Irfan juga mengkaji pemisahan usaha atau Spin off pusat pelatihan atau training center milik perseroan. Nantinya, usaha tersebut dikembalikan menjadi bagian Garuda Indonesia.

"Lalu spin off yang tadinya kita buat lalu dibatalkan pembentukan unit atau PT khusus untuk charter. Yang ternyata kembali lagi menciptakan birokrasi berlebihan dan inefisiensi. Jadi kita kembalikan lagi ke PT Garuda," ucap Irfan.

Adapun berikut daftar, perusahaan yang dirasionalisasi dan dimerger.

  1. PT Rilis Arah Pratama Indonesia (RAPI)
  2. PT Indo Suplai Total Solusi (ISTS)
  3. PT Garuda Energi Logistik dan Komersial (GEKS)
  4. Garuda Tahuberes Indonesia (GTI)
  5. Garuda Indonesia Air Charter (GIAC)
  6. PT Garuda Ilmu Terapan Cakrawala Indonesia (GITC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

80 Anak Hingga Cucu Usaha 3 BUMN Raksasa Ini Kena Efisiensi

80 Anak Hingga Cucu Usaha 3 BUMN Raksasa Ini Kena Efisiensi

Bisnis | Jum'at, 03 April 2020 | 14:23 WIB

Garuda Indonesia Tetap Terbang ke Australia dan Belanda Ditengah Corona

Garuda Indonesia Tetap Terbang ke Australia dan Belanda Ditengah Corona

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2020 | 07:20 WIB

Virus Corona Covid-19 Mewabah, Garuda Indonesia Babak Belur

Virus Corona Covid-19 Mewabah, Garuda Indonesia Babak Belur

Bisnis | Minggu, 08 Maret 2020 | 21:08 WIB

Terkini

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:36 WIB

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB

Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil

Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:54 WIB

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:46 WIB

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:31 WIB

IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi

IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:20 WIB