Neraca Perdagangan Surplus di Tengah Pandemi Corona, Pengamat: Pertahankan

Iwan Supriyatna

Jum'at, 17 April 2020 | 13:27 WIB
Neraca Perdagangan Surplus di Tengah Pandemi Corona, Pengamat: Pertahankan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto merilis data neraca perdagangan di Kantor BPS Pusat, Jakarta. [Suara.com/Achmad Fauzi]

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2020 surplus 743,4 juta dolar AS dengan nilai ekspor 14,09 miliar dolar AS dan impor 13,35 miliar dolar AS.

Tercatat pada Maret 2020, komposisi neraca perdagangan dari sektor non-migas masih mengalami surplus 1,7 miliar dolar AS, sedangkan dari sektor migas mengalami defisit 932 juta dolar AS.

Dengan demikian, neraca perdagangan selama Januari-Maret 2020 mengalami surplus 2,62 miliar dolar AS dengan nilai ekspor sebesar 41,79 miliar dolar AS dan impor 39,17 miliar dolar AS.

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, bahwa kenaikan dari sisi volume ini, didominasi oleh produk olahan. Menurutnya, capaian neraca dagang pada periode ini merupakan sebuah prestasi.

“Beberapa periode sebelumnya kita melihat berita tentang neraca defisit perdagangan, dan ini sebuah momentum harus kita pertahankan,” kata Fithra, Jumat (17/4/2020).

Apalagi menurut Fithra, trend perdagangan yang cukup baik seperti ekspor besi baja, mesin peralatan mekanik dan kertas karton sebenarnya adalah produk–produk olahan yang nilai tambahnya tinggi.

“Kita tidak tergantung dari komoditas yang nilai tambahnya rendah dan saya rasa momentum ini yang harus dimanfaatkan,” katanya.

Fithra melihat, sepanjang Januari sampai Maret surplus neraca perdagangan dipicu oleh kinerja ekspor. Menurutnya, secara histori, ini jarang terjadi.

"Biasanya kalau neraca perdagangan terjadi surplus itu, maka kinerja import turun dalam dibanding ekspor," ucap Fithra.

baca juga

Sepanjang tahun 2020 ini, menurut Fithra kinerja ekspor tumbuh cukup baik dan mencetak kurs neraca perdagangan terutama di bulan Februari dan Maret.

“Saya masih melihat kecenderungan surplus ini baik di bulan April atau Mei karena memang ada penurunan impor barang baku, industri kita saat ini melambat, maka permintaan akan bahan baku, juga melambat. Itu sebetulnya bukan berita bagus kalau kita lihat ini bisa menganggu ekspor,” tambahnya.

Pemerintah pasti sudah cukup antisipatif dengan melakukan relaksasi kebutuhan impor, terutama impor bahan baku kebutuhan industri yang memang dibutuhkan untuk melakukan proses produksi kemudian diimpor lagi.

“Kita lihat trendnya sepanjang Januari sampai Maret. Jadi yang kita lihat pada trend ekspor impor ini adalah kenaikan eksport non-migas pada Februari–Maret terjadi meskipun harga rata–rata ekspor non-migas itu turun, ini kenaikan dari sisi volume,” kata Fithra.

Menurutnya, pertama, pemerintah harus melakukan langkah antisipatif dengan relokasi impor bahan baku. Hal ini dikarenakan import bahan baku penting untuk mendukung keberlangsungan industri.

"Kalau industri produksinya tinggi, biasanya akan melakukan recovery lagi, maka kecenderungan ekspor ke depan terutama ekspor produk olahan akan meningkat," ucapnya.

Kedua, harus mencari pasar non-tradisional, sementara saat ini pemerintah masih tergantung dari China dan Amerika Serikat. Dengan adanya wabah COVID-19, harus dapat membuka peluang ke negara di Afrika yang tidak terdampak, bahwa demand juga cukup tinggi bisa menjadi salah satu target ekspor Indonesia ke depan.

“Selain membuka peluang pasar yang baru saya juga melihat ada peluang dari negara-negara yang bergantung pada China kini mulai mengalihkan negara asal importnya ke negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan,” kata Fithra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Gelar Survei Online Terkait Pemahaman Orang soal Corona

BPS Gelar Survei Online Terkait Pemahaman Orang soal Corona

Bisnis | Rabu, 15 April 2020 | 14:49 WIB

Neraca Dagang Indonesia Surplus 743 Juta Dolar AS di Tengah Pandemi Corona

Neraca Dagang Indonesia Surplus 743 Juta Dolar AS di Tengah Pandemi Corona

Bisnis | Rabu, 15 April 2020 | 13:42 WIB

Data BPS: Kunjungan Wisman Anjlok di Februari 2020

Data BPS: Kunjungan Wisman Anjlok di Februari 2020

Bisnis | Rabu, 01 April 2020 | 14:12 WIB

Terkini

Primaya Fair 2026 Jadi Langkah Primaya Dorong Medical Tourism dan Transformasi Healthcare Indonesia

Primaya Fair 2026 Jadi Langkah Primaya Dorong Medical Tourism dan Transformasi Healthcare Indonesia

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:01 WIB

Ilusi Kesantunan Pejabat: Di Balik Permintaan Maaf Wapres soal MBG

Ilusi Kesantunan Pejabat: Di Balik Permintaan Maaf Wapres soal MBG

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:55 WIB

Kholidin, Pemanah Para yang Tarik Tali Busur dengan Gigi, Bersiap ke Para Games 2026

Kholidin, Pemanah Para yang Tarik Tali Busur dengan Gigi, Bersiap ke Para Games 2026

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 19:54 WIB

Kepala BGN Ungkap Fakta Mengejutkan: Mayoritas Isu Medsos Digerakkan oleh Akun Bot!

Kepala BGN Ungkap Fakta Mengejutkan: Mayoritas Isu Medsos Digerakkan oleh Akun Bot!

Video | Rabu, 23 September 2026 | 19:54 WIB

Suahasil Siapkan Insentif Baru demi Terapkan Pajak Minimum Global

Suahasil Siapkan Insentif Baru demi Terapkan Pajak Minimum Global

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:53 WIB

Kagum dengan Kualitas Lapangan, Pelatih Bangladesh Keluhkan Hal Ini Jelang Lawan Timnas Indonesia

Kagum dengan Kualitas Lapangan, Pelatih Bangladesh Keluhkan Hal Ini Jelang Lawan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 19:45 WIB

Kerasnya Aspal dan Tugas Domestik: Membedah Beban Ganda Ojol Perempuan

Kerasnya Aspal dan Tugas Domestik: Membedah Beban Ganda Ojol Perempuan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:45 WIB

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

Isu Ambang Batas 5 Persen Dinilai Cek Ombak Parpol di Parlemen

Isu Ambang Batas 5 Persen Dinilai Cek Ombak Parpol di Parlemen

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

4 Shio Ini Mulai Keluar dari Masa Sulit pada 24 September 2026

4 Shio Ini Mulai Keluar dari Masa Sulit pada 24 September 2026

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 19:38 WIB

×