Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Gegabah Percepat Buka Kegiatan Ekonomi

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 28 Juli 2020 | 13:55 WIB
Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Gegabah Percepat Buka Kegiatan Ekonomi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Suara.com - Sebelum adanya pandemi virus corona atau Covid-19, Pemerintah sangat optimistis menatap pertumbuhan ekonomi di level 5,3 persenan, tapi angka itu kini hanyalah mimpi karena pandemi, target semua indikator ekonomi buyar seketika.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah tak ingin gegabah dalam merespons setiap kebijakan untuk melawan virus yang yang pertama kali muncul di Kota Wuhan Provinsi Hubei, China tersebut.

"Tapi Covid-19 di Indonesia terus muncak dan satu dua bulan terkahir daerah bisa jadi episentrum baru seperti di Jatim, Jateng dan Medan," kata Febrio dalam sebuah diskusi bertajuk Mid-Year Economic Outlook 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (28/7/2020).

Maka dari itu kata dia, pemerintah tak ingin asal dalam menciptakan kebijakan untuk merespons perkembangan kasus baru positif virus corona di tanah air.

"Kalau tahun ini kita bisa menerima kenyataan, tahun ini pertumbuhan ekonomi nggak akan tumbuh maksimal dan ini harus kita sadari. Tapi masalah covid ini memang harus ditangani dulu, karena kita bicara soal nyawa," ucap Febrio.

Dia mencontohkan, kebijakan yang tak gegabah tersebut adalah ketika pemerintah tidak semuanya membuka sektor kegiatan sektor ekonomi, mengingat ancaman penularan masih cukup tinggi.

"Kita nggak bisa bergerak banyak, resto mungkin kalau buka kapasitasnya hanya setengah, bioskop, pabrik juga. Jadi jangan sampai sektor yang bisa kita buka itu malah menimbulkan second wave. Jadi tetap kita nggak bisa gegabah," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, semua negara-negara maju di kuartal kedua kondisi ekonominya merosot cukup tajam akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Termasuk juga Indonesia, meski nasibnya masih jauh lebih baik menurutnya. Sri Mulyani lantas mencontohkan semisal negara Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman dan Prancis yang dari banyak laporan menyebut kontraksi pertumbuhannya bisa minus double digit.

baca juga

"Estimasi di Amerika bisa sampai menjadi mendekati 10 persen, di Inggris bisa 15 persen, di Jerman kontraksinya 11 persen, di Prancis minusnya bahkan sampai 17 persen, Jepang minusnya 8 persen, bahkan India yang selama ini dianggap negara berkembang seperti Indonesia yang pertumbuhannya diperkirakan bisa (minus) mencapai 12 persen," kata Sri Mulyani.

Bandingkan dengan Indonesia kata dia, yang diprediksi kuartal II ini pertumbuhannya kontraksi sebesar 3,8 persen. Menurut dia angka ini masih jauh lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain.

"Bandingkan negara-negara maju yang tadi atau bahkan India, Singapura yang -6,8 persen. Namun ini adalah contoh estimasi yang berbasiskan indikator-indikator yang kita bisa track. Tentu kita nanti akan melihat BPS menyampaikan angka pastinya di kuartal kedua pada awal Agustus yang akan datang," katanya.

"Inilah yang menjadi tantangan bagi kita semua, bahwa Indonesia pun nanti akan terpengaruh. Karena kita melakukan berbagai langkah-langkah pencegahan covid dalam bentuk PSBB, yang kemudian mempengaruhi ekonomi kita di Kuartal kedua. Estimasi kami di kementerian keuangan negatifnya -3,8 persen," tambah mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi: Ekonomi Global Penuh dengan Ketidakpastian

Jokowi: Ekonomi Global Penuh dengan Ketidakpastian

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2020 | 11:17 WIB

Jokowi Bicara Ekonomi Global: Tak Semakin Mudah, Tapi Makin Sulit

Jokowi Bicara Ekonomi Global: Tak Semakin Mudah, Tapi Makin Sulit

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2020 | 12:35 WIB

Mampukah Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Kelima di Dunia Pada 2024?

Mampukah Indonesia Jadi Negara Ekonomi Terbesar Kelima di Dunia Pada 2024?

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2020 | 21:18 WIB

Terkini

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:35 WIB

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:33 WIB

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:30 WIB

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 14:29 WIB

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:28 WIB

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:26 WIB

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:25 WIB

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:24 WIB

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:22 WIB

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

×