Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Bos OJK Sebut Kondisi Pasar Modal Belum Sepenuhnya Bangkit

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:18 WIB
Bos OJK Sebut Kondisi Pasar Modal Belum Sepenuhnya Bangkit
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. (Suara.com/Muslimin Trisyuliono)

Suara.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut kondisi pasar modal masih belum sepenuhnya bangkit. Meskipun, kata dia, kondisi pasar modal sudah mulai membaik.

Mulai membaiknya pasar modal ini tercermin dari posisi level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah mencapai 5.000 dari sebelumnya yang anjlok hingga level 4.500.

Namun, level itu masih jauh dibanding pada level sebelum adanya covid-19 yaitu berada di level 6.500.

"Sentimen positif di pasmod (pasar modal) sudah mulai terjadi, penguatan pasmod terjadi karena investor domestik melakukan nett buy. kita melihat pasmod belum fully recovery, indeks kita masih 5.000. sehingga ini kita memberikan ruang agar bisa cepat recover supaya volatilitasnya tidak terlalu besar," ujar Wimboh dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (4/8/2020).

Menurut Wimboh, saat ini para investor masih melihat dan menunggu terkait perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga, hal itu membuat pasar sempat tertekan pada Awal Agustus ini.

"Di awal Agustus tertekan kembali, indeks turun 5.006 (pada penutupan Senin) karena adanya rilis data deflasi dan wait and see untuk data GDP," jelas dia.

Dalam hal ini, Wimboh mendorong adanya emiten baru untuk bisa menggerek pasar modal Indonesia. Pasalnya, saat ini penghimpunan dana di pasar modal sampai 28 Juli 2020 baru sebesar Rp 54,1 triliun.

"Ini kita memberikan ruang agar bisa cepat recover supaya volatilitasnya tidak terlalu besar. Cuma tetap kita dorong emiten baru, terutama retail," ucap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menambahkan, saat ini OJK tengah memantau perkembangan pasar modal, sehingga ke depan ada pertimbangan kebijakan yang cocok untuk membangkitkan pasar modal.

"Kita masih memantau dan memonitor kebijakan pasmod, kebijakan masih tetap seperti itu karena kita memantau pasarnya. Jadi kita fokus ke monitoring, penanganan kasus covid di Indonesia. Kebijakan itu masih akan tetap seperti itu dulu dan mencermati perkembangan covid itu sendiri," pungkas Hoesen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Corona Belum Usai, Restrukturisasi Kredit Bakal Diperpanjang

Corona Belum Usai, Restrukturisasi Kredit Bakal Diperpanjang

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2020 | 13:23 WIB

IHSG Naik 1,31 Persen dalam Sepekan Terakhir

IHSG Naik 1,31 Persen dalam Sepekan Terakhir

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2020 | 09:46 WIB

Cegah Kebocoran Data, OJK Bakal Atur Penggunaan Teknologi pada Asuransi

Cegah Kebocoran Data, OJK Bakal Atur Penggunaan Teknologi pada Asuransi

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2020 | 21:23 WIB

Terkini

Cashlez (CASH) Siap Rights Issue Rp237 Miliar untuk Kurangi Beban Kerugian

Cashlez (CASH) Siap Rights Issue Rp237 Miliar untuk Kurangi Beban Kerugian

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 62 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana

Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 62 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:44 WIB

IHSG Merosot Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Menyusut 2,78 Persen

IHSG Merosot Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Menyusut 2,78 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:22 WIB

Harga BBM Pertamina Hari Ini 1 Mei 2026: Harga Pertamax Belum Berubah

Harga BBM Pertamina Hari Ini 1 Mei 2026: Harga Pertamax Belum Berubah

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 06:12 WIB

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 23:27 WIB

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 22:48 WIB

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 20:29 WIB

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB