Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Ini Alasan Erick Thohir Jadi Ketua Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 21 Juli 2020 | 07:37 WIB
Ini Alasan Erick Thohir Jadi Ketua Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir blak-blakan soal penunjukkan dirinya sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Menurut Erick Thohir, penunjukkan dirinya oleh Presiden tak lepas dari peran BUMN yang membangun infrastruktur. Sehingga, hal itu menjadi dasar pemulihan ekonomi nasional.

"Kalau kami dari BUMN memang sudah melihat, suka tidak suka BUMN punya infrastruktur dalam menjalankan banyak hal yang itu mungkin pemikiran presiden itu bisa menjadi footprint ataupun pemetaan awal, itu kan langsung ke masyarakatnya sendiri. Dengan infrastruktur yang ada mungkin kami dilibatkan," ujar Erick Thohir ditulis, Selasa (20/7/2020).

Kendati begitu, Mantan Presiden Klub Inter Milan ini tak ingin BUMN saja yang jadi landasan pemulihan ekonomi nasional. Tetapi, ia akan menyinergikan program-program yang ada di Kementerian lain.

"Kami ini adalah tim yang harus bersinergi dengan Menteri-menteri terkait dan ini juga jadi program real yang mana harus diimplementasikan dengan target-target tertentu," ucap dia.

Erick menambahkan, nantinya program-program pemulihan ekonomi nasional ini akan beriringan dengan program kesehatan yang ada.

"Saya rasa tidak bisa dipisahkan mana yang lebih awal, dari program kesehatan mungkin nanti Pak Doni (Ketua Gugus Tugas) ada 2-3 program dari pak budi ada 2-3 program. Nah program ini kita sinergikan, seperti misalnya kondisi di Jatim, tentu tidak hanya program kesehatan, tapi program perekonomiannya harus seiring, tidak bisa terpisah," tutur Erick.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat bagaimanapun harus tetap terpenuhi untuk semakin mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi.

"Karena kita tidak mau juga daya beli masyarakat yang harus terus ditingkatkan, tapi supply pangannya harus tersedia dalam kondisi yang telah disepakati. Jangan sampai seperti dulu, ketika ada PSBB di Jakarta, dari Krakatau Steel, dari Banten tidak bisa kirim, truk-truknya ditahan," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lewat Perpres, Jokowi Bubarkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Lewat Perpres, Jokowi Bubarkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19

News | Senin, 20 Juli 2020 | 22:46 WIB

Presiden Tunjuk Erick Thohir Jadi Ketua Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi

Presiden Tunjuk Erick Thohir Jadi Ketua Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi

Bisnis | Senin, 20 Juli 2020 | 16:09 WIB

Pemerintah Salurkan Pinjaman Modal Kerja Bagi UMKM

Pemerintah Salurkan Pinjaman Modal Kerja Bagi UMKM

Foto | Senin, 20 Juli 2020 | 17:06 WIB

Terkini

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB