Maraknya Gagal Bayar Harus Jadi Momentum Bersih-Bersih di Pasar Modal

Iwan Supriyatna

Kamis, 25 Juni 2020 | 08:55 WIB
Maraknya Gagal Bayar Harus Jadi Momentum Bersih-Bersih di Pasar Modal
Ilustrasi pasar modal. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Maraknya kasus gagal bayar di industri keuangan Indonesia turut menjadi katalis negatif bagi pemerintah yang kini tengah menjaga kondisi perekonomian nasional, pasca hantaman pandemi virus Corona atau COVID-19.

Analis pasar modal dari Avere Mitra Investama, Teguh Hidayat berpendapat, diperlukan langkah-langkah strategis demi menyikapi kasus gagal bayar sehingga tidak menjadi tambahan beban baru dikarenakan adanya potensi resesi ekonomi pasca pandemi.

"Soalnya kasus gagal bayar yang terjadi saat ini akan menghambat upaya pemerintah sendiri dalam memasyarakatkan pasar modal. Dampaknya bisa dilihat dari volume transaksi menjadi sepi dan turunya kepercayaan dari masyarakat," ujar Teguh Hidayat ditulis Kamis (25/6/2020).

Untuk dapat memitigasi risiko gagal bayar di industri keuangan Indonesia, Teguh menyebut, hal pertama yang harus dilakukan pemerintah dan otoritas bisa dimulai dengan mendengar masukan dari sejumlah ekonom maupun pelaku pasar.

Dengan ekslusifnya sikap pemerintah dan regulator yang ditunjukkan selama ini, ia pun tidak heran jika kasus gagal bayar di produk reksadana, asuransi dan obligasi akan menambah beban pemerintah di tengah ancaman resesi pasca pandemi virus Corona.

"Memang belakangan otoritas dan seterusnya sudah mulai mendengar masukan-masukan dari pelaku pasar. Tapi dulunya saya dan teman-teman nggak pernah digubris ketika memberi masukan," cetus Teguh.

Selain mendengar masukan, imbuh Teguh, hal yang juga harus dilakukan pemerintah dan otoritas ialah memperbaiki tata kelola sekaligus pengawasan di pasar modal.

Dengan memperbaiki tata kelola dan pengawasan, dia bilang sudah barang tentu akan memunculkan persepsi baru di benak investor pasar modal bahwasanya pemerintah dan otoritas mulai melakukan bersih-bersih di industri keuangan Indonesia.

"Dan sudah tepat jika penegakkan hukum terhadap dugaan korupsi di Jiwasraya dan kasus pasar modal lainnya harus dijadikan momentum perbaikan tata kelola. Karena di sisi lain, sejak tahun 2015 Kami gencar menggaungkan investasi di pasar modal, mempromosikan investasi, jadi sekarang bagusnya masyarakat sudah melek investasi," tambah Teguh.

baca juga

Untuk itu, Teguh pun meminta seluruh elemen untuk bisa mendukung adanya perbaikan tata kelola di pasar modal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalam Sepekan Transaksi Jual Beli Saham Naik 20,8 Persen

Dalam Sepekan Transaksi Jual Beli Saham Naik 20,8 Persen

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2020 | 08:33 WIB

Masalah Gagal Bayar, Nasabah KSP Indosurya Berharap Ada Jalan Keluar

Masalah Gagal Bayar, Nasabah KSP Indosurya Berharap Ada Jalan Keluar

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2020 | 15:50 WIB

Pemerintah Diminta Kembalikan Kepercayaan Masyarakat soal Produk Asuransi

Pemerintah Diminta Kembalikan Kepercayaan Masyarakat soal Produk Asuransi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2020 | 13:39 WIB

Terkini

Sepatu Ortuseight Hyperblast 2.1 Cocok untuk Apa? Cek Teknologi dan Harganya

Sepatu Ortuseight Hyperblast 2.1 Cocok untuk Apa? Cek Teknologi dan Harganya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Jejak Garang Spesialis Reserse, Irjen Hengki Resmi Duduki Kursi Kapolda Jabar

Jejak Garang Spesialis Reserse, Irjen Hengki Resmi Duduki Kursi Kapolda Jabar

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Siskaeee Teriak Fasis soal RUU Penyiaran Ancaman bagi Kebebasan Pers, Rocky Gerung Kena Sentil

Siskaeee Teriak Fasis soal RUU Penyiaran Ancaman bagi Kebebasan Pers, Rocky Gerung Kena Sentil

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:39 WIB

35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi

35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Drama One of a Kind Romance: Kisah Cinta Artis dan Asisten

Sinopsis Drama One of a Kind Romance: Kisah Cinta Artis dan Asisten

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Presiden Prabowo Ditantang Politikus Malaysia Buka Perusahaan Besar yang Terlibat Karhutla

Presiden Prabowo Ditantang Politikus Malaysia Buka Perusahaan Besar yang Terlibat Karhutla

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tarif Transjakarta Bakal Naik Mulai 2027, Gubernur Pramono Ungkap Alasannya

Tarif Transjakarta Bakal Naik Mulai 2027, Gubernur Pramono Ungkap Alasannya

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Kisah Terakhir Hardiansyah, Ojol Palembang dengan Asma yang Meninggal di Tengah Asap

Kisah Terakhir Hardiansyah, Ojol Palembang dengan Asma yang Meninggal di Tengah Asap

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:16 WIB

Seni Menghargai Ketenangan Diri, Lebih Berani Berkata Tidak pada Banyak Hal

Seni Menghargai Ketenangan Diri, Lebih Berani Berkata Tidak pada Banyak Hal

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:15 WIB

SF Hariyanto Sambut Kapolda Riau Baru, Ucap Selamat untuk Herry Heryawan

SF Hariyanto Sambut Kapolda Riau Baru, Ucap Selamat untuk Herry Heryawan

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:04 WIB

×