Jaga Produktivitas Karet, Kementan Gelar Pengendalian Penyakit Gugur Daun

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 18 Mei 2020 | 13:04 WIB
Jaga Produktivitas Karet, Kementan Gelar Pengendalian Penyakit Gugur Daun
Ilustrasi kebun karet.

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menggelar pengendalian penyakit gugur daun karet (GDK) di Provinsi Jambi, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Kegiatan ini, menurut Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono dilakukan untuk mengurangi kehilangan produksi akibat OPT yang menyerang karet.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu dan mendorong petani dalam melakukan pengendalian OPT secara mandiri pada pusat-pusat serangan, agar OPT terkendali dan tidak meluas pada areal tanaman lainnya," ujar Kasdi dalam keterangannya, Senin (18/5/2020).

Kasdi menuturkan, upaya pengendalian ini perlu dilakukan meski saat ini terjadi pandemi covid-19, agar produktivitas karet terjaga dan petani tetap berpenghasilan. Tentu saja dengan memperhatikan protokol Kesehatan, sesuai anjuran pemerintah.

"Diharapkan petani tetap semangat melakukan perawatan tanaman karetnya, khususnya pengendalian OPT sehingga kehilangan hasil dapat dicegah dan produksi karet petani tidak menurun," imbuhnya.

Salah satu upaya untuk mengurangi kehilangan hasil karet petani, Direktorat Jenderal Perkebunan telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2020 melalui Tugas Pembantuan (TP).

Untuk Provinsi Jambi, kegiatan pengendalian dilakukan di lahan perkebunan karet di Kabupaten Tebo, seluas 100 ha. Di Bangka Belitung pengendalian dilaksanakan di kebun karet seluas 50 ha yang berlokasi di Kabupaten Bangka. Sedangkan untuk Provinsi Sumatera Selatan kegiatan akan dilaksanakan di Kota Prabumulih seluas 50 ha.

"Untuk Jambi dan Babel kegiatannya sudah dimulai sejak 11 Mei lalu, sedangkan untuk Sumsel kegiatannya akan dilaksanakan di Bulan Juni," kata Kasdi.

Penyakit GDK yang tidak ditangani dengan baik, berpotensi menurunkan produktivitas karet yang berimbas pada penurunan produksi nasional dan penurunan pendapatan petani.

baca juga

Padahal tidak dipungkiri karet memiliki peranan penting dalam industri dan prospek menguntungkan baik dari serapan dalam negri maupun ekspor.

Selain itu, keberadaannya bisa mengurangi emisi gas rumah kaca, menjaga kondisi alam dan rehabilitas lingkungan.

Penyakit GDK yang sering menyerang ini disebabkan jamur Colletotrichum gloeosporioides, Corynespora cassiicola, Oidium heveae, Fusicoccum sp, dan Pestalotiopsis sp serta penyakit jamur akar putih.

Tanaman karet yang terkena penyakit GDK akan mengalami kerusakan pada daun, yang kemudian rontok secara bersamaan. Jika tidak ditangani, pohon akan meranggas dan bisa menyebabkan kematian. Penyakit ini menyebabkan penurunan produksi getah 15 hingga 25 persen.

Kegiatan pengendalian OPT ini dilakukan dengan pola padat karya yang melibatkan petani, Petugas Pengamat OPT, pegawai Dinas Perkebunan, dan petugas Brigade Proteksi Tanaman (BPT).

Pengendalian penyakit GDK ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu cara mekanis dengan menebang, membongkar dan memusnahkan tanaman yang mati.

Kedua, cara sanitasi kebun dengan mengumpulkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman yang dapat menjadi sumber serangan. Ketiga, secara kimiawi dengan penggunaan fungisida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Pertaniaan  Pantau Distribusi Beras ATM Pertanian Sikomandan

Menteri Pertaniaan Pantau Distribusi Beras ATM Pertanian Sikomandan

Bisnis | Senin, 27 April 2020 | 08:32 WIB

Makin Diminati, Realisasi Asuransi Usaha Tani di Sulteng Capai 20.959,65 Ha

Makin Diminati, Realisasi Asuransi Usaha Tani di Sulteng Capai 20.959,65 Ha

Bisnis | Sabtu, 25 April 2020 | 07:59 WIB

Kementan Siapkan 45 Ton Beras Per Bulan untuk Dukung ATM Pertanian

Kementan Siapkan 45 Ton Beras Per Bulan untuk Dukung ATM Pertanian

Bisnis | Kamis, 23 April 2020 | 19:54 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×