Perumnas Bangun 46 Proyek Rumah Tapak yang Tersebar di Tanah Air

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 21 Juli 2020 | 09:52 WIB
Perumnas Bangun 46 Proyek Rumah Tapak yang Tersebar di Tanah Air
Logo Perumnas

Suara.com - Perum Perumnas tetap berkomitmen untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. Tak hanya membangun hunian yang terjangkau namun juga yang berkualitas baik.

"Kami terus berupaya untuk menghadirkan hunian yang terbaik untuk masyarakat Indonesia dengan selalu memperhatikan tidak hanya dari sisi kualitas tetapi juga yang mampu cepat diterima oleh pasar," ujar Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro dalam keterangannya, Selasa (21/7/2020).

"Harapan besar kami adalah setiap proyek Perumnas dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dengan satu nama yang mudah diingat, oleh karenanya kami menghadirkan brand 'Samesta' di setiap penamaan proyek Perumnas," lanjut Budi.

Sesuai dengan namanya, ke depan Perumnas juga berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mewujudkan hunian yang berkualitas, harmonis dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Adapun, nama Samesta terinspirasi dari konsep alam semesta yang mempunyai makna penyatuan, keseimbangan dan interkonektivitas.

Terdapat lebih dari 46 proyek kawasan rumah tapak yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan NTB akan menjadi fokus kami kedepannya. Semuanya akan mengusung nama Samesta, sehingga lebih identik dengan proyek Perumnas.

Pada konsep proyek rumah susun Perumnas pun akan dinamai Samesta, setidaknya di 8 proyek rumah susun Perumnas yang sudah berjalan.

"Dukungan positif juga kami dapatkan dari pemerintah yang dijembatani oleh Kementerian BUMN, dengan ditetapkannya Perumnas untuk mendapatkan dana Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp 650 Miliar belum lama ini," imbuhnya.

Dukungan ini, tambah Budi akan menjadi amunisi dalam mempercepat pembangunan proyek Perumnas yang mayoritas adalah berkonsep kawasan rumah tapak.

baca juga

Bila melihat dari misi Perumnas untuk menciptakan rumah terjangkau, seyogyanya proyek yang dihasilkan, bagi masyarakat adalah untuk pemenuhan kebutuhan primer, tidak untuk investasi semata.

"Inilah yang selalu kami dorong, bahwa rumah adalah kebutuhan primer bagi masyarakat, bukan investasi dan perlunya keberpihakan pemerintah dalam hal ini," kata dia.

Ke depannya juga, terdapat beberapa penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kepada Perumnas untuk beberapa proyek, namun ini masih dalam tahap penggodokan.

"Beragam keberpihakan dari pemerintah ini yang memperkuat kami untuk dapat fokus pada pengembangan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan kami taruh apresiasi yang tinggi akan hal itu," tukas Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Kota Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi, Jakarta Tetap Primadona

5 Kota Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi, Jakarta Tetap Primadona

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2020 | 08:05 WIB

5 Kota Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi, Jogja Kedua Paling Dicari

5 Kota Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi, Jogja Kedua Paling Dicari

Jogja | Senin, 20 Juli 2020 | 18:30 WIB

Viral Iklan Mal Taman Anggrek Dijual, Dibanderol Rp 17 triliun

Viral Iklan Mal Taman Anggrek Dijual, Dibanderol Rp 17 triliun

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 17:51 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×